
Rindu mengajarkan kepada kita
Betapa besarnya untuk sabar menunggu
Dalam keheningan malam kusampaikan
Kutitip rindu kepada orang yang ku cinta
Sampaikanlah pesanku
Angin malam menambah suasana
Mengiringi langkahku menuju hatimu
Setiap hari aku merindukanmu
Disetiap tarikan nafasku
Teringat wajahmu
Sungguh aku sangat merindukanmu
Rindu ini tak selamanya bisa kupendam
Rindu ini semakin menggebu didalam hatiku
Aku ingin selalu dekat denganmu
Dan melepaskan semua kerinduanku kepadamu
Semoga kau disana merindukanku
Tolong sekali saja ingat denganku
Aku yang selalu ada disampingmu
Dan aku ingin kau menjadi bagian dalam hiduku
MALAM KERINDUAN
Malam ini sangat berarti bagi hidupku, dimana malam ini merupakan hari jadianku dengan sidia. Ya, dia adalah pacarku yang saat ini sangat jauh dariku. Namanya adalah Cintya. Ia saat ini sedang berkuliah di Yogyakarta, tepatnya di Universitas Gadjah Mada. Ia mendapat beasiswa karena prestasinya yang gemilang didalam bidang akademik, ia selalu meraih hasil sempurna.
Oh iya lupa, perkenalkan nama saya Fakhri, saya saat ini berkuliah di Universitas Pakuan Bogor. Aku terpisah oleh jarak dengan kekasihku, namun rasa ini akan tetap setia menunggu kedatangannya kembali. Aku merupakan orang yang sangat setia, aku tak ada niat sama sekali ingin mencari penggantinya, karena aku merupakan seorang laki-laki yang sangat sulit jatuh cinta. Dan hanya satu wanitalah yang bisa meluluhkan hatiku ini Cintya orangnya, dia berhasil merebut hatiku. Aku yang cuek, dan pendiam berhasil dilelehkan oleh hatinya dan sikapnya.
Pada saat masa SMA kami telah berjanji akan tetap bersama selamanya, namun dia pergi melupakan janji yang kita buat bersama. Namun aku memahaminya bahwa cita-cita dia ingin sekali menjadi seorang dokter. Dan akupun akan selalu mendukung apapun pilihanya walaupun itu berat.
Dan dia telah berjanji akan tetap setia dan menjaga hatinya. Namun muncul pertanyaan dalam hatiku
“Apakah dia akan tetap menjadi milikku”.
aku pun berusaha menghilangkan pertanyaan itu dalam hatiku. Karena aku yakin dan percaya bahwa ia akan kembali lagi kepada diriku.
Aku memandangi foto kita berdua disaat bersama dulu. Aku senyum-senyum sendiri, muncul kata
“Aku kangen masa-masa kita bersama dulu”, gumamku dalam hati.
Dan aku pun mengambil hp ku dan mengucapkan selamat Aniversery kita yang ke 3. Kita pacaran pada 24 November 2017.
“Selamat Aniversery yang ke-3 sayang semoga hubungan kita tetap langgeng meski terpisah jarak dan waktu. Tapi aku akan tetap setia menunggu kedatanganmu dan memeluk erat dirimu”, ujarku dalam chat.
Tak lama dia pun menjawab pesan wa ku dan membalasnya
“Sama-sama sayang, dan akupun akan tetap menjaga hatiku untukmu, dan hanya dirimu yang ada dalam hatiku sekarang ini”, Jawab Cynthia.
Aku pun meneleponnya dan mencurahkan berbagai macam pertanyaan yang ada dalam hatiku. Hingga pukul 10.00 wib. Aku pun mematikan layar handphoneku dan menatap tajam foto kita berdua.
Pada saat ini aku hanya bisa memandangi fotomu saja, aku tidak bisa dekat denganmu bahkan aku tidak bisa memelukmu. Hanya rasa rindulah yang tersimpan dalam hatiku. Betapa besarnya rinduku hingga aku merasa tak sanggup menahan gejolak rindu ini yang semakin menyakiti diriku. Hanya kata dan suara saja yang dapat menghilangkan semua itu walaupun hanya sejenak, namun aku bersyukur bisa mengendalikannya.
