Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 52: Sebuah Takdir


__ADS_3

Insiden hari itu benar-benar sangat mendadak aku sendiri cukup kaget, dengan hal-hal tiba-tiba, sangat beruntung saat itu Aku berhasil menghentikan mobilku tepat waktu sehingga tidak terjadi bentukan dan lagi setelah itu para pengawalku juga segera datang untuk menghentikan orang-orang yang mengincarku, hampir saja aku celaka saat itu aku benar-benar merasa cukup beruntung.


Namun masalah tidak selesai sampai di sana, walaupun rencana orang-orang jahat itu berhasil digagalkan Dan aku selamat, namun efek dari pengejaran itu benar-benar buruk. Aku mungkin tidak terluka ataupun tergores sedikitpun, namun Meilin yang sedang hamil tua itu, jelas saja mengalami syok dan guncangan yang hebat karena semua hal dan yang terjadi.


Itu semua jelas membuat aku yang saat itu berada di mobil menjadi sangat jelas karena dia mengeluh perutnya tiba-tiba sakit. Dan begitulah sekarang, aku sedang di depan pintu IGD menunggu hasil pemeriksaan Meilin. Jika ada yang bertanya apakah aku cemas atau tidak jawabannya jelas aku sangat cemas terutama tentang keadaan kehamilan Meilin dan bayi di kandungannya, bahkan walaupun ibunya jahat, anak dalam kandungannya tidak salah apapun, dan lagi seharusnya Meilin tidak terlibat kecelakaan ini.


Aku sesungguhnya merasa sangat bersalah juga merasa sangat marah kepada orang-orang yang berani-berani ingin mencelakakanku ini. Tidak perlu diselidiki untuk menebang siapa orang-orang yang ingin melenyapkanku, ini antara Li Yihan atau Jiang Lou itu. Namun aku menebak ini pasti ulah Li Yihan, harusnya kabar soal aku yang sudah melewati krisis dan juga menemukan harta keluarga yang tersembunyi sudah sampai ke telinganya.


Dia pasti sangat marah melihat bagaimana aku lolos dari hal-hal yang sudah dia siapkan itu terlebih saat ini aku memiliki harta peninggalan Kakek yang sudah lama dia inginkan. Hanya orang gila itu yang berani berbuat nekat sampai sejauh ini.


Ketika aku mulai tenggelam dalam lamunanku, dokter segera keluar dari ruangan itu.


"Dokter, bagaimana keadaan Meilin?"


Dokter itu segera memberiku tatapan dengan penuh kecemasan,


"Karena rasa syok yang diterima oleh Nyonya Meilin, ini membuat kehamilannya menjadi terganggu, sepertinya dia terpaksa harus melahirkan lebih awal, ini semua demi keselamatan calon bayi itu dan demi keselamatan sang ibu,"


Aku jelas menjadi kaget dan cemas setelah mendengar hal-hal itu.


"Kalau begitu lakukan saja hal-hal terbaik untuk mereka berdua,"


"Kalau boleh tau, apakah anda Keluarga korban? Kami membutuhkan persetujuan dari keluarga untuk melakukan tindakan operasi ini,"


Mendengar pertanyaan itu jelas saja aku menjadi binggung, namun ini bukan saatnya untuk menghawatirkan hal itu.


"Saya Ayah dari anak itu, Mantan Suami Meilin, bisa dibilang kami masih termasuk kerabat dekat karena anak itu masihlah anakku,"


Dokter itu segera terdiam namun juga segera berkata,


"Baik, Anda boleh untuk menjadi walinya silakan nanti menunggu suster untuk menandatangani beberapa surat supersetujuan, karena Ayah anak itu yang paling berhak untuk mengambil keputusan dalam situasi seperti ini,"


"Ya, saya setuju dengan semuanya pokoknya lakukan segala prosedur agar bayi dan ibunya selamat,"


"Kami akan mencoba melakukannya sebisa kami namun tentu saja ini memiliki beberapa risiko, anak anda akan lahir prematur, mungkin setelah ini dia akan ada di inkubator untuk waktu sampai stabil, Dan ini juga tergantung pada anak itu nanti apakah akan bisa bertahan atau tidak selama ada di inkubator,"


Aku menjadi terdiam memikirkan kemungkinan itu, seorang bayi kecil yang tidak bersalah harus menderita seperti itu begitu dia dilahirkan, sudah mengalami masa-masa krisis seperti ini. Sungguh bayi yang malang, hatiku sudah merasa sesak hanya membayangkan bagaimana nasib dari bayi itu nanti. Hal ini membuatku akhirnya sadar ternyata aku memang benar-benar mengiginkan anak itu, rasa sayang yang mungkin sudah terakumulasi selama kehamilan Meilin, yah Meilin menang untuk ini, dia memenangkan kelemahanku, walaupun rasa benci di hatiku pada Meilin masih tidak berubah namun hal-hal itu berbeda dengan anak yang ada di kandungannya, benar-benar berharap jika itu darah dagingku sendiri.


