Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 54: Keputusan Besar


__ADS_3

Mendengar kemarahan itu aku hanya segera berkata dengan tenang,


"Aku hanya memikirkan ini untuk kepentingan perusahaan, tidakkah para anggota direksi dan para pemegang saham di sini mungkin bisa mempertimbangkan soal usulanku ini?"


Aku melihat beberapa wajah ragu di sana tentu saja sebelum mengambil keputusan ini aku sudah mulai mendekati beberapa pemegang saham di sana.


"Ya, Saya merasa Usulan Tuan Liu Yuwen masuk akal, melihat saat ini perusahaan dalam keadaan berantakan Bukankah wajar jika kita sebaiknya segera mengganti Management nya?"


Terlihat ada beberapa orang yang setuju walaupun masih ada yang tidak setuju. Pada akhirnya, keputusan mayoritas menentukan agar segera dilakukan pergantian Management.


Walaupun, belum ditentukan siapa yang akan menjabat, setidaknya sudah ditentukan bahwa CEO akan dilengserkan dari tempatnya yang sekarang, ya Lou tidak akan lagi menjadi CEO, dan diberhentikan dari perusahaan.


Itu adalah kesimpulan yang cukup membuat aku puas melihat bagaimana dia jatuh dari posisinya. Dan begitulah Rapat berakhir, ketika Rapat selesai, Lou yang tidak terima itu segera mendatangiku berniat untuk memukulku.


Namun jangan harap dia bisa, Aku segera memberikan beberapa pukulan dan segera pergi dari sana.


Merasa senang dengan pencapaianku. Hal-hal benar-benar berjalan dengan baik jika memiliki uang. Sekarang Aku bukan lagi, Liu Yuwen miskin yang tidak memiliki apa-apa.


Sekarang, Aku adalah Anggota Keluarga Li yang Kaya Raya, CEO dari Seven Investment, Perusahaan Investasi yang saat ini sedang naik daun.


Yah, mau bagaimanapun juga aku sangat berterima kasih kepada Sistem karena telah membawaku sampai saat ini.


Masih tersisa waktu kurang dari 1 bulan sampai pertemuanku dengan Sistem...


Hari itu, setelah rapat berlangsung, karena aku lapar jadi aku memutuskan untuk mampir di kantin Gedung itu, barulah setelahnya aku berniat untuk meninggalkan perusahaan itu.


Namun hal mengejutkan terjadi ketika aku mulai menaiki mobilku dan sampai di depan gedung, di sana di pinggiran jalan Raya, Aku melihat ada Lou dan Meilin Yang sepertinya saat ini sedang bertengkar hebat. Karena rasa penasaran aku sedikit memajukan mobilku untuk mendengar percakapan mereka.


"Lou! Kamu harus bertanggung jawab dengan anakmu itu!"


Lou yang marah, segera mendorong Meilin.


"Hah, Aku tidak akan pernah melakukannya! Kamu pikir apa yang telah dilakukan Yuwen padaku! Kamu hanya wanita murahan!"


Meilin yang dihina itu segera menampar Lou.

__ADS_1


Aku menyaksikan pertengkaran mereka dengan ekspresi senang memang sudah sepantasnya mereka berdua mendapatkan ganjaran seperti itu. Sampai kemudian, pertengkaran itu menjadi lebih buruk daripada yang aku kira, mereka mulai bertengkar dan berkelahi di tengah jalan.


"Tunggu... Tunggu...."


Aku seperti memiliki firasat buruk dan benar saja tiba-tiba ada sebuah truk yang memang melewati tempat itu, Lou dan Meilin, yang tiba-tiba ada di tengah jalan itu jelas saja segera tertabrak Truk itu.


Aku bahkan belum sempat bereaksi karena kejadian itu berlangsung begitu cepat.


Jika ada yang kukhawatirkan ketika melihat kejadian itu adalah, nasip dari Bayi Kecil itu...


Mau Bagaimanapun, dua orang itu adalah orang Tuanya. dengan cemas aku segera mendatangi lokasi kejadian yang mana Di sana penuh dengan darah.


Beberapa orang juga sudah mulai berkerumunan di sana.


"Ini.... Mereka berdua sudah tidak bisa diselamatkan lagi..."


