Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 18: Membeli Rumah Mewah


__ADS_3

Aku benar-benar sangat gembira dan benar-benar bermain-main dengan uang-uang yang ada di hadapanku.


Sampai beberapa saat dan aku merasa puas aku menatap ke belakang di mana ada Fan Yuan, yang sedikit tertawa melihat aksiku yang terlihat gila ini.


Melihat tatapan ku itu, Yuan segera berhenti tertawa dan berkata dengan santai,


"Tidak apa-apa, nikmati saja itu, itu semua adalah milikmu,"


Mungkin karena aku begitu senang aku ingin melompat ke arahnya dan memeluknya, tentu saja aku hanya memikirkannya aku tidak jelas tidak ingin memeluk seorang pria dewasa, ini hanya salah satu bentuk dari betapa bahagianya aku sekarang.


Ini juga karena Yuan membantuku menjualkan emas-emas itu.


[Tidakkah kamu ingin berterima kasih pada Sistem ini?]


Aku mendengar suara sistem yang familiar.


Ya, ya Terimakasih Sistem yang baik.


Kamu benar-benar sangat hebat!!


Sistem yang mendengar pujian ku itu jelas merasa bangga dan senang.


"Mari, aku akan mentraktir mu makan di restoran," kataku kemudian pada Fan Yuan.


Tentu saja ini bukan hal yang besar, namun tidak apa-apa.


"Tentu saja, kamu tahu aku makan cukup banyak aku jelas apaan menguras kantongmu,"


Aku tahu dia hanyanya mengatakan omong kosong.


"Lalu apakah kamu tahu restoran paling mewah di kota ini? Aku tidak begitu tahu tempat-tempat semacam itu,"


"Tentu, aku tahu tempat yang enak,"


Dan itu juga pertama kalinya, Aku makan di sebuah Restoran Mewah Bintang 5 yang bahkan di Menu tidak ada harganya.


Tentu saja, Aku juga sudah mengurus untuk membuat rekening baru dan memasukkan uang-uangku kesana.


Jadi beginilah orang-orang kaya bertindak, tidak peduli berapa uang yang di keluarkan.


"Tempat ini benar-benar sangat bagus,"


"Ini adalah salah satu restoran milik Keluargaku,"


"Sial, apakah kamu benar-benar ingin menguras keuntungan dariku?"


Aku melihat tentang bagaimana Yuan tertawa setelah aku mengatakan itu.


Kami mulai menikmati makan malam dengan tenang.


Makanan disini benar-benar sangat enak, susah diduga dari restoran sangat mahal seperti ini.


"Yuan, apakah kamu tahu tempat untuk membeli Rumah yang bagus?"


"Hmm, Rumah seperti apa yang kamu inginkan?"


Aku berpikir sejenak.


Rumah yang Aku inginkan?

__ADS_1


Tentu saja aku menginginkan sebuah rumah mewah yang sangat besar, di perumahan Elite.


Namun sepertinya masih mustahil mendapatkan Rumah Mewah di kawasan Elite tempat Keluarga Yuan tinggal.


Namun, sepertinya ada Perumahan Elite lain juga yang cukup bagus.


"Aku ingin sebuah rumah di kawasan perumahan Elite di Distrik H,"


"Jika Aku pikirkan lagi bukankah di sekitar sana Rumah Keluarga Mantan Istrimu? Di sana Aku pikir masih tergolong Perumahan Elite biasa, Keluarga Kaya Baru memang akan suka untuk membeli Rumah disana,"


"Aku memang sengaja pergi kesana untuk pamer,"


"Sudah Aku duga, kamu akan seperti itu. Namun aku pikir terlalu cepat untukmu muncul di depannya? Bagaimanapun juga ini belum lama sejak kalian bercerai dengan? Dia pasti akan curiga jika kamu muncul begitu saja membeli Rumah Mewah,"


Aku terdiam sebentar sepertinya rencanaku itu gagal.


"Hah, Baiklah Mari cari Perumahan Elite di tempat lainnya,"


"Aku nanti akan mencoba bertanya dengan salah satu Penjual Real Estate,"


"Terimakasih untuk itu,"


####


Hari berlalu sekali lagi, dan tidak lama sampai Yuan memberikanku kabar soal penjualan Rumah Mewah.


Hari ini rencananya aku akan ditemani oleh Pegawai Real Estate untuk melihat-lihat Rumah Mewah yang Aku inginkan.


Aku menaiki taksi, untuk menuju ke Perusahaan Real Estate.


Sampai disana, Aku segera di sambut oleh seorang pegawai, yang terlihat sekali bersikap tidak rahmah denganku.


"Maaf? Apakah kamu tidak salah datang ke tempat ini? Tempat ini adalah Agen Real Estate Khusus untuk Kompleks Perumahan Elite,"


Dasar orang jaman sekarang hanya melihat dari segi penampilan dan tidak punya tapa krama.


Aku memang saat ini belum sempat untuk memilih membeli mobil, hanya Aku merasa membeli Rumah yang paling utama, setelah ini aku akan membeli mobil baru.


Aku benci melihat orang-orang yang merendahkan ku seperti ini mungkin iya dulu orang-orang bisa merendahkan ku, namun sekarang aku jamin tidak ada orang yang bisa merendahkan ku.