Akhirnya yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah menunggu di depan ruang operasi. Meilin yang sudah tidak sadarkan diri itu sudah dibawa masuk ke sana untuk segera dilakukan penanganan tepat setelah aku menandatangani beberapa berkas persetujuan.


Aku hanya bisa berharap jika semuanya baik-baik saja dan persalinan itu berjalan dengan lancar...

__ADS_1


Sungguh, ini semua karena Li Yihan sialan itu!!


Aku tidak akan pernah memaafkannya apalagi jika sampai terjadi sesuatu, pada anak itu.


Sial, seharusnya aku menjadi lebih waspada kepada orang itu dan memberinya pengawasan tidak ceroboh seperti ini. Selama proses menunggu itu hatiku dipenuhi dengan rasa putus asaan dan rasa kekhawatiran hal-hal ini benar-benar menyita semua perasaanku.


Seolah setiap detik yang terlewati terasa begitu berat dan lamban, sambil aku terus menatap ke arah ruangan operasi yang saat ini tengah berjalan. Aku termenung di sana untuk waktu yang sangat lama, pikiranku benar-benar kacau saat ini. Aku bahkan sempat mondar-mandir di sana untuk mencoba menghilangkan kekhawatiran yang ada di dalam hatiku.


Apakah ini perasaan seorang Ayah yang menantikan kelahiran anaknya?


Ketika waktu akhirnya benar-benar cepat berlalu dan seorang dokter segera keluar dari ruangan itu, aku dengan jelas segera mendatangi dokter itu dan bertanya,


"Dokter, bagaimana Operasinya?"


"Tuan tenang saja semuanya berjalan dengan normal dan baik, sukurlah keadaan Ibu maupun bayinya aman, saat ini bayi baru saja dibersihkan dan sedang diproses untuk dibawa ke ruang inkubator, dan untuk ibunya akan segera dibawa ke ruang perawatan,"


Mendengar hal itu setidaknya aku bisa merasa cukup lega jika semuanya berjalan dengan lancar, kemudian aku segera menanyakan tentang di mana ruangan inkubator itu dan segera dipandu oleh seorang perawat. Dan segera setelah itu aku dibawa ke ruang perawatan, dimana disana ada bayi yang di lahirkan Meilin.


"Selamat, Tuan, Bayi anda Laki-laki, saat ini kondisinya cukup stabil, jika anda ingin anda bisa melihatnya langsung di sana, Anda boleh menyentuhnya dengan peralatan yang ada di dalam namun anda tidak boleh untuk menggendongnya dulu,"


Dan segera, aku menatap ranjang kecil itu, di mana di sana ada seorang bayi kecil yang sangat lucu dan mengemaskan, sepertinya masih sedikit menangis, aku bisa mendengar suara tangisan itu yang entah kenapa membuat hatiku merasa berdebar. Apalagi ketika aku menatap bayi itu, seolah-olah ada rasa hangat yang ada di hatiku.


Hal-hal ini terlalu rumit untuk dijelaskan dengan kata-kata namun ada satu hal yang pasti aku merasa sangat bahagia ketika melihat bayi itu. Apalagi ketika Aku mulai menyentuh tangan kecil itu, seolah bayi itu merespon keberadaanku dia menatap ke arahku, lalu mulai berhenti menangis. Hal ini tiba-tiba membuat aku tersenyum dan semua rasa khawatirku hilang, dan hatiku segera ditemui oleh ledakan rasa senang yang tidak terkira, sebuah kehangatan dan hal-hal yang aku cari selama ini, ini lebih berharga dari harta atau kedudukan. Kehidupan kecil yang bergantung padaku.


"Sepertinya bayi itu menyukai anda, Putra anda sangat pintar bisa langsung mengenali Ayahnya,"


Namun mendengar kata-kata dari sang perawat itu segera rasa dingin seolah membanjiri hatiku, karena Aku masih tidak tahu apakah ini anak kandungku atau tidak. Namun ketika aku menatap anak itu, aku benar-benar berharap jika ini anak kandungku, namun aku benar-benar tidak tahu kenyataannya. Namun bukan berarti aku tidak bisa menunjukkan rasa sayang pada anak ini bukan?


