SUARA RINDUKU

SUARA RINDUKU
Part 24 | Pataka Dalam Persahabatan


__ADS_3

Setelah puas kejar-kejaran dan bermain eskrim. Aku dan Cynthia kembali duduk di kursi putih. Aku meminta tisue pada Cynthia. Untung saja ia bawa tisue, sebab di muka ku ada eskrim. Ia memberikan tisue tersebut kepadaku, yang ia ambil dari tas miliknya.


Setelah membersihkan wajahku. Begitu juga dengan Cynthia. Lalu Cynthia menyenderkan kepalanya ke bahuku. Begitu kangennya aku dengan senderan ini. Sudah lama aku tak merasakannya. Biasanya Cynthia menyenderkan kepalanya dibahu ku sambil bercerita tentang permasalahan yang dihadapinya. Sebagai pendengar yang baik aku mendengarkan dan memberikan bahuku padanya. Kapanpun dan dimanapun. Biarpun dikala sedih kau boleh meminta ku hadir untuk kau bersandar di bahuku.


****


Terlintas kembali dipikiranku. Siapakah orang yang mengirimkan foto kepada Cynthia.


Tak lama akupun melepaskan sandaran kepala Cynthia dari bahuku. Ada sesuatu yang janggal dalam hidupku. Aku masih penasaran dengan orang yang pernah membuat hubungan kami rusak karena sebuah foto. Akupun mengajukan pertanyaan pada Cynthia.


“Tunggu deh, aku masih penasaran sama orang yang kirim foto sama kamu. Emangnya siapa sih?”


“Kamu mau tahu?” tanya Cynthia.


“Iya. Malahan mau banget”, ucapku.


“Yang kirim foto kamu berduaan sama cewe lain adalah Dion!” ungkap Cynthia.


“Apa?” tanyaku tak percaya dengan nada suara tinggi.


“Emangnya kenapa?” tanya Cynthia.


Akupun tak menjawab pertanyaan Cynthia tersebut. Aku pun merasa emosi dan mengepalkan tanganku. Aku tak sangka sahabatku sendiri yang menusuk ku dari belakang. Orang yang ku percaya ternyata menghianati ku.


Akupun langsung berdiri dari kursi dan menuju tempat keberadaan Dion. Biasanya ia sedang kumpul bersama sahabatku di rumah pohon, yang kami buat bersama untuk tanda persahabatan.


“Kamu mau kemana?” tanya Cynthia bingung.


“Samperin Dion!” ucapku dengan tegas.


“Untuk apa?” tanya kembali Cynthia.


“Minta penjelasan darinya”, jawabku dengan nada cepat.


“Kamu datang kerumah Santi. Nanti kalo urusanku udah selesai, aku ke sini lagi jemput kamu!” perintahku pada Cynthia.


Akupun berjalan melangkah menuju ke parkiran motorku dan membiarkan Cynthia sendirian.


“Fakhri tunggu!” panggil Cynthia untuk memberhentikan langkahku.


Akupun langsung pergi tanpa berlama-lama lagi dan tak menghiraukan panggilan Cynthia. Aku pergi mengendarai motor dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di tempat Dion.


“Kayaknya Fakhri bakalan berantem sama Dion. Mending aku susul aja daripada nanti kenapa-napa. Ya, Aku harus susul Fakhri!” gerutu Cynthia bicara dengan nada khawatir pada ku.


****

__ADS_1


Akhirnya aku sampai juga dirumah pohon. Aku langsung turun dari motor dan menaruh helm. Telah nampak dari pengelihatanku sosok Dion yang menjadi penyebab hubunganku menjadi rusak, karena ulah-Nya. Aku tak tahu kenapa ia tega melakukan ini kepada sahabatnya sendiri.


Dengan rasa yang penuh emosi, aku mengepalkan tangan ku dengan erat. Kemudian aku berjalan menuju ke arah Dion.


****


Setelah sampai dihadapan Dion aku langsung memegang kerah atas bajunya. Semua orang terkejut dengan apa yang aku lakukan.


“Tegalu ya nusuk sahabat lu sendiri!” ujarku padanya dengan emosi.


“Apaan sih luh. Lepasin gua!” perintah Dion.


“Lu jawab pertanyaan gue. Apa bener lu yang kirim foto gue berdua sama Dewi ke Cynthia?” paparku menjelaskan.


Dewipun yang berada disini terkejut karena ia terbawa dalam masalahku ini.


