SUARA RINDUKU

SUARA RINDUKU
Part 22 | Kebersamaan Dengan Sahabat


__ADS_3

Hari-hari terus berganti. Detik demi detik telah ku lalui hingga akhirnya satu bulan sudah aku magang di perusahaan ini bersama Dewi. Akupun menikmati segala perjalanan, cobaan, dan gangguan yang aku hadapi selama ini. Tanpa cinta dan kasih sayang dari orang yang ku cintai. Aku mencoba untuk fokus dan berusaha menjadi sosok yang terbaik untuk ibu dan ayahku. Aku tak lagi memikirkan tentang pacaran. Memang, aku merasa kesepian. Tapi, aku berusaha untuk menghibur diriku dengan hal-hal baru dan menyibukan hidupku dengan segala pekerjaan.


Hari ini aku libur 2 hari sebab sudah akhir tahun. Akupun berencana berkumpul bersama sahabat-sahabatku nanti malam. Sesuai rencana aku berkumpul di Rumah Santi. Aku pun mempersiapkan apa yang menjadi tugasku. Yaitu membawa jagung.


...****...


Matahari terbenam, awan telah berubah warna menandakan malam telah tiba. Aku dirumah mempersiapkan apa yang harus aku bawa selain jagung. Yaitu gitar. Dimana dalam gitar tersebut terdapat tanda tangan ku dan Cynthia. Sehingga mengingatkanku kembali padanya.


Biasanya setiap malam pergantian tahun aku dan Cynthia selalu berangkat bersama dan bahkan selalu bersama tak pernah terpisah. Baru kali ini aku merasa kesepian karena tak ada Cynthia disisiku. Aku sangat merindukannya. Andai kamu datang kesini dan menemuiku. Tapi, aku rasa tak mungkin. Sebab, kau telah bahagia dengan yang baru.


Aku langsung menuju ke motorku dan bersiap menuju ke rumah Santi.


...****...


Akhirnya setelah melakukan perjalanan yang tak kurang dari 30 menit, aku sampai di rumah Santi. Aku turun dari motor dengan membawa barang bawaanku berupa jagung. Akupun langsung berjalan menuju ke Santi, untuk mengolah jangung ini. Ternyata disini sudah ramai. Berarti aku telat dan yang datang paling akhir.


Akupun mengambil duduk dibangku dekat Dion dan Rifki. Yang tengah asyik bermain game mobile legend.


Akupun hanya terdiam karena mereka semua sedang sibuk dengan ponsel masing-masing. Disini aku seperti kacang rebus yang dianggurin. Akupun berjalan menuju tempat bakar-bakar yang buat oleh Santi, Michalle, dan Dewi. Akupun membantu mereka. Ternyata aku sendiri laki-laki yang membantu mereka. Sebab teman laki-lakiku sedang sibuk dengan pacarnya.


Akupun diberikan oleh Dewi sebuah jagung untuk dicicipi. Akupun mengambilnya dengan memakan jagung pemberian tersebut.


“Enak, siapa yang ngasih bumbu?” tanyaku pada geng cewe-cewe.


“Dewi yang racik bumbunya!” jawab Santi.


“Owh, lu bisa masak?” ujarku menyindir.


“Bisalah, emangnya kamu masak air aja surut!” sindir Dewi padaku.


“Itu kan karena apinya terlalu besar!” sanggahku atas ucapan Dewi.


“Bisa aja ngelesnya!” ujar Michalle.


Akupun berjalan pergi meninggalkan mereka. Aku menuju ke parkiran motor. Karena aku bosan disini. Tidak ada yang bisa menghiburku saat ini, maka aku mencari kesenangan sendiri.


...****...


Akupun duduk di motor dan mengeluarkan handphone dari saku celanaku. Aku membuka whatsapp dan tak ada pesan baru apapun. Akupun membuka noveltoon untuk menghilangkan bosanku. Tiba-tiba…


“Fakhri!” panggil seseorang dari belangku dengan suara pelan.


Akupun keheranan siapa yang memanggilku saat ini. Karena, semua orang sedang ada dirumah Santi. Aku merasa merinding mendengar suara tersebut. Akupun mencoba untuk berani dan jangan tegang. Perlahan aku menoleh ke arah sumber suara tersebut. Dan aku melihat…


Kedatangan Cynthia ke rumah Santi. Akupun terkejut melihat wajahya. Wajah itu sudah lama aku tak melihatnya dan hari ini aku kembali melihat wajah cantiknya Cynthia.


“Maaf cari siapa ya?” tanyaku pura-pura tak kenal.


“Aku cari pacar aku. Kamu lihat ga?” ujar Cynthia dan kembali bertanya.


“Ga lihat tuh, pacarnya bukan ada di jogja?” tanyaku kembali.


“Siapa?” ujar Cynthia.


“Kamu” jawabku.

__ADS_1


“Owh, yang itu!” ujar Cynthia kembali.


Cynthia kemudian memegang tanganku. Dan menarik ku menuju ke taman tetangganya Santi, yang kebetulan berada dihadapanku. Akupun hanya menurut untuk mengikutinya.


“Aku mau bicara sesuatu sama kamu?” pinta Cynthia padaku.


“Bicara apa. Bukannya semua udah jelas ya?” ujarku padanya.