Aku tidak akan bisa membenci anak ini, apalagi melihat tangan kecilnya mulai mengegam erat tanganku, rasa hangat yang aku lihat ini benar-benar terasa nyata. Namun memang lebih baik jika aku mengerti kenyataan yang sebenarnya, bahkan walaupun itu akan berat.


"Perawat, apakah ari-ari bayi itu masih ada?"


"Ya, kami masih menyimpannya apakah anda memiliki keinginan untuk menggunakan hal-hal itu? Biasanya bisa di gunakan untuk beberapa keperluan medis, jadi kami tidak membuangnya,"


"Lakukan Tes DNA,"


"Maaf?"


Aku melihat bagaimana perawat itu bingung ketika aku mengatakan hal ini jelas saja dia bingung, namun hal-hal ini perlu dilakukan setidaknya sebelum Meilin sadar, aku sendiri yang akan memastikan tentang tes DNA ini benar-benar akurat.


"Lakukan saja apa yang aku katakan dan tolong rahasiakan soal tes ini bahkan dari ibu anak itu apakah kamu mengerti? Aku pasti akan memberikan bayaran yang cukup,"

__ADS_1


Aku mengatakannya dengan tegas sambil menunjukkan sebuah cek yang bernilai ribuan yuan, jelas cukup banyak.


"Baiklah kami akan segera melakukan prosedurnya. Tuan bisa segera ikut dengan ku jika ingin segera melakukannya,"


####


Hari-hari berlalu dalam sekejap mata, dan di hari-hari ini tentu saja aku masih menginap di Rumah Sakit, bukan karena Meilin tentu saja, namun karena aku Masih ingin memantau sendiri bayi yang ada di Inkubator. Sungguh, aku bahkan mulai memikirkan dan mempersiapkan sebuah nama yang cocok untuk bayi itu nantinya, Hah, bahkan walaupun Tes DNA belum keluar.


"Apakah Tuan sudah menyiapkan sebuah nama untuk bayi itu? Kami bisa langsung menempelkan Tag nama pada Bayi itu jika Tuan sudah memutuskan," kata perawat yang saat ini melihat bayi itu.


Mendengar itu aku segera menatap ke arah ponselku di mana di sana ada begitu banyak nama yang sudah aku siapkan. Sial, aku tidak mengira jika aku ternyata sangat bersemangat untuk memberikan nama pada anak itu. Di hari-hari ini semakin aku melihat anak itu rasa sayang yang ada di hatiku seolah semakin tumbuh menjadi lebih besar dan lebih besar, seolah ada ikatan tertentu disana.


Apakah ini sebenarnya karena ada ikatan batin Antara aku dan anak itu?


Karena dia adalah anak kandungku?


Sejujurnya sekarang setelah aku melihat bayi itu sendiri harapan yang ada di hatiku semakin besar, sungguh aku benar-benar sangat tidak keberatan jika dia anak kandungku, aku bahkan akan sangat gembira sekali dengan keberadaan anak itu.


"Mungkin nanti saya akan memutuskannya,"


Namun saat ini mungkin karena aku terlalu bingung aku benar-benar belum bisa memilihkan nama yang cocok. Aku sekali lagi hanya menatap ke arah bayi itu, yang saat ini mulai tertidur dalam damai, hanya menatapnya saja sudah membuat hatiku terasa hangat.


Ketika itu ada sebuah pesan yang memasuki ponselku, pesan agar Aku segera menuju laboratorium karena hasil Tes DNA sudah keluar.


Rasanya, hatiku segera dipenuhi ketegangan dan menuju ke tempat itu dengan buru-buru.


Sayangnya, mungkin karena ketakutanku muncul, ketika aku membuka surat itu, sebuah kenyataan pahit muncul.


Hasil DNA tidak cocok


Artinya, anak itu bukan anak kandungku.


Harusnya, aku akan senang dengan berita ini karena itu artinya aku tidak akan memiliki hubungan apa-apa dengan Meilin.


Namun Kenapa rasanya masih begitu sakit ketika tahu semua kenyataan ini?


Aku tahu, Meilin itu pembohong, namun ketika melihat bayi itu...


Ya, seolah takdir begitu jahat padaku, ketika aku mulai berharap ternyata harapanku segera hilang dalam sekejap....


Hatiku, sekali lagi merasa dihancurkan berkeping-keping.

__ADS_1


__ADS_2