
Setelah mengemas barang. Aku langsung menuju alamat kosnya Cintya. Setibanya disana ternyata kos-kosannya tidak ada orang yang menandakan Cintya sedang tidak dikosnya. Akupun menunggunya pulang didepan rumahnya.
Sudah 1 jam menunggu tapi Cintya belum datang-datang juga. Akupun masih tetap bersabar untuk menunggunya.
__ADS_1
2 jam berikutnya masih belum juga nampak batang idungnya. Akupun masih tetap bersabar dan aku berpikir positif bahwa mungkin saja dia sedang sibuk dan banyak keperluan, akupun memaklumi hal tersebut.
3 jam selanjutnya masih belum datang tanda-tanda ia akan datang. Kos-kosannya pun semakin sore semakin ramai orang karena banyak orang yang sudah mengakhiri hari liburnya saat ini.
__ADS_1
Langit pun mulai gelap sinar matahari telah diganti oleh bulan dan waktu telah menunjukan pukul 80.00 tapi sampai saat ini dia belum datang juga, akupun mulai gelisah tetapi aku harus tetap bersabar untuk menunggunya.
Aku langsung berjalan keluar kosan dan langsung bergegas kembali ke hotel dengan berjalan kaki.
__ADS_1
Setelah aku pergi ternyata dia datang. Sekian lama aku menunggu dari siang hingga malam dan akhirnya aku sudah pergi dia baru datang.
Diperjalanan aku merasa tak bertenaga untuk jalan ke hotel tetapi aku harus tetap bersemangat dan tidak boleh pantang menyerah, masih ada hari esok. Aku menyakinkan diriku dan menguatkan hatiku selama diperjalanan. Akupun langsung kembali menegakan kepala dan bersemangat kembali. Dan tak terasa aku sudah tiba di hotel tempatku menginap. Aku langsung melangkah menghampiri kamarku yang berada di lantai 3. aku berjalan menaiki anak tangga dan tidak menggunakan lift. Hal ini aku lakukan bahwa hidup itu banyak rintangan dan anak tangga harus dilewati semua. Dan tak terasa aku sudah tiba di pintu kamarku. Aku membuka kunci dan langsung menutup pintu tersebut dan menguncinya kembali. Aku langsung berbaring ditempat tidur dan aku pun tidur terlelap. Aku harus datang tepat waktu atau pagi-pagi sekali sebelum Cintya berangkat kekampus.
__ADS_1