Suamiku Mafia Kejam

Suamiku Mafia Kejam
Bab 37


__ADS_3

"Apa Mama sudah siap?" tanya Damian yang baru saja turun dari mobil dan membuka pintu untuk Clara.


Clara mengangguk dan menggenggam tangan Damian lalu ikut turun menuju pesta pernikahan. Mereka berdua juga beberapa anak buah Damian masuk ke dalam.


"Ini pesta pernikahan siapa Damian?" tanya Clara. Wanita paruh baya itu terlihat bingung melihat begitu mewahnya tempat tersebut.


"Mama akan tahu setelah melihatnya sendiri nanti. Dan aku harap anda tidak shock," Damian tersenyum menyeringai lalu menggandeng tangan Clara.


Langkah kaki wanita itu terhenti saat melihat sesosok pria yang begitu sangat ia kenali sedang bersanding dengan seorang wanita. Mereka layaknya ratu dan raja sehari, sangat serasi.


"Wiliam...bagaimana bisa dia--"


Butiran-butiran bening yang sejak tadi Clara tahan akhirnya menetes melihat pria yang sangat ia cintai dan pernah berjanji akan terus bersamanya sampai maut memisahkan sudah menikah dengan wanita lain.


"Drama keluarga akan segera di mulai. Kau memang pintar Damian Smith!" gumamnya lirih.


"Damian, aku ingin ke sana!" ucapnya penuh amarah.


"Tentu saja Ma. Aku akan menunggu di sini," jawab Damian mengambil gelas berisi anggur merah yang di bawa pelayan.


Di sisi lain, Nayla dan Rein berada tidak jauh dari altar. Ia menunjuk segelas wine. "Rein, aku mau itu," ucapnya.


"Tidak sayang. Apa kau mau terjadi sesuatu pada bayi kita, hum?!"

__ADS_1


Mendengar Rein bicara seperti itu membuat hati Nayla menghangat. Berarti suaminya sudah mau menerima kehadiran bayi mereka.


Entah sejak kapan Rein mulai peduli dan khawatir pada bayi yang ada di dalam perut Nayla. Ia takut terjadi sesuatu padanya.


"Hanya sedikit saja Rein," mohon nya dengan mata berkaca-kaca.


"Sekali tidak ya tidak! Aku tidak mau mengambil resiko apapun dan--"


Nayla yang keras kepala tidak mau mendengarkan ucapan Rein dan malah mengambil wine tersebut lalu meneguknya.


"Huwee, kenapa rasanya seperti ini. Padahal warnanya sangat menggoda," gerutu Nayla. ternyata apa yang kita lihat tidak seperti aslinya.


"Dasar ngeyel!" mencubit pipi Nayla.


"Sakit Rein.."


"Tidak mau! Aku bukan bayi. Kenapa kau memberiku permen!" Nayla ngambek seperti anak kecil lalu memalingkan wajahnya karena kesal.


"Sayang, jangan seperti ini. Mereka memperhatikan kita!" Rein mengusap pipi Nayla dan berusaha menenangkan wanitanya.


Sejak Nayla hamil tingkahnya benar-benar mirip seperti bocah. Sebentar marah dan sebentar tidak.


"Cium aku," pinta Nayla.

__ADS_1


Mata Rein melotot mendengar permintaan istrinya. Tentu saja ia tidak mau melakukannya karena ada banyak orang saat ini. Lagipula, ia tidak suka memamerkan kemesraannya dihadapan publik.


"Nanti malam saja sayang. Aku janji akan memuaskan mu di atas ranjang," bisik nya lirih.


Bukannya menjawab iya, Nayla malah pergi dari sana dan meninggalkan Rein sendirian.


"Astaga, dia benar-benar menguji kesabaran ku!" Rein memijat pangkal hidungnya lalu hendak mengejarnya. Namun, Leon sudah terlebih dulu memanggilnya.


"Acara akan segera dimulai Kak. Kita harus ke sana sekarang," Leon menarik tangan Rein.


"Jangan menyentuhku dengan tangan kotor mu itu sialan!" menepis tangan Leon.


"Aku hanya ingin acara menyebalkan ini segera selesai, itu saja!"


Rein menghela nafas dan terpaksa mengikuti kemauan Leon. Ia menghubungi Mark, meminta pria itu untuk menjaga istrinya.


*****


"Baiklah kita mulai acara ini, apa kalian berdua sudah siap?" ucap pemuka agama.


William dan Mia mengangguk bersamaan. Juga semua tamu undangan yang berada di sana turut berbahagia.


"Saya William Federick akan menerima Mia Gracea dan bersedia mencintainya sampai mau memisahkan dalam suka maupun--"

__ADS_1


"Tunggu!" teriak seorang wanita yang berjalan mendekati mereka berdua. "Sampai kapanpun pernikahan ini tidak sah. Aku istri pertama William masih hidup. Dan harta yang selama ini dia pakai adalah milikku! Aku tidak akan memberikan sepeser pun pada mereka berdua!" tegas Clara menunjuk William dan Mia bergantian.


"A-apa kau bilang? Milikmu?" Mia menganga tak percaya. Tentu saja ia terpukul, berarti selama ini dirinya mencintai pria miskin?


__ADS_2