"Aku jelas tidak memiliki urutan denganmu aku memiliki janji lainnya dengan salah satu Agen disini,"


Pria yang ada di depanku itu jelas merasa kaget dan segera berkata,


"Hah, aku tahu tiba-tiba orang sepertimu kamu mungkin hanya ingin melihat-lihat Rumah Mewah di Perumahan Elite, ingin mengambil beberapa foto di sana dan tidak berniat untuk membelinya,"


Semakin aku meladeni ini orang yang ada di depanku semakin emosi yang aku dapatkan.


Namun sebelum aku sempat marah ada lagi salah satu agen yang segera datang dan menyapaa ku dengan ramah.


"Tuan Muda Yuwen? Anda sudah datang? Kenapa anda tidak segera mau ke dalam? Saya akan menunjukan beberapa katalog Rumah yang akan kami lihat hari ini,"


Aku segera menatap seorang pria yang terlihat ramah itu, apakah ini Agen Wang?


"Apakah kamu Agen Wang? Aku hanya kebetulan bertemu orang orang tidak sopan di depan, aku penasaran bagaimana perusahaan ini tetap berjalan jika ada orang orang tidak sopan dan tidak menghargai calon pelanggan mereka dengan baik,"


Aku jelas mengatakan ini untuk menyindir pria yang sebelumnya aku ajak bicara yang saat ini menunjukkan ekspresi pucat.


Agen Wang itu, segera menatap Pria yang tadi merendahkan ku itu dengan ekspresi dingin namun segera menatap ke arahku dengan ekspresi lembut dan berkata,

__ADS_1


"Maafkan Kami, Tuan udah ada pegawai perusahaan ini yang tidak sopan aku jelas akan memberi dia hukuman nanti,"


Lalu dia berkata pada pegawai itu,


"Kamu, aku minta padamu untuk meminta maaf kepada Tuan Muda Yuwen! kamu itu masih pegawai baru yang tidak tahu apapun, apakah kamu harus melalui masa pelatihan ulang?"


"Ma... Maaf... Karena sudah tidak sopan, saya tidak tahu siapa anda,"


Pegawai muda itu mengangguk terlihat sangat takut.


Bagaimanapun juga untuk pernah ada di posisi semacam itu taman tentu saja aku tidak pernah berbuat tidak sopan pada orang lain.


Aku juga tidak begitu suka membuat masalah yang tidak perlu kepada orang lain jadi aku hanya segera mengangguk, dan mengikuti Agen Wang untuk masuk kedalam.


"Tuan Muda Fan Yuan, sudah menjelaskan soal keinginan anda membeli rumah secara Tunai, juga soal rumah-rumah yang pincang cak dengan selera anda, kami sudah memilih kannya dengan hati-hati, anda mungkin sudah menerima data yang saya kirimkan sebelumnya tidak boleh tau manakah dari rumah rumah itu yang membuat anda tertarik?"


Tentu saja, aku sudah memikirkan Rumah mana yang akan Aku beli.


Ini adalah sebuah Rumah dengan Gaya Eropa, dan taman yang luas dan indah.


Aku nantinya, akan mengajak anak-anak dari Panti untuk pergi dan bermain di Rumahku, jadi harus memiliki halaman yang luas.


Ya, mungkin setelah masalah membeli rumah ini selesai aku juga akan segera pergi ke Panti Asuhan, kuingin memberikan banyak donasi agar anak-anak di sana memiliki hidup yang lebih baik.


"Rumah A,"


"Mari kalau begitu saya antarkan ke sana,"


Kami mengunakan mobil kantor dari Agen Wang menuju ke lokasi yang di tuju.


Agen Wang, benar-benar bersikap sopan padaku dan tidak banyak bertanya kenapa aku tidak memakai mobil.


Yah, kalau dipikir orang yang benar-benar Kaya, memang jarang memiliki banyak gaya.


Fan Yuan sendiri, dia kadang juga naik Taksi kalau pergi-pergi, hanya naik mobilnya jika ada urusan mendesak saja.


Tapi kalau memang butuh sekali, pesawatpun langsung siap.


Hah...


Tetap saja masih jauh untuk sampai ke level itu bukan?


Dana hasil dari penjualan Emas juga semakin menipis karena untuk membeli Rumah Mewah ini nanti, cukup susah membeli Rumah Mewah di Agen Real Estate dengan emas.


Jadi tidak ada pilihan langsung selain menggunakan uang tunai.


Jadi aku tidak boleh terlalu boros untuk menggunakan uang uang itu karena masih susah untuk menjuao emas-emas lagi.


"Nah, di depan adalah kompleks perumahan yang kita tuju, rumah yang akan kita lihat ada di ujung kompleks ini,"


Aku mendengar penjelasan dari Agen Wang, mulai menatap kearah kompleks perumahan elite yang sebentar lagi akan menjadi tempat aku tinggal.


Namun ketika aku menatap kearah salah satu rumah di komplek situ aku melihat wajah yang familiar.


Tunggu...


Bukankah itu Jiang Lou sampah itu?


Dia tinggal di dekat sini?

__ADS_1


Aku melihat bagaimana Lou saat ini sedang masuk ke kompleks Perumahan itu, bersama dengan seorang wanita, wanita itu...


Meilin?


__ADS_2