
Aku melepas pelukan erat pada Cynthia dan bertanya kepadanya.
“Kamu lagi apa disini?”
“Lagi masak”
“Bukan itu kamu lagi apa dibogor, emang besok ga kuliah?”
“Aku lagi liburan dan waktunya 3 hari jadi aku sempetin waktu nemuin kamu”
“Owh. Gitu”
“Kamu nanti malam ada waktu luang ga?”
“Ada kok. Untuk kamu aku selalu sempetin waktu”
Aku akan membuat sebuah kejutan untuknya dimalam nanti.
****
Setelah ia selesai memasak dia memberikan sajian makanannya kepadaku. Akupun memakan masakan buatannya. Masakan Cynthia mengingatkanku kepada masakan ibuku. Aku bertanya pada diriku sendiri.
“Kabarnya Ibu bagaimanaya?”
Akupun menelfon Ibu dan dengan segera ia mengangkat teleponku. Aku menanyakan kabar ibuku, udah makan atau belum, sehat atau tidak. Maklum aku anak yang manja jika sudah dekat dengan ibuku. Ibuku merupakan segalanya bagi hidupku, ia merupakan wanita pertama yang ada dihatiku dan yang paling aku cintai kemudian kekasihku Cynthia ia merupakan wanita kedua yang ada dihatiku dan yang aku sayangi juga. Mereka berdua merupakan orang yang sangat berarti dalam hidupku mereka adalah semangatku dan mereka adalah hidupku.
Setelah aku merasa tenang mendengar kabar ibuku, aku langsung mematikan teleponnya. Akupun menaruh handphone dimeja dan kembali makan yang terhenti.
****
Ketika aku dan Cynthia sudah selesai makan. Akupun langsung menghantar Cynthia keluar rumah, ia ingin langsung pulang kerumah dan akupun mengantarnya dengan menggunakan simerah, yang merupakan motor kenangan dan yang menemani kita berdua selama ini.
__ADS_1
****
Setelah sampai dirumah akupun mengingatkan kembali untuk acara nanti malam.
“Nanti malem jangan lupa!”
“iya aku gabakalan lupa kok”
“Nanti aku jemputya?”
“Iya”
Akupun langsung bergegas untuk menyiapkan sesuatu ditempat spesial yang sudah aku pikirkan dan tentukan sebelumnya. Aku menyiapkan dekor dan lampunya. Setelah semua aku rasa semuanya sudah beres aku bergegas pulang dan menyiapkan diri untuk kencan bersama Cynthia. Ini bukan kali pertama aku kencan berdua dengannya, namun hari ini aku merasa gugup dan grogi. Akupun mencoba menghilangkan rasa ini agar tidak menggangu diriku.
****
Waktu telah menunjukan pukul 19.00. dimana merupakan waktu janjianku dengan Cynthia. Aku langsung bergegas kerumah Cynthia untuk menjemputnya menuju ke tempan yang telah aku siapkan sebelumnya.
“Inget Anak ayah jangan sampai kenapa-kenapa”
“Ga boleh ada lecet atau kurang apapun”
“Kalo kamu ga bisa jaga Cynthia kamu berhadapan sama saya”
Akupun menelan ludah mendengar peringatan tersebut dan akupun menjawab dengan nada suara yang terbata-bata.
“Ba..baik…om…sa.saya akan jaga dengan baik seperti permintaan om”
Ayahnya cintya merupakan orang yang tegas, maklum pensiunan tentara jadi sifat keras dan jiwa disiplinnya masih kuat. Untungnya aku berhasil mendapatkan hati dan kepercayaannya. Akupun membawa Cynthia menaiki motor kesayanganku simerah. Dan ketika sudah sampai ditempat tujuan aku meminta Cynthia untuk menutup matanya terlebih dahulu menggunakan kain yang sudah aku siapkan, ini untuk memberikannya kejutan, sebagai ganti hari Universeri kita yang ke -3. Akupun menuntunya menuju ketempat yang sudah aku siapkan. Dalam hitungan ketiga aku membuka penutup matanya.
Setelah membuka matanya, ia merasa kagum dengan dekoarasi dan suasana yang aku buat. Ia memandangi setiap dekorasi yang terpajang disana. Terdapat sebuah meja makan dengan ditaburi bunga berbentuk love. Dan disetiap sampingnya dilingkari menggunakan bunga mawar merah dan putih. Dan banyak lampu-lampu yang terpajang menggantung diatas kepala kita sebagai penerang kegelapan. Selain itu ada bunga yang lagi-lagi berbentuk love yang backround belakangnya merupakan sebuah danau.
__ADS_1
“Gimana kamu suka ga?”
“Suka banget, ini bagus, kamu yang buat?”
“Iya ini khusus buat kamu”
Aku merasa senang sekali dapat membuat dia bahagia dan tersenyum. Yang dimana aku sudah lama tidak melihat senyum itu dan kali ini aku melihat ia senyum bahagia lagi.
Aku mengajaknya duduk dimeja makan dan aku menyuapinya makanan kesukaannya. Dan diapun membalas dengan memberikan ku suapan makanan kesukaanku. Hari ini sangat berkesan denganku.
Setelah selesai makan malam aku mangajaknya untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan yang akan kami simpan di memori hp.
Waktu telah menunjukan pukul 20.40. dimana aku harus segera mengembalikan Cynthia pulang dengan selamat dan tepat waktu. Sebelum kami pulang aku memberikannya sesuatu sebagai kado. Yaitu sebuah buku. Dimana aku memberikan buku ini sebagai teman untuk menghapus rindumu terhadapku dengan mencatatkan semua perasaanmu kepadanya.
Aku menghantarkan Cynthia pulang dan untung saja aku tidak dimarahi oleh ayahnya, karena aku tepat waktu menghantarnya yaitu pukul 21.00. Akupun berpamitan kepada ibu dan ayahnya Cynthia. Dan akupun bergegas pulang kerumah dengan perasaan dan suasana bahagia. Aku berkata pada diriku sendiri.
“Hari ini akan aku kenang selalu dalam hidupku”.
****
Pagi telah datang dan matahari telah bersinar. Aku terbangun dari tidurku dan aku senyum-senyum sendiri mengingat acara tadi malam dengan Cynthia. Akupun bergegas untuk mandi karena hari ini aku kekampus. Tapi ketika pulang dari kampus akupun selalu mengajak Cynthia mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah dalam hidup kita berdua, mulai dari pasar malam, danau, taman, dan masih banyak lagi. Selama tiga hari berturut-turut tidak terasa hingga waktu Cynthia bersamaku harus berakhir. Ia harus kembali lagi ke jogja untuk kembali kekampus setelah lama libur. Sungguh berat rasanya melepas kepergiannya namun apa daya diriku hanya rasa rindulah yang mengobati perasaanku kepadanya.
Akupun menghantarnya kebandara bersama kedua orang tuanya. Sungguh acara yang tidak ingin aku lihat yaitu perpisahan. Hal ini sangat menyakitkan hatiku. Aku dan Cynthia kembali dipisah oleh jarak dan waktu.
Pada saat ingin pergi Cynthia kembali lagi dan menghampiriku, ia memeluk erat diriku sebelum pergi. Dan akupun mengelus rambutnya. Aku tak ingin melepas pelukan ini tapi waktulah yang harus menghentikannya. Ia pun melepas pelukannya dari tubuhkan dan pergi dengan melambaikan tangan kepadaku.
..."Perpisahan merupakan hal yang paling menyakitkan...
...Ia datang dan pergi sesuka hatinya...
...Dia tidak mengetahui keadaan seseorang...
__ADS_1
...baik dalam suka maupun duka"...