
Pov:Cindy
ku kira rencanaku akan berjalan lancar, ternyata sial kedatangan brian membuat rencanaku akan gagal.
sebelum brian menemukan rara aku harus bersembunyi dan membawa senjata
untuk berjaga jaga
'Degh..
aku tersentak mendapati brian yang sudah berada dibalik pintu
"mau kemana kamu"ucap brian padaku
"ternyata kau adalah wanita licik itu ya,"
sial dia mengetahui identitas asliku,aku harus keluar dari sini,sebelum david dan edward datang kemari,
"mau kemana kau ha? Ujar brian menatapku dengan tatapan kesal.
aku menarik senyum"biarkan aku lewat,kau jangan menganggu misiku,kau bukanlah tandinganku,"ucapku
"kembalilah ke sel mu wanita rubah,jangan pernah kau perlihatkan tingkah bodohmu itu"ucap brian dengan kesal
Tak butuh waktu lama,aku mengabaikan mereka dan mencoba pergi
Berhenti atau kau akan ku tembak"ujar brian sembari menodongkan pistol kearahku
__ADS_1
jarakku dengan pistol itu hanya sejengkal,
kulihat rara pun mendekat kearahku,
tak ada cara lain,aku harus menyerang mereka,sebelum edward dan david kemari
dua lawan satu,bukanlah hal yang sulit bagiku sebelum rara menarik pelatuk pistolnya,aku menangkis kuat lengannya,
Sehingga membuat pistolnya terjatuh kelantai.
pertarungan ini hanya memakan waktu beberapa menit,dan aku berhasil melumpuhkan mereka berdua.
kuikat mereka berdua dengan saling membelakangi,bibir rara berdarah ia menatapku dengan tajam
"dengar cindy,aku tahu maksud kau mengelabuhi kami,ku peringatkan padamu,jangan sampai kau mencelakai kakak iparku,yaitu dinda
"Benarkah!!! Kau bahkan saat ini saja tidak bisa menyentuhku sedikit pun."ucapku meledek rara
rara mengertakan giginya, sepertinya ia marah padaku,
tak ingin berlama lama,ku ambil kunci mobil dan ponsel milik rara, lalu mengambil hodienya yang tergantung dikursi
aku menggunakan hodie dan masker miliknya,seraya melakukan penyamaran,sebab fostur tubuhku dan rara hampir mirip
aku berjalan keluar dengan kepala tegak dan dengan rasa percaya diri,agar para keamanan tidak mencurigaiku,dengan santai aku menuju mobil rara, dan melajukan mobilnya,dengan senyuman kutunjukkan untuk awal kemenanganku.
kuhentikan mobil diseberang kantor dinda,kurogoh ponsel didalam saku celanaku, lalu mengirim pesan pada dinda,untuk bertemu,ku yakin saat ini pasti dinda masih berada dikantor
__ADS_1
"(dinda,bisakah kita bertemu,apakah kau sedang sibuk?)
tak lama kemudian dinda membalasnya
"(tidak,ada apa ra?)
"(ada yang ingin kukatakan din,sangat penting,sekarang aku ada didepan kantormu?)
"(baiklah aku akan menemuimu sebentar.)balasnya
15menit kemudian,aku melihat dinda keluar dari kantor
ku jalankan mobil dan memutar jalan untuk menghampirinya,mobil berhenti tepat didepannya,dinda mengetuk jendela,kemungkinan ia berpikir bahwa aku adalah rara,Sebab aku memakai hodie dan maskernya rara,
kubuka pintu mobilnya untuknya,tanpa curiga dinda maauk kedalam,
"tumben amat lo ra mau kete-",,,"ucapnya terhenti ketika ia menatapku,dinda membeku matanya melotot,rupanya ia cepat sadar juga.
"Si-siapa kamu??"ucap dinda
Dinda berbalik meraih handle pintu ia ingin keluar.
"tack" tanganku memukul tengkuknya,membuatnya seketika tak sadarkan diri.
"Dasar Bodoh!!! Wanita ****** ini harus kumusnahkan!! Ucapku seraya menjalankan mobilku menuju tujuanku,
namun aku harus singgah sebentar ke toko untuk membeli perlengkapan seperti gunting,karung,tali,dan lakban tak lupa karung karna aku tak memiliki uang lagi,aku pun mengambil uang didompet dinda,disaat bersamaan suara dering ponsel dinda
__ADS_1