Suamiku Mafia Kejam

Suamiku Mafia Kejam
Bab 53


__ADS_3

Pyar!


Tangan Mia tiba-tiba saja di cekal oleh seseorang. Hingga gelas berisi air yang ada di genggaman tangannya terjatuh begitu saja di lantai.


Wanita itu menoleh, betapa terkejutnya dia saat melihat siapa seseorang dibalik itu semua yang ternyata adalah Leon, pria yang belum lama memasukinya dan mendesaahkan namanya dengan sangat indah.


"Leon! Apa maksud semua ini. Katakan!" Mia mencoba memberontak, tapi sudah terlambat.


"Lepaskan ikatan tangan tangannya, sekarang!" perintah Leon pada salah satu anak buah Mia. Mau tidak mau, dia menurutinya karena saat ini nyawa Mia ada di tangan Leon.


Pria itu menodongkan sebuah pisau tajam tepat di perut buncit Mia seraya mengancamnya. "Jangan bergerak atau bayimu akan bernasib sama seperti bayi Nayla!" bisik nya lirih. Terlihat senyum mengerikan seorang Leon yang tidak di ketahui oleh orang-orang selama ini.


Bagaimanapun, darah seorang mafia masih mendarah daging ditubuhnya. Meski pria itu sedikit breng-sek dan berpura-pura bodoh tentang apapun.


Nayla, wanita itu mendekat perlahan ke arah Mia, memegangi perutnya yang saat ini terasa sakit. Namun, ia masih bisa menahannya.

__ADS_1


"Kau pikir aku sebodoh itu Mia?! Sepertinya selama ini kau belum tahu siapa aku!" Nayla menjambak rambut Mia dan menariknya kuat. Walaupun Mia sudah menyakiti dirinya, ia tak ingin membalasnya sama sekali.


Karena mereka berdua sama-sama sedang hamil. Hanya saja perbedaan mereka sangat jauh. Mia yang ceroboh dan selalu ingin melakukan apapun sendiri. Sedangkan Nayla, dia pendiam dan tidak banyak tingkah.


Greet!


"Argh, lepaskan wanita gila! Apa kau berniat menyakitiku hah?!" mata Mia mengedar, sudut bibirnya tertarik ke atas saat melihat beberapa anak buahnya. Sedangkan Nayla sendirian, hanya ada Leon di pihaknya sekarang. "Dan kau Leon, aku benar-benar kecewa padamu.Kenapa kau malah membelanya di bandingkan aku! Sudah jelas-jelas Nayla tidak pernah mencintaimu. Hanya aku yang selama ini ada untukmu Leon, aku!" teriak Mia merasa tak terima di khianati.


Leon terdiam dan malas menanggapi ucapan Mia yang menurutnya tidak penting sama sekali. Matanya terfokus pada Nayla serta darah segar yang keluar dari sela pahanya.


"A-apa kau bilang, tikus kejepit?!" teriak Leon. "Penjepit inilah yang selalu membuatmu puas setiap malam Leon! Sebenarnya kau ini ada di pihak siapa!" Mia benar-benar geram. Bahkan anak buah yang sudah ia sewa dengan sisa uangnya malah berpihak pada mereka berdua. Benar-benar sinting! Sebenarnya ada di situasi macam apa dirinya.


"Sepertinya kau lupa kalau aku ini keturunan Smith, nyonya Mia!" ucap Nayla menekan setiap kalimatnya. Seringai tipus terukir di sana, Ia kembali mengingat kenangan masa lalu bersama seseorang.


"Keluarga Smith?! Hahaha, kau pikir aku percaya dengan tipuan muslihat mu begitu saja? Tidak Nayla! Damian Smith tidak memiliki adik perempuan, apalagi jala-ng murahan sepertimu!" ucap Nayla.

__ADS_1


Mendengar Mia menuduhnya yang tidak-tidak, membuat Nayla melayangkan satu tamparan ke wajah wanita menyebalkan itu. Sungguh, kalau saat ini ia masih memiliki tenaga lebih, sudah hancur wajah Mia karena ulahnya.


Perutnya kembali terasa sakit. Nayla terus berusaha utuk menahannya meski jauh di dalam hatinya ia begitu ketakutan.


"Pulanglah Nay, biar aku yang membereskan wanita sialan ini. Dia juga harus menerima hukuman dariku!"


"Tidak! Kau mencintaiku Leon. Kau tidak bisa berbuat--"


"Bagaimana dengan wanita paruh baya yang kau bunuh dengan mendorong mobilnya ke dasar jurang Mia!" pekik Leon, kedua bola matanya memerah, ia menggertakkan giginya dan mencekik kuat leher Mia.


"Le..on le..pas!"


"Hanya dalam mimpimu!" Leon mencekik Mia semakin kuat, membuat wanita itu kehabisan nafas karena perbuatannya.


Kesadaran Nayla hampir saja hilang, sampai sebuah tangan kekar melingkar di perutnya dan membopong wanita itu pergi dari sana.

__ADS_1


"Bertahanlah, kau akan baik-baik saja!"


__ADS_2