
Beberapa hari berlalu sejak kejadian itu,aditpun sudah kembali sehat, meskipun tangannya harus diperban. Sejak hari itu dia tidak pernah menemuiku dan tidak sekedar menanyai urusanku
dia pikir aku sedih dan akan meminta maaf padanya, getaran ponselku membuatku mengalihkan perhatianku dan aku pun tersenyum
(hallo mas ada apa lagi? Tanyaku
(kamu lagi apa,sorry menganggu waktumu,tapi ada hal penting yang ingin kusampaikan?)
"(apa itu mas, )
"(besok pagi saya akan mengajakmu pergi kesuatu tempat menemui seseorang)
"(memangnya ada apa mas? Jangan buatku penasaran. Katakan ada apa?)Tanyaku heran
"(ini masalah racun dalam tubuhmu din,
"(maksudmu mas? Tanyaku
""(begini tempo hari saya pernah mendengarkan kamu bercerita pada sela tentang racun ditubuhmu, maaf saya menguping pembicaraan kalian, untuk itu saya mulai melakukan suatu rencana yaitu mencari tahu keberadaan orang yang menjual racun itu pada suamimu,
adikmu dan suamimu yang telah mencampurkan racun kedalam makanan ataupun minuman kamu, namun kamu jangan khawatir,saya sudah menemukan ramuan penawar racun itu
"serius mas, terus bagaimana!
"sebaiknya nanti sore kita bertemu dan saya akan membicarakannya padamu,
.....
sore hari aku bergegas pergi bertemu dengan mas edward, ya kami akan bertemu dikafe kafetaria, ketika aku berjalan menuruni anak tangga,tiba tiba aku berpapasan dengan adit
"kamu mau kemana sayang? Tegur adit,baru sekarang ia menegurku, aku melewatinya tanpa meliriknya.
beberapa kali ia memanggilku,namun aku mengabaikannya,
aku langsung menuju mobilku dan melayu pergi meninggalkan adit,
sesampainya dikafe kafetaria,ku melihat mobik edward sudah terparkir, aku pun bergegas masuk dan mencari keberadaannya, dia melambaikan tangannya,agar aku mengetahui keberadaannya,
"Dinda"ucapnya melambaikan tangan
aku pun langsung mendekatinya
"mas,sorry udah lama nunggu! Ucapku
"ngga apa apa, saya juga baru sampai" jawab edward
"oh, apa yang ingin mas sampaikan padaku? tanyaku penasaran
"begini dinda, saya telah menyuruh orang suruhan saya untuk mencari tahu pelakunya
dan mereka telah menangkapnya setelah bertransaksi dengan suamimu jam03.00 dini hari, suami mu telah membeli obat racun itu pada pelaku, dan kini orang suruhan saya telah memusnahkan pelaku,sebab sangat berbahaya jika dia masih hidup, bukan cuma kamu korbannya namun dia banyak melakukan transaksi dengan para pejabat lainnya
"apa? Jadi mereka melakukannya secara pertemuan dijam tersebut agar tidak ketahuan,dasar bajingan, biarkan saja dia mati.
brengsek,suami macam apa dia, "ucapku geram
"tenang dinda, saya sudah mempunyai penawar racun itu, sekarang kamu minumlah "ucapnya memberikan kotak yang berisi beberapa botol
"ini untukku mas?" bagaimana kamu bisa mendapatkannya?
__ADS_1
"setelah mereka menemukan pelakunya,saya segera mendatanginya dan langsung membunuhnya"ucap edward
lalu kusentuh punggung tangan edward lalu berkata"terima kasih mas ,padahal kamu tidak perlu sampai seperti ini,aku sudah mulai sembuh,tubuhku sudah membaik.
"cara terbaik Adalah memberikan penawarnya dinda, kita tidak tahu apakah ditubuhmu masih ada racun itu atau tidak, yang pasti kita harus segera mengobatinya, saya sangat khawatir dengan kamu, apalagi ayahmu dulu menitipkanmu pada saya,jadi dengarkan saya, tolong minumlah penawar ini"ucapnya dengan tegas
perhatiannya membuatku salah paham,aku tidak boleh begini,bagaimana pun ia sudah memiliki wanita lain dihatinya
Aku pun meminumnya,rasanya seperti meminum air putih biasa,tetapi badanku terasa lebih segar setelah meminumnya,
haripun sudah sore, edward pun mengantarkanku pulang, dan mobilku sengaja ia titipkan dengan orang suruhannya untuk mengantarkan kerumahku,
"terima kasih banyak mas, aku masuk dulu"pamitku padanya.tiba tiba edward menahan tanganku
"sepertinya kamu menjaga jarak padaku,kenapa dinda apakah kamu marah padaku?kata edward
aku tersenyum padanya" tidak mas,mungkin perasaanmu saja, mungkin ini karena efek lelah "kataku menepis tangannya lalu keluar dari mobilnya
aku melambaikan tangan,lalu pergi masuk kerumah,
"Nyonya sudah pulang? Suara pelayan yang mengagetkanku
aku berbalik dan menoleh padanya
"ada apa yun?" Tanyaku
pelayan itu mendekatkan wajahnya ketelingaku "saya sudah mendapatkannya,sesuai perintah nyonya"bisiknya pelan
aku pun langsung mengangguk,
bawa benda itu dan ikut saya kekamar,"perintahku
"mana barangnya? Tanyaku menadahkan tangan
kemudian ia mengeluarkan sebuah amplop berwarna cokelat,
aku pun mengambilnya dan mengecek isinya terdapat beberapa foto fulgar mila dan adit tidur bersama saling berpelukan dan tidak menggunakan busana
aku pun tersenyum puas dengan hasil kerja pelayanku
"kerja bagus,bagaimana kamu mendapatkannya yuni? Tanyaku
"saya menaruh obat tidur nyonya diminuman mereka setelah mereka memadu kasih mereka meminumnya lalu beberapa menit mereka tertidur saya langsung beraksi memfoto mereka "jelas yuni
"baiklah kerja yang bagus yuni,
kau boleh melanjutkan pekerjaanmu lagi.
