SUARA RINDUKU

SUARA RINDUKU
Part 10 | Patah Hati


__ADS_3

Langkah kaki terus berjalan mengikuti alur tujuan, setelah sampai didepan kos-kosan Cynthia, akupun terkejut, aku menemukannya tapi dia tidak sendirian. Dia berdua dengan seseorang, bukan dengan teman perempuannya, melainkan ia bersama seorang laki-laki, aku tak mengetahui siapa orang tersebut, karena Thia belum pernah mengenalkannya kepadaku. Sedangkan teman perempuannya aku kenal yaitu Dira dan Salma.


Akupun terdiam sejenak melihat pemandangan tersebut. Akupun mulai berpikir hal-hal yang tidak-tidak terhadap Cynthia. Akupun meneleponnya tepat dibelakang dia tanpa ia sadari kedatanganku. Namun ia tidak menjawab panggilanku, akupun mencoba lagi, bahkan aku mendengar nada dering ponsel Cynthia. Dan akupun melihat bagaimana Cynthia mematikan handphonya. Sungguh hati ini merasa kecewa terhadap tingkan lakunya yang menusuk dalam hatiku.


Akupun berjalan mendekatinya, dan setelah kurang lebih jarak antara aku dan Cynthia adalah 2 meter, tetapi ia tidak menyadari akan kehadiranku. Akupun kembali terdiam melihat mereka berdua.


Dan ketika laki-laki tersebut ingin merangkul Cynthia, akupun merasa emosi yang tidak bisa aku tahan lagi, ini sudah kelewatan.


Akupun kemudian memanggil Cynthia.


“Cynthia?” ia pun menoleh kebelakang.


“Fakhri?, kamu lagi apa disini?” ujar Cynthia keheranan.


“Aku disini mau meluruskan tentang kesalahpahaman diantara kita, kamu marah karena aku jalan dengan cewe lain kan, kamu pasti mikir kalo dia adalah pacarku, kamu harus tahu bahwa aku dengan dia hanya temenan aja, aku mengantarnya karena saat itu dia sedang sendirian dihalte bus dan suasana pun sedang mendung, karena tidak ada kendaraan yang lewat maka aku menolongnya”.


“Ri?”


“Dengarkan penjelasan aku dulu!” ujarku dengan tegas.


“Cynthia kamu harus tahu bahwa perasaanku sama kamu tidak akan pernah bisa berubah, walau jarak dan waktu memisahkan kita, aku saat ini masih setia denganmu, dan menunggumu kembali pulang dalam pelukanku. Tapi apa yang aku lihat saat ini kamu berduaan sama cowok lain, itu membuat hatiku hancur, aku selalu menyayangimu dengan tulus tapi apa kamu juga merasakan seperti itu?”.


“Ri, di bukan siapa-siapa aku” ujar Cynthia memperjelas keadaan.

__ADS_1


“Bohong dia pacarku”. Ujar Dimas memperkeruh suasana.


“Ri, jangan percaya dia cuman temen aku, kamu percayakan sama aku?”.


“Aku tidak tahu saat ini aku masih bisa percaya sama kamu atau tidak, aku butuh waktu”.


“Yaudah, aku sudah ketemu sama kamu dan aku telah memperjelas kesalahpahaman ini, jadi aku pergi dulu, selamat malam”. ujarku dengan wajah dingin.


Akupun pergi meninggalkan Cynthia yang sedang berdua dengan orang tersebut. Sambil meneteskan air mata, Cynthia mengejarku.


****


Tapi dia ditahan oleh Dimas, ia berusaha untuk melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh dimas. Tak lama ia melepaskan genggaman tangan Cynthia. Ia pun mengejar Fakhri. Tapi aku terus saja berjalan. Ia terus mengikutiku dan bahkan ia menghalangi jalanku. Lalu aku terhenti dan mendengarkan ia bicara.


“mau ngapain lagi, bukannya semua udah jelas, kamu pacarankan sama dia, udahlah mendingan kamu sama dia aja, kamu kayaknya lebih bahagia sama dia daripada aku”.


“Ga gitu Ri, aku minta maaf, aku sama Dimas cuma temenan aja, kita gaada hubungan spesial apapun, kamu percayakan sama aku, aku masih tetap setia sama kamu sampai saat ini dan selamanya”.


“akupun maafin kamu tapi kamu maafin aku juga kan?”.


“Aku juga maafin kamu, jadi kita gaada marahan lagi ya”.


“Iya, aku janji”.

__ADS_1


Tak lama setelah kami baikan. Maka datanglah Dimas, ia membawa setangkai bunga mawar merah dan sepasang cincin. Kemudian setelah itu ia mendekati Cynthia dan berlutut didepannya dan berkata.


“Cynthia hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya yang terpendam, selama ini aku menyimpan perasaan sama kamu, maukah kamu menjadi pacarku dan menemani hidupku selalu”.


“Maaf deh kayaknya gue ganggu lu berdua, gue pergi semoga berhasil!”. ujar Fakhri


“Ri, Ri, Fakhri”. ujar Cynthia untuk menahanku.


Setelah itu aku pergi dan tak mau mendengarkan jawaban dari Cynthia, terlalu sakit untuk mendengarkan jawaban tersebut. Sehingga aku tak tahu apa jawaban yang diberikan oleh Cynthia untuk Dimas.


Aku berjalan bergegas menuju ke hotel. Aku dengan cepat melangkahkan kaki menuju kekamar menggunakan lift. Setelah sampai aku langsung masuk kekamar dan bersiap berkemas baju kekoper. Karena besok aku harus segera pulang ke Bogor.


Akupun terdiam melihat foto antara aku dan Cynthia, aku berkata


“apa mungkin ini adalah cara perpisahanku dengan Cynthia. Jika memang benar maka aku ikhlas, asalkan ia bahagia aku juga bahagia”.


Sementara itu disisi cynthia ia berjalan menuju kosannya dengan dinaungi air mata dipipinnya, ia berjalan menuju kekamarnya, dan menangis dengan sangat dalam meratapi apa yang terjadi saat ini. Ia memeluk erat boneka yang pernah aku berikan kepadanya yaitu boneka beruang yang memegangi bentuk love.


Aku tidak tega untuk melihat ia meneteskan air mata, jika aku sedang berada didekatnya maka aku adalah orang yang mengusap air matanya, namun saat ini aku berada jauh dengannya. Kami sama-sama mengalami kesedihan karena cinta yang terpatahkan didepan mata.


****


Kemudian aku menaruh foto aku dan Cynthia, lalu aku tertidur dan mencoba melepaskan semua beban yang ada didalam hatiku.

__ADS_1


__ADS_2