
Matahari telah terbit menandakan bumi bersiap untuk menjalani hari ini. Begitu juga dengan diriku. Hari ini merupakan hari minggu dimana waktu untuk melepas stress ketika bosannya dikampus. Pagi ini aku bersiap untuk joging mengelilingi kompleks rumahku. Aku pergi mengenakan pakaian dan sepatu olahraga. Aku joging selama kurang lebih 30 menit.
Ditengah jalan dekat taman, ada seseorang yang memanggilku. Aku pun berhenti dan terdiam sejenak.
“Fakhri!, Fakhri!,Fakhri!”
“Suaranya Kayak gue kenal?”
“Kayak suara cewek aneh itu, tapi ngapain dia disini”. gumamku.
Aku pun menolehkan leherku kearah panggilan tersebut. Akupun bergumam.
“Jangan sampai ketemu dia lagi”.
Suara itu terus-terusan memanggilku hingga rasanya suara tersebut semakin dekat dan bahkan sangat dekat denganku.
“Fakhri!, dipanggilin juga ga dijawab-jawab”
“Maaf gue kira orang ga dikenal”.
“Iya-iya aku maafin”
“Lu ngapain disini?”
“Aku lagi joging juga. Rumah aku disekitar sini”
“Rumahlu disini”
__ADS_1
“iya”
“kalo rumah kamu dimana?”
“Disekitar sini juga, ga jauh ko”
“Oh berarti kita tetanggaan dong, kapan-kapan aku main kerumah kamu boleh ga?
“Terserah". seperti biasa jawabku ketus.
“Aku anggap boleh ya?”
Akupun tak menggubris pertanyaan Dewi tersebut dan aku bertanya kepadanya.
“lu ada perlu sama gue?” ujarnya.
“gajelas lu, udah lah gue lanjut lagi bye”
Akupun melanjutkan kembali olahragaku yang terhenti mengelilingi komplek perumahan disekitar rumahku.
****
Setelah aku merasa sudah cukup olahraganya. Aku langsung mengarah pulang ke rumahku. Setibanya dirumah aku terkejut, melihat pintu rumahku yang terbuka. Memang kunci rumahku tidak selalu aku bawa, tetapi aku menaruhnya di atas pintu, dan tidak ada yang tahu mengenai posisi itu kecuali seseorang yang spesial dihidupku.
Akupun melangkahkan kakiku dengan perlahan memasuki rumah dengan mengendap-endap. Sembari membawa sapu sebagai senjataku untuk jaga-jaga saja. Aku melangkah dengan pelan-pelan agar jangan sampai terdengar langkah kakiku terhadap orang yang masuk kerumahku.
Aku mencari-cari orang tersebut, dan pada akhirnya aku menemukannya didapur. Dia sedang memasak, orang tersebut seperti aku kenal tapi aku lupa siapa?. akupun bersembunyi di dekat kulkas dan ketika waktu sudah tepat aku akan menyergapnya. Dan disaat itu aku mulai menyergapnya dengan mengangkatkan sapu mengarah ke palanya.
__ADS_1
“Tunggu!”
Akupun terkejut melihat wajah yang kulihat tersebut. Aku pun berpikir apakah ini mimpi atau kenyataan. Agar meyakinkan diriku akupun bertanya.
“Apa ini kamu Cynthia, ini benar kamu?”
“iya ini aku”
Untuk meyakinkanku dia mencubit pipiku.
“Aduh”
“Sakitkan?”
“Berarti aku ga mimpi?”
“Enggak Ri ini nyata”
Akupun merasa bahagia sekali, hingga aku memeluk erat dirinya. oh ya pasti kalian heran mengapa panggilan dan ucapanku berbeda. panggilan aku kamu hanya aku gunakan untuk orang yang aku sayangi saja.
Sunguh hari ini merupakan hari yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bagaimana aku bisa bertemu dengannya. Dan ternyata dia datang menghampiriku. Aku merasa senang atas kehadirannya dan berhasil mengobati rasa rinduku yang terpendam lama. Hari ini akan selalu kuingat dan ku catat dalam memoriku dimana kekasihku datang.
......"Ketika kamu merindukan seseorang......
...Ketahuilah bahwa orang yang kamu rindukan...
...Juga akan merindukanmu...
__ADS_1
...Jauh melebihi rasa rindumu kepadanya"...