
Episode 24
.
.
.
kevin berjalan keluar rumah hendak memasuki mobil berangkat kekantor, mobil silver yang dikendarai oleh kevin keluar pagar lalu dihadang oleh siska.
"ngapain lagi sih ni wanita?" kevin mulai kesal.
kevin membuka kaca mobilnya menoleh kearah siska.
"kevin.. boleh gak aku nebeng sampai dimall?" tanya siska
"maaf tidak bisa aku harus buru-buru" ucap kevin dingin
"pliss kevin.. boleh ya boleh ya, mobilku lagi mogok ntar aku bisa terlambat kerja soalnya kita searah" ucap siska
dengan berat hati kevin mengizinkan siska masuk tapi dikursi penumpang karna kursi disebelahnya sengaja diisi oleh tas, ponsel dan jas kerjanya.
sebelum keluar dari gerbang, cika juga menghadang mobil kevin dan seakan tau tujuan cika, kevin memindahkan tasnya dan mengizinkan cika duduk dikursi depan.
melihat sikap kevin yang baik terhadap cika membuatnya kesal.
"selamat pagi om"ucap cika
"selamat pagi sayang "ucap kevin mengelus rambut cika dan tersenyum hangat.
"siapa dia vin?" tanya siska ketus
"dia anak baik" ucap kevin kembali tersenyum hangat
"oh kirain dia siapa.. harus kali ya duduk didepan kirain anak spesial duduk didepan ternyata hanya bocah ingusan yang numpang doank" ucap siska ketus dan jelous
"emang tante siapa? sombong banget? tante juga numpang kan? " tanya cika gak mau kalah
"ni bocah mulutnya kok tajem banget ya"gumam siska dalam hati
"yaudah jangan berantem.. kita jalan ya"ucap kevin
" tunggu om.. mama juga ikutan sama kita katanya mau kerumah temannya" ucap cika memegang lengan kevin
__ADS_1
"hah? mamamu juga ikut? kenapa gak satu keluarga aja ikutan ya? lagian digarasi punya 6 mobil mewah masa iya numpang sama orang" ucap siska sewot
"ih.. tante ini kenapa sih? kalo aku mau sama om kenapa rupanya? siapa yang larang? emang tante isterinya? " tanya cika
"iya dia suamiku, kenapa? kamu keberatan" balas siska makin ketus bertepatan dinda membuka pintu mobil
"siska.. kamu kenapa jadi kayak anak-anak sih" ucap kevin.
dinda melihat adanya siska dimobil kevin membuat wajahnya yang cerah berubah cemberut.
"ini mamanya bocah ingusan itu ya... wah gila cantik amat, gak keliatan ibu punya anak satu. oh my god semua perhiasan, pakaian yang dikenakan tubuh barang branded dan keluaran terbaru apalagi tasnya, ya ampun itu tas incaran gue yang mau gue beli tapi gak kesampean.. kayaknya ni orang tajir melinting.. eh apa dia gak takut dimarahin suaminya nebeng dimobil pria lain atau mungkin dia janda ya, gue gak boleh kalah dari janda beranak satu ini.. aku harus terdepan mendapatkan kevin" batin siska yang terus memperhatikan dinda dari atas hingga kebawah dengan expresi tak bersahabat.
"ada apa melihat-lihat saya" tanya dinda yang menangkap mata siska yang terus memperhatikan
"siapa juga yang lihat ibu , yang ada mata saya sakit liat ibu norak amat gayanya" ucap siska memalingkan wajahnya sambil menggerutu
"apa kevin sudah menikah ya? aku gak tega melihat kevin jatuh kewanita yang tidak ada sopan santun ini.. kasihan kevin" batin dinda menatap kearah kevin.
tak ada perbincangan hangat, semua sibuk dengan pikiran masing-masing dan suasana canggung.
