SUARA RINDUKU

SUARA RINDUKU
Part 11 | Hari Terakhir Di Yogyakarta


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, kemudian aku terbangun dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi, untuk sikat gigi dan cuci muka. Lalu aku melangkah melihat kembali barang-barang yang aku kemas kemarin malam, takunya ada yang ketinggalan.


Setelah itu aku bersiap untuk mandi, dan mengganti pakaian. Semua telah selesai aku lakukan akupun bersiap untuk chekout. Aku menuruni anak tangga, aku tidak menggunakan lift, karena dengan alasan aku ingin olahraga pagi dengan turun dengan tangga manual. Satu persatu aku lalui anak tangga, hingga tak terasa aku sudah berada dilobi hotel. Akupun menuju ke administrasi untuk melunasi biaya dan mengembalikan kunci kamar.


Setelah semua urusan dihotel selesai aku tidak langsung pergi, aku berjalan menuju kekosan Cynthia untuk melihat tempat tersebut untuk terakhir kalinya, tempat itu merupakan saksi perjuanganku menuju kedatangan cynthia.


Setelah aku sampai dikosannya Cynthia akupun mengenang kembali saat kemarin malam, waktu yang menyedihkan dan membuat hatiku terluka. Akupun berupaya untuk melupakan kejadian kemarin malam. Akupun fokus kembali untuk berpamitan dengan Cynthia. Aku tahu Thia sedang tidak ada dikosannya karena ada dikampus, jadi aku memutuskan untuk menuliskan surat untuknya.


Teruntukmu Cynthia.


Maaf ganggu waktu dan kebahagiaanmu, aku Fakhri ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.


Terimakasih untuk waktu yang telah kau berikan untukku


Terimakasih telah menemani hari-hariku


Terimakasih telah bersama namun akhirnya pergi


Aku akan selalu mengingat dirimu


Aku tak akan pernah melupakan kebersamaan kita dulu


Hal itu yang membuat indah hidupku


Terimakasih untuk sambutan yang menyakitkan


Aku selalu mendoakan dirimu


Jika kamu bahagia akupun merasa bahagia


Aku ikhlas melepasmu walau berat rasanya

__ADS_1


Aku memiliki dirimu tapi tidak dengan hatimu


Semoga kamu dan dia bahagia selamanya.


Hormat Ku,


Fakhri.


Surat yang ku buat telah selesai, akupun melipatnya dan menaruhnya di bawah pintu. Aku berharap Cynthia membacanya.


Setelah itu aku pergi meninggalkan kosannya Cynthia sembari mengucapkan


“Selamat Tinggal Cynthia kamu akan aku kenang selalu dalam hatiku, kamu adalah pacar terbaik dan terindah dalam hidupku”


Aku berjalan melangkah dengan lambat, berat rasanya meninggalkan Cynthia, berat rasanya menjauh darinya, walupun itu hanya satu hari.


****


Setelah aku makan, dan ternyata pemberangkatan masih satu jam lagi, jadi aku mengeluarkan handphoneku dan memutar film komedi di Iflix, hal ini aku lakukan agar aku tidak terus-terusan mengingat tentang Cynthia. Aku ingin sekali melupakannya.


Tak terasa waktu satu jam sangat cepat, akupun menghentikan film nya dan mematikan layat ponselku. Aku memasukan ponselku dan mengeluarkan tiket bisku. Akupun berjalan menuju ke bis yang mengantarku kembali kerumahku. Waktu yang ditempuh kurang lebih semalaman.


Aku duduk ditengah badan bis, yang berada pada kursi dua (2), pada awalnya aku hanya duduk sendiri, namun setelah lama aku duduk dengan seseorang, ia berwajah putih dengan bibir merah, mata bulat dan berambut hitam panjang, aku merasa grogi berada disebelahnya.


Perempuan tersebut mengajakku bicara dan aku menjawabnya dengan kata singkat, tepat dan padat, tidak berbelit-belit.


“Nama kamu siapa?”


“Fakhri” ujarku singkat dan tak berekpresi.


“Kamu kuliah?”

__ADS_1


“Iya”


“Dimana?”


“Di Universitas Pakuan kak”


“Kak kita seumuran kali, aku juga ngampus disitu, tapi aku ga pernah lihat kamu. Ngambil jurusan apa?”


“Manajeman”


“Owh Pantesan, aku jarang lihat kamu. Ini kamu ga mau tahu nama aku?. nama ku Tiara, salam kenal ya?”


Akupun mengangguk dan tak berkata apa-apa. Selama di perjalanan Tiara selalu mengajakku berbicara bahkan waktu aku untuk istirahat sejenak saja tidak ada. Cewek ini banyak ngomong sampai - sampai ga ada remnya. Tapi akupun mendiamkannya sebab ia berhasil menghilangkan rasa kangen ku dengan Cynthia. Dengannya aku melupakan Cynthia. Sampai-sampai aku merasa nyaman berbicara dengannya walaupun menyebalkan.


****


Malam hari aku mulai bosan, aku mengeluarkan Airpods ku dan mengkoneksikannya dengan ponselku. Akupun memutar lagu dari playlisku yang berada di Sportify. Tiba-tiba kepala Tiara bersender dibahuku, ternyata ia tertitur, akupun tak tega membangunkannya dan mendiamkannya. Akupun kembali fokus untuk mendengarkan lagu yang sedang aku putar.


Akupun merasa tenang dengan mendengarkan musik sehingga akupun tertidur. Selama perjalanan aku tertidur pulas.


****


Tak terasa pagi telah datang dan akupun sudah sampai diterminal.


Akupun terbangun, dan terlihat olehku Tiara masih tidur dibahuku. Akupun membangunkannya bahwa kita sudah sampai diterminal. Ia akhirnya bangun dan ia keluar duluan dari kursi.


Aku turun melalui pintu belakang sedangkan tiara berjalan keluar melalui pintu depan. Akupun menuju kejalan raya dimana aku telah memesan ojek online. Akupun pulang menuju rumahku dengan hati yang hancur.


****


Setelah sampai durumah akupun langsung menuju ke kamarku, aku menaruh barang bawaanku di bawah tempat tidur. Akupun membaringkan tubuhku ditempat tidur. Aku merasa apa ini adalah akhir cerita cintaku dengan Cynthia yang berakhir menyakitkan seperti ini.

__ADS_1


Akupun berusaha tak mengingatnya kembali. Sehingga akupun kembali tidur dengan nyaman dan nyenyak. Hal ini aku lakukan agar aku tidak terus - terusan memikirkan Cynthia karena dengan memikirkan kejadian malam itu hatiku merasa sakit. Aku merasa cemburu kekasihku dicintai dan ditembak langsung dihadapanku. Akupun tak habis pikir tentang hal tersebut. Dalam hal ini aku masih pacarnya tapi ia ditembak orang lain bagaimana hatiku tak hancur mendengarnya.


__ADS_2