Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab. 11


__ADS_3

dalam hati aku tertawa melihat pelakor kecil ini kena batunya, ingin sekali aku memakinya, namun ini belum saat nya pengkhianatanmu itu akan ku balas lebih dari ini lalu


aku menatap mila yang menangis kesakitan


"mbak dinda, apa kau mendengar perkataanku?tanya mila


"aku mendengarkanmu,namun aku tidak bisa berbuat apa apa, ya mungkin hanya kata sabar dari ku... "jawabku


"mbak harus mencarikan dokter terbaik untuk mengobati luka ku ini,ayo lah mbak "pinta mila


"kamu bersabar dulu, aku akan membawamu kerumah sakit dan akan menjalani rawat inap disana?


"apa mbak rawat inap? kenapa ngga dirumah aja mbak?


"kerumah sakit adalah pilihan yang tepat dan cepat. aku akan membawa kamu dan mas adit kerumah sakit


"tapi aku malu mbak,bagaimana nanti kata orang orang disana tentang penyakit ini, bisa bisa aku disamakan dengan wanita penghibur yang terjangkit penyakit kelamin, padahal kan bukan? jelas mila


bukan apanya, bahkan kau sering melakukannya yang jelas jelas bukan pasangan muhrimmu bagiku kau sama saja wanita penghibur mila"ucap dinda dalam hati.


"kau terlalu berlebihan,


"tapi mbak?


"sudah la jangan terlalu keras kepala, ini ku lakukan demi kesehatan mu


"ya sudah terserah mbak saja


hahahhaha ini baru permulaan sayang


aku pun kembali kekamarku dan menyusun rencana lagi.


.....


20menit sudah pelayan menyiapkan semua keperluan untuk dibawa kerumah sakit


"mas kamu sudah siap siap? tanyaku


"hem ya siap gak siap sih.. ya tspi kamu terlalu memaksa"ucap mas adit sedikt kesal


"loh mas kok kamu begitu. ini juga untuk kebaikanmu, kalau kamu nggak mau ya udah, rasain aja sendiri sana, biar mila aja yang kubawa?


"apa mila sakit?


"iya sama seperti kamu


aku juga heran kenapa kalian bisa mendapatkan penyakit yang sama


"apa maksudmu dinda, "ucap adit dengan tatapan tidak suka

__ADS_1


aku pun langsung Menatapny balik


"Ya aku hanya heran aja kenapa kalian sakit dengan penyakit yang sama...


"ayo kita berangkat. mas nggak mau berdebat sama kamu,


akhirnya taksi yang kami pesan pun tiba, sengaja aku tidak menggunakan mobilku karena tak ingin mengotorinya


"yaudah ayo, itu sepertinya taksi yang kupesan telah tiba


"tolongin mas sayang,


"tunggu bentar nanti aku panggilkan satpam


untuk membantumu mas


lalu aku pun langsung memanggil satpam dan pelayan rumah,


dan kami pun menaiki tanksi menuju rumah sakit


setibanya dirumah sakit, aku pun mendaftarkan mereka berdua diruang VIP2 ya kamar mereka berdua bersebelahan saja, saat ini mereka sedang diperiksa oleh tim medis. setelah memeriksa dokter pun pamit undur untuk memeriksa yang lain


lalu aku berdiri disamping mas adit


Biarlah air mataku ini keluar, kuharap ini menjadi air mata terakhirku mas setelah sakit hati yang kurasakan ini,terima kasih atas cinta mu yang semu, cinta yang kau berikan sebelum ku tahu pengkhianatanmu itu, dan maaf mungkin kita akan berpisah,aku akan pelan pelan menceraikanmu"gumamku


namun tak sengaja aku bertabrakan dengan seseorang yang begitu familiar


'bugh! aduh" rintihku


"kau tidak apa apa? tanya pria itu


aku mendongakkan kepala" edward? " pekikku


aku langsung menutup mulutku karena aku refleks menyebut Namanya saja.


"maksud saya maaf pak edward, saya tidak melihat jalan"kata ku saya tidak apa apa pak!


"kataku


"syukurlah, tak perlu meminta maaf karena saya yang salah karena telah menabrakmu


"ucap edward


aku pun mencoba untuk pamit pergi.


"kalau begitu, saya permisi dulu pak"kataku


sambil melangkah.

__ADS_1


"eh tunggu " panggil edward


aku pun menoleh dan bertanya" iya ada apa pak?


"apa kau sakit? kenapa kamu disini? tanya edward.


"tidak pak, adik dan suami saya yang sakit, saya baru saja menjenguknya"


"oh begitu"kata pak edward


suasana pun kembali hening, aku pun mencoba berbasa basi menanyainya


"kalau pak edward sendiri mengapa ada disini, apa pak edward sakit"tanyaku


"tidak, bukan saya yang sakit,ayahku yang sakit sekarang beliau ada diruang VVIP. "jawabnya


oh begitu ternyata ayahnya dirawat dirumah sakit ini hem ruangan itu adalah ruangan termahal dan berkualitas dirumah sakit ini,


"kamu mau kemana? apa kau ada urusan lain?


"tidak, hanya ingin pulang


kalau begitu saya pam-"


"kebetulan saya mau pulang, bukankah rumahmu searah dengan rumah saya, kalau begitu mari saya antar kamu pulang?


"apaa "aku terkejut


maaf pak, saya membawa mobil sendiri


"kalau begitu mobilmu biar frans yang membawanya" ucapnya


"Frans? sekretaris bapak


"iya dia ada diparkiran mobil, jangan menolak ajakan saya. saya akan mengantarkanmu pulang namun untuk itu mau kah kita makan siang dulu?


"baa baiklah pak! jawabku


setibanya kami diparkiran, frans pun terkejut melihat dinda jalan berdua dengan edward


"frans, kamu bawa mobil dinda ke alamat ini, saya akan mengantarkan dinda


"baaik pak, kalau begitu saya permisi "


"hem iya,


"permisi pak frans, hati hati ya..


"iya buk dinda" jawab frans

__ADS_1


__ADS_2