“Belum Ri. Semuanya belum jelas. Dan disini aku mau jelaskan itu semua!” papar Cynthia.


“Owh iya. Aku lupa belum kasih kamu ucapan selamat. “Selamat Ya udah punya yang baru”!” ucapku.


“Bukan itu. Dengerin dulu napah!” perintah Cynthia padaku yang selalu menjawab sinis terhadapnya.


“Oke. Mau bicara apa?” ujarku mempersilahkan Cynthia berbicara sampai selesai.


“Kamu itu salah paham sama aku. Sebenarnya yang terjadi adalah aku menolak Dimas. Tapi kamu ga melihat sampai aku menjawabnya. Sampai saat ini aku ini pacar kamu. Kita ga pernah mengatakan putus. Kita hanya diam-diam saja tanpa adanya kejelasan sama sekali. Jadi, aku mohon kita balik lagi seperti dulu. Kamu maukan mengulang semuanya dari nol lagi” papar Cynthia menjelaskan semua kronologi yang terjadi sebenarnya pada malam itu.


“Apa itu benar. Kamu ga pacaran sama Dimas?” tanyaku masih tak percaya.


‘Benar. Aku hanya mencintai kamu seorang tak ada yang lain!” ujar Cynthia.


Akupun merasa bahagia kembali karena Cynthia kembali lagi kepadaku. Dan aku sangat gembira hingga aku memeluknya dengan erat.


****


Aku kemudian melepaskan pelukannya. Dan aku mengajak Cynthia masuk kedalam bertemu bersama sahabat-sahabatku.


“Cynthia!” panggil Santi.


“Baik. Kamu apa kabar?” tanya Cynthia.


“Baik juga!” jawab Santi.


“Michalle. Aku mau peluk!” pinta Cynthia kepada Michalle.


“Aku kangen!” ungkap Cynthia.


“Aku juga kangen sama kamu!” jawab Michalle.


“Ini siapa?” tanya Cynthia menunjuk ke arah Dewi.


“Perkenalkan nama saya Dewi!” jawab Dewi memperkenalkan diri.


“Owh, salam kenal ya!” ujar Cynthia.


“Salam kenal juga!” ujar Dewi.


“Ada yang bisa aku bantu ga?” tanya cynthia.


“Ayo kita bakar jagung dan sosis. Ini belum mateng semua!” ajak Santi.


“Yaudah Ayo!” ujar Cyntia


...****...

__ADS_1


Sementara itu para perempuan sedang bakar-bakar. Dan yang laki-laki sedang bernyayi bersama.


Akhirnya makanannya sudah matang dan kamipun menikmati semua ini dengan rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi antar sahabat.


Setelah kami menghabiskan semua makanan yang telah dibuat. Kamipun berkumpul bersama dan bernyayi lagu-lagu yang sedang tranding.


Aku tak akan pernah berhenti mencintaimu sampai aku mati


Aku akan selalu setia menemani setiap waktu


Tak pernah terpikir olehku untuk menghianati cintamu


Engkau satu-satunya wanita yang selalu aku rindu


Sayang, aku takkan pernah pergi meninggalkanmu


Aku bernapas untukmu, percayalah padaku


Sayang, aku akan selalu membuatmu bahagia


Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku.


Sayang, aku cinta padamu…


Kamipun tak berhenti sampai disitu. Kami terus bernyayi dengan beberapa lagu. Dan kamipun menikmati lagu tersebut.


...****...


Akhirnya waktu yang dinanti dari tadi telah tiba. Pada saat ini waktu telah menunjukan pukul 12 malam. Itu tandanya hari esok adalah tahun baru. Dan kita akan memasuki hidup yang baru bersama tahun yang baru.


Dion dan Rifki mengeluarkan petasan yang telah disimpan sebelumnya. Para perempuan menyalakan kembang api sedangkan yang laki-laki menyalakan petasan yang besar yang akan meledak diudara hingga menampilkan warna-warni keindahan ditengah kegelapan malam dengan cahayanya tersebut.


Aku terus bersama dan berada disisi Cynthia. Hingga menganggap kita hanya berdua. Dan tak ada orang yang menggangu. Aku beranggapan Dunia hanya milik berdua dan yang lain cuman ngontrak.


Aku bertanya kepada Cynthia.


“Harapan kamu di tahun baru ini apa?” tanyaku.


“Mau tahu apa mau tahu banget?” tanya Cynthia.


“Mau tahu banget!” jawabku.


“Oke. Aku harap ditahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan aku harap hubungan kita langgeng dan baik-baik aja!” papar Cynthia menjelaskan.


“Kalo kamu?” tanya Cynthia.


“Sama kaya kamu!” jawabku.


“Ahhhh, kamu mah ikut aku aja!” ujar Cynthia kesel.


“Ya gapapa kamu kan pacarku. Harapanmu adalah harapanku!” ujarku.


“Ah bisa aja!” ujar Cynthia.


Akupun menikmati suasana malam ini dengan senang hati dan penuh rasa bahagia karena Cynthia kembali lagi kepadaku dan hubunganku dengannya kini mencapai kejelasan. Jujur aku sangat mencintainya lebih dari cinta terhadap diriku sendiri. Dan disaat aku kehilangannya aku merasa terpukul, sehingga membuat hidupku menjadi galau.

__ADS_1


__ADS_2