
Edward langsung mematikan ponselnya lalu ia buru buru berlari menemuiku,edward segera membuka pintu
lalu dia memegang wajahku" apa kamu baik baik saja?tanyanya khawatir
aku hanya diam tidak menjawabnya, lalu ia bergegas merangkulku mendudukannku disofa ia segera menutupi dadaku yang terbuka
"tenanglah, apa kamu baik baik saja" tanyanya khawatir
aku menggeleng pelan
"a-aku takut, adit sudah gila dia memaksaku dan hampir menyentuhku dengan tangan kotornya,"jawabku dengan gemetar
edward mengepalkan tangan kemudian ia duduk disampingku sembari memelukku
"kamu tenangkan dirimu,kamu aman sekarang,Jangan takut aku ada disampingmu
"ucap edward
edward memegangi pipiku seraya berkata" saya akan menjagamu,lebih baik malam ini kamu tinggal disini dulu,"
aku pun mengangguk mengiyakan
lalu ia memintaku untuk beristirahat dan tidur dikamarnya sedang dia tidur disofa ruang tamu
*****
Pagi hari aku terbangun,
semalam edward menyuruhku memakai kemejanya yang lumayan besar dibadanku, karena pakaianku sobek dan ia pun tak memiliki baju wanita, aku masih teringat kejadian semalam, benar benar menyeramkan adit sungguh keterlaluan, aku melirik tas hitamku yang kubawa , ada beberapa foto perselingkuhannya yang kusimpan dalam tas hitamku ,aku berencana ingin menyerahkannya pada nopri sang pengacaraku sebagai bukti perselingkuhan suami dan adik kandungku agar mempercepat proses perceraianku
ku langkahkan kaki ku untuk keluar kamar,
"Kamu sudah bangun? Tanya edward yang melihatku keluar kamar, dia terlihat sedang menyiapkan sarapan, aku menghampirinya dan duduk dikursi
"saya sudah membelikanmu baju ganti, pakailah setelah mandi. Ia memberiku paperbag
aku mengangguk mengerti.
tiba tiba bel pintu berbunyi , karena edward sedang sibuk menyiapkan sarapan,maka aku pun berinisiatif membukanya,aku mengintip dari lubang pintu apartemen,ada seorang wanita cantik menunggu diluar mataku terbelalak melihat wanita itu ,ya dia wanita waktu itu bersama edward yang pernah ku lihat., bukankah itu kekasihnya?
__ADS_1
aku pun gelagapan
"mas gawat" teriakku berlari menghampirinya
"ada apa? Tanya edward
"kekasihmu ada diluar? Aku harus segera bersembunyi ," tanpa pikir panjang aku bersembunyi dikolong dapur
edward menatapku penuh heran dan mengerjitkan dahi nya dan ia menaikan sebelah alisnya,
"aku bersembunyi disini saja cepat pergi sana! Usirku
edward berdiri dan pergi untuk membuka pintu,kudengar langkah kaki hils wanita itu masuk
"lama banget,ngapain aja sih? ucap wanita itu dengan kesal.
namun edward tiba tiba muncul didepanku, wajah dinginya yang begitu mengagetkanku
"ngapain kamu disini?pergilah nanti ketahuan"usirku berbisik
edward hanya tersenyum dan menarik tanganku keluar.
tamatlah aku,pasti wanita ini akan salah paham"pikirku memejamkan mata
edward semakin menarik pinggangku dan merangkul
"biarkan saja dia salah paham? Bisik edward"
"jadi karena ini kak, kau memanggilku pagi pagi.apa dia calon kakak ipar? Tanya wanita itu
"ehem, Rara kenalkan ini Dinda lalu Dinda kenalkan dia Rara adik sepupuku
dia anak dari adikknya almh.ibuku satu satunya
aku terkejut luar biasa ...
wanita itu tersenyum ramah padaku dan menyapaku
"hai dinda, aku rara calon adik iparmu"ucapnya melambaikan tangan sepertinya ia orang yang ramah
__ADS_1
"eh y-ya?"
"ganti bajumu segera din, lalu kita sarapan bersama."ucap edward
aku mengangguk sembari menuju kamarnya.
setelah beberapa menit berganti baju aku pun keluar bergabung dengan mereka dimeja makan
"Dinda aku sudah mendengar cerita dari kak edward, tentang perselingkuhan suami dan adikmu, sungguh brengsek sekali merek,untung saja kau sudah tahap penceraian dengannya," ucap rara dengan nada kesal
"bagaimana rencanamu selanjutnya din, apa kamu akan kembali kerumahmu"tanya edward
"ya aku akan kembali, bagaimanapun itu rumahku, bukan aku yang harus keluar melainkan mereka.untuk itu aku pun sekarang harus berhati hati disana nantinya untuk jaga diri" jawabku sambil mengunyah nasi goreng
"bagaimana kalau rara tinggal denganmu? saran edward
"uhuk !! Aku tersedak mendengarnya. Maksudmu bagaimana? Tanyaku
"benar,kalau aku ikut denganmu tinggal disana, aku akan menjagamu,kau tahu aku ini mantan atlet bela diri
"benarkah ? Wah luar biasa ...tapi tidak perlu aku tidak ingin merepotkanmu" tolakku
aku melirik edward disampingku" kamu yang meminta tolong adikmu untuk menjagaku?
"benar. Apa kamu keberatan? Tanyanya tanpa dosa
"ta-tapi mas?
"please dinda,ini demi untuk melindungimu
"ucap edward serius
"tenang saja dinda, aku tidak merasa terepotkan kok, aku malah sangat senang bisa mengakrabkan diri dengan kamu,jadi terima saja!"ucap rarra
aku hanya mengangguk mengiyakan
"good girl, thankyou...
ucapnya mengedipkan mata padaku
__ADS_1