
Hari ini suasana sangat cerah secerah hatiku. Sebab hari ini adalah hari pertama magang. Tak terasa sebentar lagi lulus dan mendapat gelar sarjana. Kurang lebih waktu aku magang adalah 2 bulan. Dan akhir januari atau awal februari aku sudah selesai dan menyelesaikan tugas selanjutnya.
Aku mengenakan pakaian kemeja putih berdasi merah dan sepatu hitam. Sebelumnya aku sarapan terlebih dahulu.
Setelah selesai sarapan aku langsum mengambil tasku dan melangkah keluar rumah. Aku mengunci pintu dan menaruh kunci tersebut diatas pintu. Setelah itu aku berjalan ke motorku yang telah ku taruh didepan halaman rumahku.
Aku langsung pergi meninggalkan rumah untuk menuju ke kantor tempat aku magang.
Aku merasa hari ini sangat bahagia dan aku sudah tak sabar mengejarkan tugas-tugas pertamaku. Akupun berpikir
”Kalo udah magang pasti enak. Punya uang sendiri, kerja ga terlalu berat, pasti membahagiakan” guamamku dalam hati dengan penuh kegembiraan.
Akupun kembali fokus pada jalan. Sangking semangatnya aku bisa melupakan cintaku terhadap Cynthia dan aku tak memikirkannya lagi. Kegembiraan ini menolongku terhadapa lamunan.
****
Setelah lama mengendarai motor, akhirnya aku sampai di kantor tempat aku magang. Akupun merapikan pakaian ku terlabih dahulu dan menggunakan parfum. Takut bau nya hilang karena terkena angin saat perjalanan.
Akupun langsung masuk dan menyapa satpam yang sedang berjaga didepan pintu masuk kantor.
“Pagi pak!” sapaku pada pak satpam yang tengah berjaga.
“Pagi juga!” jawab pak satpam kepada salamku.
Akupun langsung ke ruangan HRD untuk menemuinya kembali dan mengetahui dimana posisiku bekerja. Aku mulai grogi jika bertemu bapak-bapak itu. Wajahnya terlihat seram dan sifatnya tegas. Menurut informasi yang aku tahu dari para karyawan, bahwa bapak itu tidak suka dengan orang yang telat, lelet dan kerjanya berantakan, jadi ia bisa memecat dan memberhentikan siapapun. Itulah yang membuat nyaliku ciut. Aku berusaha mengatur ritme nafasku.
“Uhhhhhhh” desisku mengeluarkan nafas.
Akupun langsung bersiap untuk menemui bapak tersebut. Aku mengetuk pintunya
“Tok-tok-tok” bunyi pintu yang aku ketuk.
“Silahkan masuk!” perintah orang yang berada didalam.
__ADS_1
“Silahkan duduk!” perintah kembali bapak berkumis tipis tersebut.
“Saya orang yang mau magang diperusahaan bapak, jadi pekerjaan saya apa ya pa?” tanyaku kepada orang tersebut.
“Tugas kamu adalah mengetik ini” perintah orang tersebut sambil memberikan tumpukan berkas-berkas.
“Diketik semuanya pak?” tanyaku kembali yang merasa tak percaya.
“Iya. Kamu pelajari dan catat semua yang ada didalam isi file tersebut. Komputer kamu nomor 75, nanti kamu tanya saja sama orang-orang” papar bapak tersebut menjelaskan tugas yang diberikan kepadaku.
“Aduh, banyak banget lagi. Kalo kaya gini kapan kelarnya?” gumamku dalam hati sambil terdiam menatapi berkas file tersebut.
“Saya keluar dulu pak?” ucapku kepadanya.
“Silahkan!” jawab bapak itu mempersilahkan.
Akupun berjalan keluar ruangan HRD dan menuju ke tempat kerjaku yang berada pada meja nomor 75. aku menanya ke salah satu pekerja yang sedang lewat.
“Owh, silahkan mas jalan aja lurus dari sini ada tangga naik dan belok kiri” jelas perempuan tersebut.
“Owh, makasih ya mbak!” ucapku pada perempuan tersebut.
Akupun langsung menuju kemeja kerjaku dengan membawa setumpukan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga.