"baik saya permisi nyonya"pamit yuni sang pelayan
ketika ia hendak keluar,ia tiba tiba mematung didepan pintu kamarku, aku pun merasa aneh dan bertanya
"ada apa yun? Tanyaku pada pelayan
kemudian adit muncul dari arah pintu kamarku,reflek tanganku dengan cepat menyembunyikan semua foto itu dalam tasku
"ada apa kamu kesini? Tanyaku pada adit
"aku ingin menemuimu sayang,karena aku mendengar suaramu pulang, lalu ada urusan apa kamu dengan pelayan baru ini? Tanya adit sambil melirik yuni
__ADS_1
"o-ooh a-aku yang memanggilnya tadi untuk memijatku, "jawabku datar
"kenapa ada yang aneh, lebih aneh mana sama seorang suami yang terus menerus bersama adik iparnya? Apalagi diruang kerja? Tanyaku sambil tersenyum sungging
"kau keluarlah,alu ingin berbicara pada istriku? Perintah adit pada pelayan
"Dinda,kenapa kamu berkata begitu,ucapanmu itu sangat keterlaluan dan menyinggung perasaanku? Itu tidak baik dinda,aku ini suamimu mana mungkin aku ada apa apa dengan adikmu, kau tahu itu aku sangat mencintaimu sayang!" tutur kata rayuannya.
aku tertawa sampai terbatuk batuk mendengar omong kosongnya"Hentikan gombalanmu itu, kau kira kita ini masih remaja yang bucin
pergilah aku ingin istirahat," usirku halus
"ti-tidak begitu sayang, aku serius dan bersungguh sungguh, dengarkan aku"ucap adit
"cukup adit,aku butuh istirahat ,jadi tolong pergilah,kau sangat mengangguku"kataku mengangkat jari sambil menunjuk pintu keluar
wajah adit memerah menahan rasa kesalnya
"Mengganggumu kau bilang? Ia berjalan menutup pintu lalu menatapku tajam "Kau istriku Dinda, tetapi kamu semakin kurang ajar padaku hanya karena kau cemburu ! Ucapnya sambil melangkah kearahku
" biarkan aku memuaskanmu saat ini juga agar setelah itu cemburumu akan hilang"ucapnya denga nafsu menggebu-gebu
aku pun panik perasaanku tidak enak, adit mulai membuka bajunya dan melangkah mendekatiku, aku sangat takut ia akan menyentuhku,aku tidak sudi disentuhnya semenjak aku tau perselingkuhannya,aku gemetar,dadaku berdetak kencang dan tubuhku berkeringat dingin
"jangan mendekat adit ! keluar sekarang? Teriakku
"jamgan begitu sayang, aku tahu kamu merindukan sentuhanku kan? Untuk itu aku akan memuaskan hasratmu malam ini,kau tidak perlu jual mahal ,
"ucapnya menyeringai,
aku merasa jijik dan mual atas tingkahnya
aku pun meraih benda hiasan mejaku,dan melemparkannya kearahnya"Keluar Brengsekk!! Teriakku dengan suara bergetar
"Brengsek katamu? Lalu ia mencengkram bahuku " beraninya kau menghinaku, aku ini suamimu" lalu ia menghempaskan tubuhku ketempat tidur, lalu menindihku, aku merintih kesakitan dan ia merobek kancing bajuku hingga terlihat dalamanku
adit seperti monster yang sedang kelaparan
aku harus melawannya,
"BUGH" dengan sekuat tenaga kakiku menerjang alat vitalnya ,ia merintih kesakitan dan berteriak mengataiku
aku pun langsung berdiri mengambil tasku dan berlari menuju keluar rumah,"Dinda Brengsek ******,berhenti kau!! Teriak adit
tak ku hiraukan dengan keadaan bajuku yang robek aku masuk mobil dan melaju dengan cepat , aku menangis sejadi jadinya dengan rasa takut dan gemetar
beberapa menit kemudian aku sampai didepan apartemen edward
aku tak punya tujuan saat ini hanya edward yang tepat untuk ku pintai pertolongan
aku mengambil ponselku dan langsung menghubunginya,
"(Hallo dinda?")
"(to-tolong aku mas! A-aku ada didepan
a-apartemenmu?)
kataku dengan suara bergetar.
__ADS_1