Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab. 8


__ADS_3

" sial sial sial rencana kita gagal mas, padahal aku sudah menaruh racun dimakanan ini seharusnya dia memakannya...


kenapa sih susah banget dibaikin "kesalnya


"tenang sayang,mungkin mbak mu buru buru semalam dia bilang kalau pagi ini dia ada meeting penting. "kata mas adit


"oke kali ini mungkin hari keberuntungannya,


"kita tidak boleh nyerah sayang, kita harus segera membuat mbak mu mati secara perlahan


"iya sayang "mila pun bergelayut manja dengan mas adit


"sayang bagaimana kalau kita sekarang berolahraga pagi


"ide bagus sayang,


sesampainya diruang kerja adit, mereka pun bergulat ranjang panas dipagi hari, walaupun beberapa assisten mereka pun ada yang melihat kemesraan mereka berdua, mereka acuh sebab mereka berpikir kalau mereka memang suami istri


dan mereka tidak mengetahui status dinda dirumah ini


*****


"ayo sayang ugh.. ugh.. pelan pelan mas. "kata mila


"iya sayang ini sudah pelan kok tahan sayang


"ugh, ugh nikmat sekali mas..


"ya sayang bentar lagi hampir sampai sampai ujungnya


"ugh.. ugh


"ugh ugh pelan mas,


akhirnya permainan mereka pagi ini selesai


"bagaimana mas, apakah kamu puas dengan service ku ini

__ADS_1


"iya sayang aku sangat puas, hasratku memuncak tiada tara ketika bersamamu, berbeda dengan dinda yang tak pernah memuaskan diriku


"iya jelas donk racun itu sudah merusak hasratnya, dan dia akan merasa cepat lemas kalau bermain mas...


"oh begitu ya, pantas saja aku tak pernah merasa puas dengannya


"kalau begitu kenapa tidak kamu ceraikan saja dia mas, meskipun dia mbakku namun aku sangat membencinya aku menginginkan dia mati"amarah mila"


"kita lakukan secara perlahan sayang,, aku tak bisa langsung menceraikannya. karena aku belum sepenuhnya menguasai semua kekayaannya, jadi kamu bersabar ya sayang ini juga demi kamu kok"


"baiklah mas.. hahahaha rasakan dinda rasakan... "ucap mila


*****


malam hari


dinda baru pulang dari kantor ya dia lembur karena seharian ini begitu banyak sekali pekerjaan , keadaan rumah sepi dan sunyi tumben baru jam 7.30 kok sudah sepi banget kemana mereka berdua atau jangan jangan mereka sedang bercumbu...


tiba tiba bik surti datang dan menyambutku pulang


"saya lembur bik banyak sekali pekerjaan dikantor


"kelihatannya non dinda kecapean, bagaimana kalau bibi buatkan coklat hangat kesukaan non dinda" kata bibi


ya bibi surti memang sangat baik, dia yang telah merawatku dari kecil sampai sekarang apalagi orang tuaku kini telah tiada, bi surti selalu menyayangiku, bi surti sudah menikah namun belum mempunyai anak, dan dia merantau dari desa setiap 3bulan sekali ia pulang kampung untuk menemui suaminya,


"makasih ya bi, dinda mau mandi dulu ya, ntar bibi taruh aja minumannya dikamar dinda


"baik nona dinda


setelah itu aku pun langsung kekamarku,


kubuka knop pintu kamarku, dan aku tak melihat mas adit,


"kemana dia"gumamku


mungkin dia diruang kerjanya sedang bergulat...

__ADS_1


lalu aku pun bergegas membersihkan diri ini, "tok tok,, (bik surti yang datang)


non dinda ini coklat hangatnya, bik surti taruh diatas meja ya, "teriak bik surti


karena aku sedang ditoilet sehingga aku hanya mengatakan iya saja


lalu setelah selesai mandi dan memakai pakaian tidurku aku pun meminum coklat hangat buatan bi surti


"lezat sekali coklat panas ini, "gumamku


namun setelah itu aku penasaran dengan mas adit lalu aku pun mencari keberadaannya,


"sayang " aku mengetuk ruang kerja mas adit


namun tak kunjung dibuka, kuputar knop pintu tenyata tidak terkunci.


aku terkejut setelah kubuka pintunya terlihat mas adit terbaring lemas dan tidak menggunakan bawahan, melihatnya begitu membuatku ingin tertawa,namun tak sopan rasanya jadi ya aku harus menahan tawaku ini,


"apa yang terjadi mas? kenapa kamu seperti ini? dan ada apa dengan paha dan kelaminmu mengapa seperti ini"aku memasang wajah sedih


bubuk itu benar benar ampuh, kulit mas adit pun sampe melepuh dan mengeluarkan cairan nanah


"aku nggak tau sayang kenapa tiba tiba begini, ntah kenapa malam ini selangkanganku gatal sekali, aku menggaruknya malah semakin gatal sampai aku lemas begini


"kamu tunggu sebentar, aku akan panggilkan dokter,? ucapku berbohong


kamu tunggu yang sabar ya...


aku mengambil ponsel dan berpura pura menelponnya


"dokter akan segera datang, kamu sabar ya mas, oh iya aku lupa mau bilang sama kamu, kalau malam ini aku ada pertemuan aku dan pak edward akan menemui rekan bisnis jadi aku harus pergi karena ini merupakan proyek besar mas. "dustaku


nanti biar mila aja yang merawatmu dan tutup lukamu itu sampai dokter datang" lanjutku


adit terkejut mendengar penuturanku


"kamu kok tega ninggakin aku yang sedang sakit begini, kamu malah mementingkan pekerjaan" ucap adit

__ADS_1


__ADS_2