Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab.50


__ADS_3

Ketukan pintu mengalihkan perhatianku seorqng pelayan dengan sopan masuk ke kamarku


"nyonya muda, ada tamu mencari nyonya muda."lapor pelayan.


"baiklah,bilang padanya tunggu sebentar."titahku


"edward" sapaku


ia sedang duduk disofa dan tersenyum lagi lagi ketampanan yang luar biasa tuhan ciptakan,aku mengatur detak jantungku yang berdebar


ia berdiri menyambutku" hy manis" ucap gombalnya membuatku tersenyum


"ayo kita pergi sekarang? Ajakku mengalihkan


kami berjalan keluar bersama,edward membukakan pintu mobil untukku, aku tersenyum dan masuk kedalamnya.


"memangnya kita mau pergi kemana?tanyaku pada edward ketika didalam mobil.


"Ke suatu tempat."edward menjalankan mobilnya


..........


setibanya kami dirumah kecil


edward membukakan pintu mobil untukku


aku terkejut rumah ini telah dihiasi aneka lampu warna.


edward mengulurkan tangannya,lalu aku mengandeng tangannya


langkah demi langkah kami menuju pintu rumah kecil,lalu ia menyuruhku membuka pintunya


'ceklek"


"Suprise"..

__ADS_1


Ssmburan kerlap kerlip dan sorakan semua orang membautku terharu,


rara,brian, dan david ada disini mereka menyambut kedatanganku


"Dinda!! akhirnay kau datang" ucap rara memelukku. Aku menutup mulutku tak mampu menyembunyikan rasa terharu sekaligus bahagia


tapi aku binggung sebenarnya hari apa ini


"mas kejutan apa ini,aku kan tidak berulang tahun ?? Ucapku bingung


edward melirik brian, brian langsung menarik tirai didepanku sebuah bunga besar berbentuk hati dihiasi lampu kerlap kerlip dan bertulisan "Will You Marry Me"


lalu edward meraih tanganku,ia berlutut


"jadilah pasangan hidupku,aku akan memberikan beribu kebahagiaan untukmu" ucap edward membuat jantungku berdebar mata ku berembun dan menetes


"haruskah aku menerimanya?apakah ini terlalu cepat?


"Terima !Terima! terima!!!! Sorak riuh brian rara dan david.


"aku sungguh ingin menikahimu dinda,aku mohon jangan menolaknya lagi." ucap edward


aku melirik semua persiapan yang telah mereka siapkan untukku,tak mungkin aku membuat mereka kecewa, meskipun aku masih trauma akan pernikahanku yang kemarin,namun aku mencoba untuk yakin


"ya, aku mau.." ucapku


Mata edward melebar ia berdiri dan tersenyum gembira menatapku 'su-sungguh" tanyanya,dan kujawab anggukan. Edward langsung memelukku erat''terima kasih sudah menerimaku" ucap edward dalam pelukannya.


aku pun membalas pelukannya. Semua orang bertepuk tangan untuk kami.


Edward melonggarkan pelukannya,ia meraih punggung tanganku lalu memgecupnya"aku akan membuatmu bahagia,aku janji padamu" ucap edward menatapku dengan tersenyum.hatiku berdebar mendengar janjinya


rara pun memdekat dan mengucapkan selamat untuk kami''cepatlah menentukan hari pernikahannya,jangan lama-lama" ucap rara


"tenang,besok aku akan melamarnya,lalu satu minggunya kami akan menikah,aku tak ingin membuang waktu terlalu lama" ucap edward dengan semangat

__ADS_1


"tapi mas,kau tahu aku baru saja bercerai, dan aku harus menjalankan masa idahku selama 3bulan terlebih dahulu,sebab aku harus memantapkan hatiku untuk menjalin hubungan yang baru.


jadi aku mohon untuk waktunya


edward menghela nafas"tidak masalah dinda,yang terpenting kau telah menerimaku, namun bisakah kita bertunangan dulu minggu depan


"bertunangan?


"iya,bukti kau adalah calon istriku,untuk menghindari lebah yang ingin mengejarmu"ucap edward


"baiklah,namun kita harus memberitahukan bibi terlebih dahulu,sebab ia yang ku punya sekarang,jadi kita harus meminta izin padanya? Ucapku


"oke,besok kita akan mengunjungi bibi"ucap edward merangkul pundakku


"horeee..,aku akan mempersiapkan pernikahan kalian" ucap rara.


"ehem,jika selesai maka kita lanjut acara selanjutnya,"ucap brian


"maksudmu


"kita akan berdansa,lalu menikmati makan malam" ucap brian.


seketika lampu redam, detik berikutnya lampu sorot menyinari aku dan edward


"mau berdansa"ucap edward mengulurkan tangan


"a-aku tidak bisa berdansa? Ucapku


"tenang,kau hanya mengikuti gerakanku saja"ucap edward.


Aku benar benar tidak pandai dalam berdansa


Sesekali aku menginjak kaki edward,tetapi edward tersenyum dan mengabaikannya. aku berkahayal merasa seperti putri dinegeri dongeng,bisa berdansa dengan seorang pangeran yang tampan" ucapku dalam hati


"apa kau memikirkan sesuatu"ucap edward

__ADS_1


"aku berasa sedang mimpi? Ucapku


"ini nyata sayang,aku akan membuktikannya.


__ADS_2