
malam ini rara mengajakku untuk makan malam bersama disebuah kafe. Ia mengajak kakaknya yaitu edward
aku berencana ingin mengajak mila, sebab rencanaku selanjutnya ingin mempertemukan mila dan edward, agar aku bisa melihat bagaimana perasaan mila jika sudah bertemu edward,apakah ia akan mengkhianati adit?
mila pun sangat antusias, ia telah mempersiapkan dirinya untuk bertemu edward
begitu pun aku,dikamar aku begitu sibuk memilih gaun yang akan digunakan malam ini, tentu rara yang membantuku memilih gaun yang tepat,
aku memegang midi dress
"bagaimana dengan ini? Tanyaku pada rara
rara menggeleng tandabtak setuju,
"lalu yang ini?
aku mengambil dress navy full payet.
"no! Tidak cocok"jawabnya
"lalu yang mana?"aku menghela nafas
"sulit sekali memilih gaun saja, hampir semua baju yang ku punya terkeluar,tidak ada yang cocok menurut rara
lalu rara pun beranjak pergi ke lemari memilah dan memilih salah satu gaun yang ada disana
"nah ,sepertinya ini sangat cocok dengan wajahmu yang imut " ucap rara
"oke biar kucoba" kataku mengambil gaun itu.
Beberapa menit kemudian, aku keluar memperlihatkan tampilanku pada rara
"Bagaimana? Tanyaku
"wow.. perfect! Warna maroon ini sangat cocok dengan kulit putihmu.
__ADS_1
aku tertawa kecil mendengarnya
rara menuntunku menghadap cermin."lihatlah penampilanmu?
"ya benar pilihanmu sangat bagus"aku memandangi pantulan diri ini
"sekarang make up, biar aku yang melakukannya" ujarnya penuh semangat,
rara membawaku duduk dimeja rias,aku hanya diam dan menunggunya selesai merias wajahku,hingga beberapa menit kemudian make-up nya selesai.
"wah lihatlah karya terbaikku" ucap rara
aku membuka mataku dan melihat cermin,senyumku mengembang melihat hasil
make-up nya
"ini sangat cantik,aku menyukainya " pujiku tulus
rara tersenyum" baguslah kalau begitu baik mari kita pilih aksesoris yang cocok untukmu
"bagaimana dengan yang ini? Kataku memegang kalung safir itu
"wow indah sekali kalung ini, ini sangat cocok dengan gaunmu.pakai itu saja" katanya
Ketukan pintu mengalihkan perhatian kami,rara pergi melihatnya.dari suaranya seperti mila
kulihat mila sudah berdiri didepan pintu kamarku,ia trerlihat glamour dengan perhiasan mewah dan mini dress hitam tanpa lengan,
"mila,tunggulah dibawah,tidak perlu menunggu disini" ucap ku dingin.
"hem baiklah mbak, oh iya bukankah ini pertemuanku dengan teman mbak jadi mbak ngga perlu berlebihan."ucapnya sambil tersenyum.
rara mendengus kesal"berlebihan! Coba kamu bercermin dulu sebelum berbicara,lihat penampilanmu itu,..." ucap rara
"sudah biarkan saja,lebih baik kita segera pergi,aku dan rara turun bersama diiringi mila dari belakang.kami pun pergi bersama dengan menggunakan taksi online,sebab aku tak ingin memakai mobilku jika ada pengkhianat ini,
__ADS_1
perjalanan memakan waktu setengah jam,
karena tempatnya agak jauh
"mbak kau serius mengajak temanmu diacara makan malam kita,
aku hanya diam tidak meladeninya
"mengapa diam saja mbak,?seharusnya mbak nggak perlu membawanya ,ini pertemuan sangat penting,orang luar seharusnya tidak boleh ikut."ocehnya melirik rara
aku tertawa ringan mendengarkannya
lalu menoleh pada rara " apa kamu tidak bilang siapa kamu?" tanyaku pada rara
"tidak, biarkan saja! Ucap rara
lalu aku hanya mengangguk
Sesampainya kami direstoran, mila buru buru turun dari taksi online lalu menyunggingkan senyuman lebarnya,ia membuka tasnya mengambil cermin untuk memeriksa makeupnya.
selanjutnya kami disambut oleh pelayan ketika memasuki restoran tersebut
"selamat datang nona-nona, mari lewat sini"ucap pelayan itu
kami memasuki ruangan itu pintu mewah itu terbuka,terlohat sosok pria tinggi menggunakan jas berdiri disana
"sudah lama menunggu,"tanyaku
edward menoleh matanya melebar menatapku
aku tersenyum,
"kakak,apa kau terpesona? Sahut rara
"benar, aku sedang terpesona apa kau membawa seorang putri ? Gombal edward
__ADS_1
mila terkejut melihat edward,