Ya, melihat Truk yang menabrak keduanya memiliki kecepatan yang cukup tinggi dan juga darah-darah yang ada di kepala dan tubuh mereka itu pasti pendarahan otak yang parah.


Sial...


####


Setelah mengurus semua hal-hal berantakan itu, Aku sekarang berada di rumah sakit, tentu saja untuk melihat bayi kecil itu, yang saat ini sudah mulai bisa keluar dari Inkubator.


"Tuan Yuwen? Sudah lama anda tidak berkunjung, sekarang bayi itu sudah bisa untuk keluar dari Inkubator, Apakah anda ingin mencoba untuk menggendongnya?"


Aku awalnya hanya ingin melihat anak itu namun tiba-tiba mendapatkan tawaran seperti itu aku entah kenapa segera menggangguk dan setuju.


Dan begitulah akhirnya bayi kecil itu berada dalam gendonganku untuk pertama kalinya. Bayi ini, saat ini sedang menatapku dengan ekspresi senang, lagi-lagi mengegam tanganku.


Ini juga pertama kalinya aku bersentuhan langsung dengan bayi ini, tanpa alat keamanan.


Rasanya, bayi ini begitu hangat.


"Ba.. ba..."

__ADS_1


Bayi itu, berguma ketika menatapku, entah bagaimana terlihat sangat senang karena akhirnya digendong oleh seseorang?


Bayi yang tersenyum senang kearahku.


Sebuah kehangatan yang laki-laki tidak bisa aku abaikan, hal-hal ini benar-benar merasuk dalam hatiku terutama setelah memikirkan Bagaimana nasib anak ini. Bahkan walaupun aku membenci orang tua dari anak ini bayi ini jelas tidak bersalah.


Bayi kecil mungil, yang tidak tahu apa-apa, dia tidak tahu jika sudah tidak lagi memiliki orang tua, bahwa dia sudah menjadi yatim piatu di usia sekecil ini.


Ini bahkan belum satu bulan...


Mungkin, karena Aku juga awalnya Yatim piatu sejak bayi, akulah yang paling mengerti perasaan ini.


Perasaan kesepian karena tidak memiliki siapapun, bahkan walaupun ada Panti Asuhan yang hangat, itu benar-benar sangat berbeda dari memiliki sebuah keluarga.


Memiliki seseorang yang bisa dipanggil Ayah dan Ibu, tempat di mana bisa disebut rumah dan tempat yang bisa menjadi tempat bergantung.


Jadi tidak memiliki sesuatu seperti itu jelas terasa sangat menyedihkan dan menyakitkan, Aku sendiri sudah mengalaminya. Hanya rasa familiar yang Aku rasakan ketika menatap bayi ini, bahwa dia mungkin akan memiliki nasib yang sama denganku.


Kesepian dan tidak memiliki siapa-siapa...


Aku lalu menatap kearah ranjang rumah sakit, di mana Di sana masih belum juga ada nama untuk anak itu.


Hah, Meilin itu bahkan dia tidak ingin memberikan nama pada anaknya?


Tiba-tiba sebuah keputusan, muncul. Aku tahu ini sebuah tindakan Impulsif. namun aku merasa ini adalah jalan yang terbaik baik untuk aku ataupun untuk bayi itu.


"Liu Hongli, itu adalah namamu saat ini,"


Bayi dalam gendonganku ini, entah kenapa terlihat begitu senang ketika aku memberinya nama.


"Kamu, sekarang adalah Putraku, Putra dari Liu Yuwen, Kamu adalah bagian dari Keluargaku mulai sekarang, Kamu tidak akan sendirian lagi, Aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup dalam kesusahan. Aku akan selalu menjagamu dan bersamamu, melihatmu tumbuh besar. Liu Hongli, tumbuhlah menjadi anak yang kuat dan berani, seperti makna nama yang Aku berikan padamu,"


Ya, ini adalah sebuah keputusan terbesar yang aku ambil dalam hidupku, Aku pasti akan membesarkan anak ini seperti anak kandungku sendiri, tidak akan pernah membiarkan anak ini memiliki nasib yang sama denganku dulu.


Setelah mengambil sebuah keputusan besar ini entah kenapa ada rasa kelegaan dan kehangatan di dalam hatiku. Sekarang Aku akhirnya memiliki Keluarga lagi, Liu Hongli, Putraku.

__ADS_1


__ADS_2