Aku membuka kunci layar handphone dan membuka file musik dan mulai pemutaran lagu. Sambil menemani rinduku ditengah keheningan malam disebuah taman. Aku mengikuti beberapa bait lagu, lagu ini yang mewakili perasaanku saat ini.
“Mungkinkah kita kan selalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan Kupeluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku
__ADS_1
Kau Kusayang, selalu kujaga
Takkan kulepas, selamanya
Hilangkanlah. Keraguanmu
Pada diriku. Disaat kau jauh dariku”.
****
Aku mengambil secangkir kopi desampingku. Dan mematikan layar handphone. Setelah aku menghabiskan secangkir kopi, aku beranjak masuk kedalam rumah dan menaruh kopi dan hp dimeja dan aku segera beranjak ke ruang tidur. Malam ini sangat berarti untukku. Aku menutup mata dan segera membuka mata untuk menyambut hari baru.
****
Aku bersiap menuju kekampus. Hari ini ada jam pagi dan ulangan harian. Aku harus datang tepat waktu dan tidak boleh telat ketika sampai disana sehingga aku tidak sarapan pagi. Aku berangkat ke kampus dengan menggunakan motor kesayanganku si merah. Motor ini telah memberikan kenangan antara aku dan dia. Motor ini mengingatkanku saat aku bersama dengannya dan kita selalu jalan bareng menggunakan motor ini. Aku bergegas dengan secepatnya namun dengan menjaga aturan dan tata tertib yang berlaku di jalan.
Setelah sampai aku lagsung menuju keruang kelasku. Disana telah ada seseorang wanita yang duduk dibangku ku. Akupun menghampirinya dan meminta pindah ketempat lain. Orang ini belum aku kenal sebelumnya mungkin anak
fakultas lain.
Kamu ngapain disini? tanya ku.
Mana hp kamu? pinta Dewi.
Gua nanya lu ngapain disini? tanya ku kembali.
Mana dulu hp kamu? pinta Dewi kembali.
Aku pun tak mau berdebat terlalu lama dan aku segera memberikan hpku kepadanya entah apa yang ingin dia lakukan terhadap hp ku. Aku membuka kuncinya dan memberikannya. Dia memgetikan sesuatu dihpku, entah apa yang ia lakukan. Setelah itu dia mengembalikan kembali hp ku yang ia pinjam.
Ini hpnya. Lain kali kalo mau minta nomor hp bilang aja! ujar Dewi.
Siapa yang minta nomor hp? kata ku
Dia pun langsung pergi tanpa menjawab pertanyaanku. Aku berteriak kepadanya.
“Dasar cewek aneh”, teriakku kencang.
Kemudian datanglah seseorang, Dion dan menceramahiku.
Gak bakalan gue suka sama cewek aneh kayak gitu. Lagipula gua akan tetap setia sama cynthia cinta pertama dan selamanya dan tak akan pernah tergantikan.
"Kalo ga mau mending buat gue. Boleh ga?" pinta Dion.
"Ambil gue ga suka sama dia!" perintah ku.
Tak lama berselang datanglah seorang bapak-bapak berkacamata, memakai baju hijau dan berdasi mendekati ruang kelas. Dia adalah dosen yang akan mengajari kami pada pelajaran hari ini.
****
Setelah selesai kuliah hari ini aku Dion, Rifki, Santi dan Michalle pergi ke cafe tempat kita nongkrong. Mereka adalah temanku dan Cynthia di SMA. Kita selalu berbincang-bincang mengenai masalah-masalah yang tak penting. Sampai-sampai gosip mengenai turunnya harga bakso di kampus. Mereka ini otaknya makanan semua. Akupun diam dan tak mau ikut-ikutan dengan gosip mereka yang receh.
Tiba-tiba datanglah seorang cewek cantik berambut hitam panjang, dan berkacamata, dia merupakan cewek aneh yang aku temui tadi dikelas. Dan sekarang dia dateng lagi menghampiriku.
"Aku boleh duduk disini?" tanya Dewi.
"Boleh silahkan saja", Ujar Dion mempersilakan.
"Lu ngampain si ngajak cewek aneh ini?" omelku pada Dion.
"Gak apa-apa kan biar akrab aja", kata Dion.
"Boleh kan Ri, aku duduk disini. BTW kita belom kenalan
loh?" pinta Dewi.