*****************
kevin masih sibuk dengan dokument yang diperiksanya tiba-tiba nomor yang tidak dikenal menghubungi ponselnya. kevin melewatkan panggilan tersebut dan lagi-lagi ponselnya berdering dengan panggilan no yang sama sehingga membuatnya ragu-ragu
**hallo.. ini siapa?..
hallo om.. hiks hiks hiks.. ini cika
kamu kenapa cika? kamu dimana sekarang?
mama om.. mama dirumah sakit.. tolong cika om.. cika gak tau harus bagaimana dirumah sakit tadi cika udah telpon papa tapi nomornya gak aktif
kamu dirumah sakit mana?
aku dirumah sakit Cahaya om
tunggu om disana..
kevin memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan dan langsung menuju kerumah sakit .
kevin berjalan dilorong rumah sakit mencari-cari sosok kecil yang sangat dikhawatirkannya.
"om tampaan.. om.." teriak cika
__ADS_1
"kamu baik-baik saja kan cika" ucap kevin langsung memeluk tubuh cika
"cika baik-baik saja om tapi mama, mama lagi disana" menunjuk ruangan didepannya
kevin langsung menemui dokter dan suster yang memeriksa tubuh dinda.
"bagaimana keadaanya dok?" tanya kevin melihat kearah dinda yang tidur.
"dia punya sakit asam lambung yang akut jadi sudah kami periksa dan sudah diberikan obat" ucap dokter
kevin lalu mengikuti dokter dan perawat untuk mengurus administrasinya.
dinda membuka kedua matanya perlahan-lahan dan memperhatikan sekelilingnya lalu dilihatnya kevin meletakkan buah di meja dan beberapa makanan didepan cika.
"kami belum makan siang kan cika? yuk makan bareng om apa mau om suapin" ucap kevin membuka kotak makanan yang dibelinya dari luar
"cika mau cika mau" ucap kevin..
kevin berbagi makanan dengan cika dan moment yang ditangkap oleh mata dinda seakan memberi rasa haru baginya melihat cika tertawa bahagia.
andai saja aku memilihmu saat itu mungkin kebahagiaanku akan sempurna vin..
dinda terus memperhatikan kebersama cika dan kevin lalu dia gerakkan tubuhnya untuk duduk
"aww.." ucap dinda dan dengan sigap kevin membantunya untuk duduk
"oh iya om mau balik ke kantor, kamu jaga mama kamu disini ya cika, om mau pergi" ucap kevin mengelus kepala cika dan mulai beranjak.
"cika.. kamu bisa keluar bentar sayang soalnya mama mau ngobrol masalah orang dewasa sama om"ucap dinda
cika berjalan meninggalkan mama dan kevin diruangan.
"makasih ya vin udah bantuin aku dan jaga aku sama cika disini" ucap dinda menatap kevin
"hmm.." ucap kevin dingin lalu berdiri
"kevin.. maafkan aku yang meninggalkan mu dulu.. andai aku tau bahwa suami ku tidak sebaik dirimu maka aku akan memilihmu.. makasih vin, apakah kamu masih punya perasaan yang sama seperti dulu?" ucap dinda mulai meneteskan air matanya
"jangan salah paham dinda.. aku membantumu karna cika menelponku dan jika kau menelponku mungkin aku tidak akan datang" ucap kevin lalu beranjak pergi meninggalkan dinda
kevin hendak membuka pintunya
"satu lagi jangan pernah bahas masa lalu antara kita berdua.. semua udah aku kubur semenjak kau mengakhiri hubungan kita dan sekarang kita sama- sama punya kehidupan masing-masing aku sudah menikah dinda dan aku sangat mencintai isteriku" ucap kevin lalu membuka pintu dan pergi
__ADS_1
"aku yakin kamu pasti punya perasaan yang sama dengan ku vin.. aku yakin kamu masih cinta sama aku sehingga kamu mau datang saat aku sakit"ucap dinda tersenyum pilu.