
Hari berganti seperti biasa,aku memutuskan untuk kerja hari ini.
"Rara , aku akan pergi kekantor hari ini, apa kamu mau ikut denganku ? Tanyaku yang telah bersiap.
"tidak, aku dirumahmu saja menjaga kamarmu, kamu berangkatlah kekantor dengan tenang" jawab rara
"oke, aku berangkat dulu ya,kamu hati hati dirumah"
tiba tiba mila datang menghampiri kami
"selamat pagi mbak ?? sapa mila
aku menatapnya sebentar dan mengalihkan pandangan.
"apa itu adikmu din?tanya ara belum sempat ku menjawabnya rara langsung bertanya lagi
"oh ternyata kamu yang bernama mila? Ketusnya
mila tersenyum "benar,anda teman mbak dinda ya kenalin nama aku mila
adik kesayangan mbak dinda,nama anda siapa? Tanya mila mengulurkan tangan
rara melirik mila sebentar
"din cepatlah ! Nanti kau terlambat ke kantor
ucap rara yang mengabaikan mila
"yaudah aku pergi dulu"aku melewati mila
__ADS_1
"hati hati ya" rara melambaikan tangan padaku kemudian langsung menutup pintu kamar
"Mbak mila tunggu,!! Kenapa mbak dan dia mengabaikan aku! Ucap mila menahan tangis namun aku tidak akan tertipu wajah polos menyedihkan itu hanyalah topeng saja
aku mendekati mila lalu berbisik " berhentilah bersandiwara mila seakan aku tidak mengetahui semuanya,
"apa maksud mbak? Ucapnya terkejut
aku tersenyum menanggapinya
"apa kau bodoh mila, kau tidak perlu bersandiwara lagi padaku?
mila pun tersentak atas ucapanku
"omong kosong apa yang mbak katakan? Apakah mbak sedang berhalusinasi?
"terserah kamu lanjutkan saja sandiwaramu itu"kataku menepuk bahunya
karena pertemuan panjang dengan klien, aku jadi pulang larut dari biasanya,kuharap rara tidak merasa kesepian menungguku
aku memasuki rumah dengan perasaan lelah
"mbak baru pulang? Tanya mila
ia sedang duduk disofa dengan satu kaki diatas meja
aku pun menghiraukannya
"tunggu mbak, lihatlah kaki ku mbak,memar sakit sekali. Ini semua gara gara teman mbak yang arogan itu,
__ADS_1
"maksudmu Ara?
"ntahlah siapa aku tak tahu, dia benar benar gila, dia membuatku jatuh dari tangga, mbak harus panggilkanku dokter dan mbak harus usir dia dari sini? Ucap mila
"tidak perlu memanggil dokter, hanya terkilir saja ,suruh pelayan mengompres kakimu"
jawabku santai
"ta-tapi mbak ini sangat sakit, apa kau tidak khawatir padaku? Tuturnya mengiba
"hubungan kita saja tidak sebaik itu untuk saling mengkhawatirkan mila? Sindirku
aku melanjutkan langkahku menuju kamar
aku mengetuk pintu kamarku lalu tak lama rara membukakan pintunya
"dinda kamu baru pulang?sambut rara
"hem.hari ini aku sangat sibuk ada beberapa klien yang cukup melelahkan
Ku taruh tasku diatas meja lalu aku bergegas membersihkan diri lalu merebahkan tubuhh diranjangku.
.......
pagi hari aku dan rara pun sarapan bersama tanpa menghiraukan mila maupun adit, kami melahap sarapan kami, lalu setelah itu aku pamit pada rara untuk ke kantor
"aku pergi dulu kekantor, kamu hati hati dirumah ya' ucapku sambil berlalu meninggalkan mila dan adit
"baik aku juga sudah selesai. Dan kini akan kekamarmu ? Jawab rara
__ADS_1
"sayang apakah kamu tidak berpamitan pada suamimu ini? Tanya adit aku tidak menghiraukan ucapnya dan berlalu berjalan meninggalkannya
Sesampainya dikantor aku buru buru masuk keruanganku, banyak berkas menumpuk dimeja kerja ku, aku harus menyelesaikannya, kalau tidak bisa bisa aku akan lembur kembali, untung jadwalku hari ini tidak padat seperti kemarin,jadi aku bisa fokus mengerjakannya.