Suamiku Mafia Kejam

Suamiku Mafia Kejam
Bab 45


__ADS_3

Saat Nayla berusia tiga tahun, ia mengalami kecelakaan. Kedua matanya mengalami cidera parah hingga ia dinyatakan buta. Tidak hanya itu, terjadi penyumbatan di jantung Nayla hingga tidak bisa memompa darah dengan baik.


Tepat saat itu, sepupu jauh Damian, Luna sekaligus gadis kecil yang ia suka gagal menjalani operasi paru-paru dan dinyatakan meninggal. Gadis kecil tersebut merelakan organ tubuhnya di donor kan pada Nayla.


Hingga terjadilah salah paham. Damian mengira selama ini Luna menyukai Reinhard dan begitu sebaliknya. Selama ini yang Luna suka adalah Damian sendiri, bukanlah Reinhard. Karena itu ia rela memberikan jantung dan matanya untuk Nayla.


Sampai sekarang, Damian sama sekali belum tahu kenyataan yang sebenarnya dan sangat membenci Rein. Padahal dulu mereka berdua sangat dekat, kemanapun Rein pergi selalu ada Damian yang menemaninya.


Tes!


Butiran bening menetes dari kedua sudut mata Nayla, perlahan dan semakin deras. Ia seakan merasakan apa yang saat ini Luna rasakan. Nayla tidak bisa membayangkan jika dirinya berada di posisi gadis malang itu.


"Sayang, jangan menangis. Maafkan aku karena baru mengatakannya padamu sekarang."


Rein benar-benar merasa bersalah saat ini. Seharusnya sejak awal ia menceritakan semuanya pada Damian dan juga Nayla. Rasa egois juga keras kepalanya membuat Rein harus menyembunyikan itu sendirian.


"Bagaimana dengan ayah dan ibu Rein. Kenapa mereka bisa menemukanku?" tanya Nayla.

__ADS_1


"Mereka selama ini hanya memanfaatkan mu, terlebih lagi wanita sialan itu!" Rein mengepalkan tangannya erat mengingat bagaimana ibu Nayla meminta sejumlah uang padanya setiap bulan.


"Kenapa kau masih membiarkan mereka hidup? Setahu ku kau bukan orang yang memiliki belas kasihan!" ketus Nayla sengaja mengejek Rein.


"Apa kau pikir aku tega membuatmu menangis hanya demi mereka? Kau memohon dan meminta agar mereka tetap hidup! Aku memang kejam sayang, tapi aku masih memiliki hati! Kecuali kalau kau berani selingkuh dan macam-macam di belakangku!" Rein melirik Nayla yang saat ini masih terdiam tanpa mengatakan apapun lagi.


"Setelah tahu semuanya, apa kau akan membenciku? Aku memang pengecut dan tidak tahu diri. Maafkan aku."


Plak!


Nayla menepis tangan Rein yang hendak menyentuhnya. Ia tidak tahu lagi harus mengatakan apa saat ini. Apalagi saat melihat wajah sendu suaminya.


"Sayang..."


"Maafkan aku Rein!"


"Apa sudah tidak ada lagi maaf untukku? Semua hanya salah paham Ay. Seharusnya kau mengerti posisi suamimu ini."

__ADS_1


Mengerti dia bilang? Apa dia juga tidak memahami posisi ku yang serba salah di sini? pikir Nayla.


"Kau boleh menghukum ku Ay. Tapi jangan bersikap seolah-olah akulah yang bersalah dan--"


"Diamlah Rein. Kau malah semakin membuatku bertambah pusing!" Nayla memilih pergi meninggalkan Rein sebelum emosinya lebih meledak dari sekarang.


"Oh shiit! Jujur salah, bohong salah! Kenapa jadi pria selalu serba salah begini." Rein mengusap wajahnya frustasi dan keluar menyusul Nayla.


"Tuan, anda mau kemana malam-malam begini?" tanya Mark yang tiba-tiba sudah berada di depan Rein.


"Kau buta hah?! Tentu saja aku ingin mengejar istriku Mark!" bentak Rein yang langsung mendorong tubuh Mark agar segera menjauh.


"Maaf Tuan, nyonya menyuruh saya untuk menahan anda agar anda tidak mengikuti kemanapun dia pergi," ucap Mark menahan kedua tangan Rein. Ia tahu kalau Rein masih terluka, jadi ia berniat untuk mengobatinya.


"Lepaskan! Kau ini sebenarnya ada di pihak siapa Mark!"


"Tentu saja anda Tuan. Tapi karena saat ini nyonya sedang hamil saya tidak mau di kutuk jadi maafkan saya terpaksa melakukan ini pada anda!" dengan segera Mark menyeret Rein kembali ke kamarnya dan mengunci pria itu dari luar.

__ADS_1


"Sialan kau Mark! Awas saja kalau aku sudah keluar dari sini!" teriak Rein dari dalam.


"Silahkan saja Tuan, karena saya sudah bekerja sama dengan para pengawal dan bodyguard untuk tidak membantu anda sama sekali." setelah mengatakan itu Mark segera pergi menghampiri Nayla yang sudah menunggunya di bawah.


__ADS_2