
Pukulan tangan kasar dipipiku menyadarkanku dari pingsan. Sayup sayup aku memdengar suara indah mila memanggil namaku
"sadarlah adit, hei bangunlah.."ucap mila menepuk pipiku
Perlahan aku membuka mata,
" kau sudah sadar adit" ucap mila
aku tersenyum padanya
"aku baik baik saja,kau tak usah khawatir"ucapku menatap mila
mila membalas demgsn raut wajah tak suka,kemudian ia berdiri dan berbalik
" aku telah membangunkannya,sesuai perintahmu sekarang cepat berikan benda itu"ucap mila pada dinda
kulihat dinda berdiri bersama lelaki bernama ed itu,sedang berbicara pada mila
"hy adit, kau sudah sadar, bagaimana rasanya disentrum?ucap dinda mengejekku
aku menatap nyalang padanya
"sudah mbak jangan mengulur waktu,cepat berikan benda itu"ucap mila mengadahkan tangannya
"tenang sayang,aku akan menepati janjiku
"cepatlah,bukankah kau akan memberikannya setelah aku menikah dengan adit
" sabar lah dulu, apa yang kau pinta, bukankah aku sudah lama memberikanmu obat penawar itu? Ucap dinda
mila menatap dinda
__ADS_1
"jangan bercanda mbak,
Berikan penawar itu cepat, dinda hanya tersenyum
"aku tidak bercanda, dari awal aku sudah memberikanmu penawar itu
"apa maksudmu"ucap mila dengan mata terbelalak
"apa kau tidak berpikir, kau tampak begitu sehat sekarang tentunya dengan penawar yang ku beri padamu,kalau tidak kau mungkin tak akan selamat,
mila yang shock langsung mundur kebelakang"a-apa maksudmu, bukankah dokter yang telah menyelamatkanku, dokter bilang itu hanya pereda, bukan penawar"ucap mila
"dasar bodoh, dokter itu aku yang panggil, tentu aku yang menyuruhnya memberikan penawar itu secara diam diam. Dan itu merupakan rencanaku
"jadi kau membohongiku mbak, apakah kau tahu hidupku terguncang mendengar diagnosa dokter bahwa hidupku tak akan lama lagi,aku seperti orang gila memikirkannya,apa kau senang ha? Ucap mila dengan emosi ia memegang jeruji dengan kuat dan ingin mencengram dinda
"sini kau wanita iblis, kau menipuku,kau telah menikahkanku dengan pria brengsek ini, kai telah menghancurkan harapanku,akan kubunuh kau!! Argh...
"ucap mila menjerit meronta ronta.
aku begitu terkejut melihat sifat aslinya,aku memegangi bahunya
"sabar sayang,tenangkan dirimu! Ucapku
"Plak" tamparan keras mendarat dipipiku,"kau jangan menyentuhku, aku tak sudi menikah denganmu "cuihhh" mila meludah disebelah kiri,lalu mengelap bibirnya
"jika dari awal aku memgetahuinya,aku tak akan sudi menikah denganmu, aku terdiam mendengarnya,pipiku tak sesakit hatiku,begitu memyakitkan pernyataanya
"tak sudi katanya"
Padahal dulu ia yang menggodaku dan merusak rumah tanggaku
__ADS_1
dinda dan edward tersenyum
"ayolah kalian ini,masa pengantin baru sudah bertengkar sih, bukankah kalian saling mencintai" ucap dinda
"tutup mulutmu sialan,bahagia kamu melihatku menderita ha? Ucap mila menunjuk jarinya ke arah dinda
"bukankah kau yang harus bahagia telah mendapatkan bekasku.jadi nikmati saja hasilnya"ucap dinda melirik pada adit
lalu mila mendekati dinda lalu ia terduduk bersujud memohon ampun pada dinda
"aku mengakuinya mbak,maafkan aku mbak, beri aku 1kali kesempatan lagi, aku tak akan mengulanginya."ucap mila sambil memohon
hatiku berdenyut ngilu melihat istriku bersujud dihadapan dinda
" tolong maafkan lah mila,dinda dia adikkmu,sampai teganya kau berbuat begini padanya,seharusnya kau memaafkannya"ucapku dengan emosi
pria bernama ed itu melirikku tajam
"turunkan suaramu,atau mau aku patahkan lidahmu itu"ucap pria bernama ed
tiba tiba mulutku terkatup terdiam mendengarnya
"mbak,aku akan berubah,mohon berikan kesempatan padaku,maafkan aku
"maaf saja tidak cukup mila,atas apa yang kau lakukan padaku ha" jadi kau rasakan saja dulu.."ucap dinda sambil berlalu pergi meminggalkan kami dan memegang bahunya
aku mendekati mila
"tenangkan hatimu sayang,mbakmu akan memaafkanmu,jadi kamu jangan terlalu bersedih dan bersabarlah" ucapku
mila menatapku dengan perasaan marah
__ADS_1
ia mendorongku
"sudah ku katakan,jangan sentuh aku!!! Ucap mila lalu ia berdiri duduk bersender di dinding gaun putihnya kini menjadi kotor,rambut pendeknya kini beracak acakan,dan riasan wajahnya luntur,dan ujung jarinya berdarah sebab digigitnya. ia terlihat seperti tidak waras, semua ini gara gara mbaknya