“Iya bener, gue yang kirim”, ungkap Dion.


Akupun tak bisa menahan emosi, hingga aku memukul Dion. Ia pun membalas pukulanku dan kembali menyerang ku hingga luka di bagian bibir ku. Akupun kembali membalas serangan tersebut. Rifki mencoba untuk memisahkan kami berdua namun tak berhasil. Semua perempuan pun membantu Rifki yang kewalahan memberhentikan pertarungan kami berdua.


“Fakhri berhenti!” perintah Cynthia yang baru saja datang dan langsung menghampiri pertarungan antara ku dan Dion.


Akupun berhenti untuk bertarung dengan Dion. Dan mengalihkan pandanganku menuju ke arah wajah Cynthia.


“Dia yang udah rusak hubungan kita. Biar aku kasih pelajaran dia!” ucap ku.


“Kamu tidak boleh barentam sama sahabat kamu sendiri. Dari kecil kalian semua selalu bersama..”, kata Cynthia menasihati.


“Sahabat macam apa yang nusuk sahabatnya sendiri”, selaku memberhentikan ucapan Cynthia.


“Kamu tenag dulu, kita bisa bicaraan ini baik-baik!” pinta Cynthia.


“Bener tuh”, kata Santi.


Dion yang terbaring di tanah kemudian berdiri. Ia kemudian berkata


“Lu ngambil sesuatu yang sangat berarti buat gua. Itu sebabnya gua ngancurin hubungan lu sama Cynthia biar merasakan apa yang gue rasa selama ini”, ungkap Dion menjelaskan penyebabnya.


“Gue ambil apa dari lu?” tanyaku yang bingung dengan ucapan Dion.


“Iya apa?” kata Cynthia.


“Lu ambil Dewi dari gue...”, ujar Dion.


“Gua ga ada perasaan apa-apa dengan Dewi”, ujarku dengan jujur dari dalam hati.

__ADS_1


Dewi kemudian melirik kearah ku. Dan kemudian termenung dan menunduk. Sebenarnya aku tak mau menyakiti perasaannya namun aku harus memperjelas semuanya agar segera selesai. Dan agar nantinya tidak menyakiti perasaannya lagi.


“Iya gue tahu. Tapi Dewi sukanya sama lu bukan sama gue!” terang Dion dengan emosi.


Aku hanya bisa diam dan duduk di sebuah bangku yang terbuat dari batang pohon. Pertarungan pun akhirnya berakhir.


Cynthia kemudian menghampiri ku dengan membawa kotak P3K. ia kemudian memegang daguku untuk menghadap ke arahnya.


“Kamu berdarah sinih aku obatin dulu biar tidak infeksi nantinya!” perintah Cynthia padaku.


Akupun menurutinya dan membiarkan Cynthia mengobati luka yang ada di bagian kiri bibirku.


****


setelah selesai Cynthia mengobati lukaku. Maka aku langsung berdiri dan mengulurkan tanganku.


“Mau kemana?” tanya Cynthia.


“Aku mau nganterin kamu pulang!” perintahku.


“Tapi aku ga mau pulang” tolak Cynthia


“Yaudah kita ke danau aja!” kata ku mencari tempat lain.


****


Di Danau


Aku dan Cynthia duduk di kursi yang mengarah ke danau.


“Kamu kenapa kayak gituh?” omel Cynthia singkat.


“Seharusnya kamu maafin aja Dion. Dia kan ga salah dia cuman cemburu aja karena orang yang dia suka ternyata sukanya sama orang lain”, kata Cynthia menasihati.


“Aku ngelakuin ini karena aku sayang sama kamu. Aku ga bisa jauh dari kamu”, ujarku menjelaskan.


Kata-kataku berhasil memberhentikan Cynthia agar tidak marah-marah lagi kepadaku. Aku tahu bagaimana cara meluluhkan hatinya Cynthia, aku paham betul sifatnya.


****


Aku dan Cynthia kemudian berdiri dan berjalan menuju ke motorku. Aku memakaikan helm di kepala Cynthia. Kemudian aku menaiki motor dan begitu pula dengan Cynthia. Aku ingin mengantarnya pulang kembali ke rumahnya.


Cynthia memeluk tubuhku dengan erat. Kemudian aku menyalakan motorku dan kemudian menjalankannya. Hari yang selalu aku rindu bisa memboncengi kembali Cynthia setelah sekian lama kita tak duduk berdua dalam jok si merah.


****

__ADS_1


__ADS_2