Cewek ini mengulurkan tangannya kepada diriku dan akupun membalas uluran tangan tersebut.
"Namaku Dewi Safitri Nama kamu Fakhri kan?"
"Lue udah kenal sama gua?"
"Udah lama kali. Lu yang selalu bikin puisi dan
quetes galau di sosmed kan?" ujar Dewi.
"Dia lagi galau ditinggal pacarnya" Ujar Michalle ikutan
__ADS_1
nimbrung pembicaraan mereka.
"Apa ansi ikut-ikutan ajaloh. Kayak diajak aja?"
"Jadi gimana boleh duduk dekatlu ga?"
"Terserah lu!" ujarku dengan tegas.
"Oh berarti boleh?"
"Ya gapapa duduk aja gue ga larang kok. Biaran si
Fakhri dia mah cuek gue yang izinin" Ujar Dion
menyambar pertanyaan Dewi.
Kemudian Dewi duduk disampingku. Aku merasa canggung dekat dengannya sehingga aku hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa dan aku mengeluarkan hpku dan mulai memainkan Mobile Lagend yang terakhir kali aku mainkan 2 hari yang lalu. Kemudian cewek ini berkata kepadaku mengenai kenapa pacarnya meninggalkanku. Aku menjawab dia ingin mengejar cita-citanya, jadi aku dukung yang penting aku sayang sama dia. ia pun mengangguk-anggukan kepala menandakan paham dengan yang aku ceritakan. Setelah itu kami terdiam hingga beberapa saat.
Kemudian dia mengeluarkan suara kearahku dan bertanya.
kamu besok ada waktu luang ga?
Gak bisa gue sibuk!
Bisagak kamu nemenin aku beli buku?
Oyolah besokkan hari minggu kan semua kegiatan libur!
Bisaya kali ini aja?
Dia memohon-mohon kepadaku untuk menerima tawarannya sambil didesak oleh teman-temanku kecuali Dion.
Ama gue aja. Gue bisa kok nganterin lu?
Gak usah gue maunya sama Fakhri aja!
Aku pun dengan berat hati harus menerima tawarannya. Aku tak sanggup mendengar ocehan teman-teman ku yang bawel ini.
****
Waktu telah menunjukan pukul 21.00 malam. Aku pun meminta kepada semua untuk pulang ke rumah masing-masing. Ketika semua teman-temanku sampai diparkiran aku melihat Dewi mengikuti aku.
Kamu ngapain ngikutin gue?
Gue boleh minta anterin pulang ga?
Gue ga bawa motor!
Terus lu kesini naik apa?
Tadi gue bareng temen dan dia udah pulang duluan. Masa lu tega ninggalin gue sendirian disini. Gue kan cewek masa malam-malam pulang sendirian. Kalo terjadi apa - apa sama gue lu mau tanggung jawab.
Apaansi lu. Iya-iya gue anterin lu pulang!
Dengan rasa iba aku mengantarkannya pulang sampai kerumah dengan aman. Ketika diperjalanan dia bertanya kepadaku
Boleh ga aku peluk kamu? Soalnya aku takut jatuh (sambil basa - basi)
Terserah?
Berarti boleh?
Yaudah aku peluk ya?
Tanpa menjawab pertanyaan dari Dewi aku tetap fokus ke jalanan untuk mengantarkan ia pulang kerumahnya dengan aman dan Dewi pun memeluk erat diriku. Aku tak tahu dengan jantungku mengapa ia berdetak dengan kencang sebagaimana dulu jantung ini berdetak ketika dekat dengan Cintya. Tapi aku harus tetap menjaga hatiku untuk Cintya karena aku tak mau menjadi cowok playboy. Aku ingin menjadi seseorang yang setia dan bisa membahagiakan pasanganku. Setelah sampai dirumah Dewi, aku disuruh mampir dulu kerumahnya sekalian pamit dengan orangtuanya.
"mau mampir dulu ga?"
Ga usah gue langsung pulang!
ga pamit ke papah mamah?
Gak usah nanti ganggu orang tua lu. Gue balik dulu ya?
Yaudah deh. Hati-hati dijalan ya!
Aku pun tak menjawab kembali pertanyaan dari Dewi dan langsung pergi kearah motor. aku bergegas pergi meninggalkan rumah Dewi dan ia langsung masuk kerumahnya.
__ADS_1