Setelah aku sampai tempatku akupun langsung mengerjakan tugas yang diberikan dengan semangat dan penuh kehati-hatian sebab ini tidak hanya proposal melainkan data keuangan yang harus diinput dengan benar dan jelas.
****
Akupun selesai mengerjakan tugas ini, rasanya lelah sekali mengetik tugas sebanyak ini, bahkan tugas kampus pun kalah dengan tugasku ini. Akupun memberikan tugas yang telah selesai ku buat kepada HRD. Dengan rasa yang penuh ketakutan aku mencoba untuk tetap tenag. Setelah aku menyerahkan tugasku itu, aku diperkenalkan kepada seseorang, ia adalah Pak Ilham. Ia adalah orang yang akan membimbing dan mengawasi pekerjaan ku selama magang disini.
“Mulai sekarang tugas yang akan kamu kerjakan berasal dari saya!” perintah pak Ilham.
“Baik Pak!” jawabku.
__ADS_1
Akupun menuruti permintaan pak Ilham. Akupun diajak keruangannya untuk mengambil beberapa berkas yang harus aku kerjakan. Setelah aku sampai diruangannya pak Ilham duduk dikursi dan langsung menyerahkan kepadaku setumpukan berkas lagi, bahkan ini lebih banyak dari tugas yang diberikan oleh HRD.
“Aduh, jangan-jangan disuruh ngetik lagi” tuduhku atas tugas yang akan diberikan kepadaku.
Akupun mengambil berkas tersebut dan langsung keluar dari ruangan pak Ilham. Aku menuju ke meja kerjaku, hari ini tugasku mengetik banyak sekali. Waktu istirahat siang pun telah tiba, akupun langsung menuju kekantin.
****
Dan dikantin ternyata ada juga orang yang sedang magang. Akupun menghampiri mereka semua yang sedang berkumpul.
“Boleh gabung!” tanyaku pada orang yang sedang berkumpul tersebut.
“Silahkan!” ucap perempuan berambut hitam panjang.
Akupun duduk bersama mereka, kemudian memesan makanan. Disini kami berbincang-bincang sambil menceritakan kesan-kesan magang disini. Kami saling berkenalan dan mulai akrab dengan semuanya.
****
Jam istirahat pun telah berakhir. Aku kembali ke mejaku untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pak Ilham. Dengan kehati-hatian aku mengerjakan semuanya sebelumnya aku harus mempelajari terlebih dahulu file yang akan aku kerjakan.
Akhirnya aku berhasil mengerjakan semua tugas yang diberikan. Kemudian akupun kembali menyerahkan hasil tugasku kepada pak Ilham berupa Flasdisk. Setelah di ruangannya pak Ilham, akupun menyerahkan tugasku. Tapi pak Ilham kembali memberikanku tugas dengan mengeprint tugas yang aku buat. Akupun menurutinya.
Akupun langsung mengarah ke ruangan fotocopy dengan memberikan flasdisk ku ini. Tak butuh waktu lama akhirnya akupun menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Pak Ilham. Aku kembali ke ruangannya dengan memberikan berkas-berkas file yang telah aku print sebelumnya.
Aku pun menaruhnya di meja pak Ilham. Namun, aku diberikan kembali tugas untuk menginput data-data stok barang di gudang. Akupun kembali menurutinya.
Aku berjalan ke gudang untuk menyelesaikan tugas dari pak Ilham dengan mencatat data-data stok barang yang berada digudang. Dengan teliti aku mencatatnya agar tidak dimarahi oleh Pak Ilham.
Setelah selesai mencatat semua data stok barang aku kembali ke ruangannya pak Ilham untuk menyerahkan semua tugasku yang diberikan olehnya. Namun, lagi-lagi aku mendapat tugas darinya. Yaitu dengan mengeprint brosul iklan yang akan dipromosikan.
“Ahhhhh elah” Desisku kesal dalam hati.
Tapi aku tak boleh melawan perintahnya akupun berusaha bersikap sopan dan santai menjalaninya. Akupun harus kembali keruangan Foto Copy untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh pak bos Ilham yang terhormat.
__ADS_1