
******
akhirnya aku pulang ditemani rara
aku mengumpulkan keberanianku untuk melangkah masuk ,pintu rumahku terbuka,hanya pelayan yang menyambutku,tidak ada adit maupun mila
"mbak dinda,akhirnya kamu pulang? Ucap mila diatas tangga ia berlari turun menghampiriku
"mbak semalam ada perampok yang menerobos rumah kita
aku takut mbak"isaknya memelukku
"perampok? Aku melirik kanan kiri,Seperti tidak ada tanda tanda perampokan. Semua barang tertata rapi, apa mila berbohong?
aku pun melepaskan pelukannya
"apa ada barang yang hilang?"
mila menghapus air matanya yang mengalir, "ti-tidak ada yang hilang mbak, ha-hanya saja mas adit ditarik paksa dandi pukuli hingga babak belur,
"kenapa orang orang itu memukuli adit? Lalu kau bagaimana?
"aku dan semua pelayan aman kak, orang orang berbaju hitam itu hanya memukuli mas adit lalu pergi , ayo mbak kita laporkan saja pada polisi, kasihan keadaan mas adit" bujuk mila
"jika tidak ada yang hilang maka tidak perlu dilaporkan,mungkin orang itu punya masalah pribadi dengan adit, mungkin saja depkolektor gitu, "ucapku acuh
"ta-tapi mbak???
"sudahlah,aku sedang sibuk sekarang"potongku berlalu pergi bersama rara
mila hanya berdiri mematung ditempatnya
.....
aku menhgajak ara masuk kedalam kamarku, terlihat sangat berantakan karena pertengkaranku semalam dengan adit, lalu aku pun membereskan kamarku.
"maafkan aku,kamarku jadi berantakan sebab pertengkaran semalam"ucapku
"mengapa pelayan tidak membersihkannya?
"tidak, karena mereka tidak berani masuk ke kamarku atas izin dariku dan pengawasanku
__ADS_1
sejak kepercayaanku dirusak oleh pelayan lama, sulit bagiku untuk 100% percaya pada orang orang rumah.
"kalau begitu, bolehkah aku menjadi orang pertama yang kamu percayai dirumah ini
"tentu saya" jawabku sambil tersenyum
rara pun membantuku membereskan kamar,lalu ia meminta izin untuk menyusun pakaiannya dilemariku
aku pun mengizinkannya
'
'tok! Tok...
suara ketukan pintu
rara pun membukakan pintu kamar
"iya?" ucapnya sesudah membuka pintu
"siapa kamu? Mengapa kamu dikamar istriku?
tanya adit pada rara
"ada apa? Tanyaku
aku terkejut melihat muka lebam adit dan tangannya diperban ringan.
"kamu sudah pulang sayang,bisakah kita bicara sebentar, ada yang ingin kukatakan?
"katakan saja disini! Sahut rara
adit melirik rara dengan ramah
"nona cantik,aku ingin berbicara dengan istriku, tolong kamu pergi dulu.?
"tidak bisa kami sedang sibuk"jawab rara langsung menutup pintu dengan kencang
"jadi itu suamimu, tampang pas pasan!
apakah kamu dulu mengidap sakit mata dinda, saat memilihnya ? Tanya rara lagi membuat kami tertawa
__ADS_1
"hahahha,mungkin saja! Jawabku
malam harinya,aku mengajak rara untuk makan malam bersama,
"jangan beri aku sayur,aku tidak suka" ucap rara
"oh baiklah...
ditengah makan malam kami. Adit datang mengampiri kamu,aku melihatnya tanpa memperdulikannya
adit duduk disampingku ia menatap dan memanggilku untuk bicara,namun aku tetap mengabaikannya
lalu berdiri setelah selesai makan
"dinda,sampai kapan kamu terus mengabaikan suamimu ini? Tanya adit menaikan suaranya
"Sialan "teriaknya melempar piring sayur ke arahku
aku terkejut, untung saya ara cepat menarikku
"apa yang ingin kau katakan?tanyaku tenang
"setelah aku melemparkan piring baru kau menghiraukanku,apa aku perlu melempar semua barang dirumah ini? Kata Adit sambil tersungging
"jika tidak ada hal penting yang kau sampaikan ,aku akan pergi,
"kau benar benar berubah istriku. Haha kau bahkan selalu mengabaikan suamimu ini, semalam saja kau tiba tiba lari dan pergi , apa mungkin ini semua rencana mu yang menyuruh orang orang semalam menghajarku?benarkah ! Teriaknya dengan emosi
aku hanya tertawa kecil,"kau menuduhku tanpa bukti?
"sudah jelas,mereka datang tidak berapa lama saat kamu pergi, bahkan pagi ini kau tidak kaget melihat keadaanku
kau keterlaluan dinda, mengapa kau hanya diam saja tanpa melaporkan orang orang itu kepolisi?
"kau pikir aku peduli? Kenapa tidak kamu saja yang melaporkannya?mengapa harus aku,? Aku melipat tanganku sembari berkata santai lalu pergi berjalan kekamar meninggalkan adit
rahang adit mengeras dan terlihat menahan emosi "Dinda,Berhenti!!! Teriak adit
atau kau akan ku Ceraikan "
aku terhenti sesaat kemudian berkata tanpa menoleh
__ADS_1
"lakukanlah..." kataku kulanjutkan langkahku bersama rara
sedang adit terdiam membisu ditempat,