Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 30: Keluarga Asli


__ADS_3

Aku masih sangat kesal memikirkan pertemuanku dengan Meilin, semakin ke sini Aku akhirnya semakin mengerti wanita macam apa dia.


Dan jika memikirkannya lagi kenapa dulu aku bisa-bisanya jatuh cinta pada wanita semacam itu?


Apa karena wajahnya?


Ya, Meilin cukup cantik, awalnya Meilin cukup ramah dan baik padanya namun seiring berjalannya waktu terutama setelah mereka menikah sikap yang dimiliki Meilin perlahan-lahan berubah.


Mungkin itu karena kesenjangan sosial yang mereka miliki, bagaimanapun juga Meilin di besarkan sebagai seorang Nona Muda dari Keluarga Kaya, yang selalu hidup berkecukupan dan bergelimang harta.


Aku mungkin sedikit menyadari tentang betapa miskinnya Aku, namun aku tetap saja merasa aku tidak layak sampai dipandang rendah seperti itu olehnya.


Lagipula, awalnya Meilin yang bilang ingin menerimaku apa adanya, namun pada akhirnya setelah waktu berlalu kata-kata itu hanyalah sebuah omong kosong.


Pada akhirnya Aku kalah dengan sesuatu yang bernama uang.


Aku hanya anak yatim piatu setelah semua.


Seorang anak, yang dulunya dibuang di Panti Asuhan ketika masih kecil.


Dan sekarang disinilah Aku, berada di depan Panti Asuhan yang dulu membesarkanku.


Aku merasa ini adalah saatnya aku membalas beberapa hutang Budi kepada tempat ini ketika aku memiliki uang.


Alasan lain kenapa Aku kesini, mungkin aku hanya sedikit kepikiran tentang fungsi baru Sistem, yang katanya bisa mencari tahu siapa keluarga asliku.


Namun, untukku, Keluargaku hanyalah orang-orang di Panti Asuhan ini, yang selama ini merawat dan membesarkanku penuh kasih sayang terutama para pengurus panti.


"Kak Yuwen datang!!"


Aku melihat salah seorang anak gitu semangat ketika bertemu denganku, kemudian anak itu sepertinya segera memanggil teman-temannya dan dalam sekejap saja aku langsung dikelilingi begitu banyak anak kecil.


Ya, aku cukup menyukai anak kecil, itulah juga kenapa Aku sangat ingin cepat memiliki anak pada awalnya.


Hah, tapi bahkan sebelum aku sempat menjadi seorang ayah pernikahanku sudah hancur seperti itu.


Dan setidaknya dalam waktu dekat aku tidak memiliki keinginan untuk segera menikah cepat-cepat.


"Selamat pagi, Anak-anak, Kak Yuwen membawa beberapa hadiah untuk kalian ambillah di mobil,"


Aku lalu mulai membuka pintu mobil, yang berisi berbagai macam kotak-kotak kecil.


"Hadiah?" Kata seorang anak dengan penuh semangat.


"Ya, di dalam sana sudah ada kotak dengan masing-masing nama seluruh anak yang ada di sini, aku pastikan semuanya dapat jadi bisakah kalian membantuku membawanya masuk?"


Anak-anak disana begitu semangat, lalu mulai membantuku membawa semua barang-barang itu.


Selain itu, Aku juga membawa beberapa hadiah untuk Ibu Panti, seseorang yang sudah Aku anggap sebagai Ibuku sendiri.


Awalnya, Aku bilang agar anak-anak diam dan jangan langsung manggil Ibu Panti, karena aku ingin membuat beberapa kejutan untuknya.


Mana tahu, ketika tiba di kantornya, Aku mendengar percakapan Ibu Panti, Min Jiao dengan salah satu pengurus Panti.


"Bagaimana ini nasip Panti Asuhan kita? Tanah tempat panti asuhan ini dibangun katanya sudah dibeli oleh Perusahaan Kontruksi, dan akan di bangun ulang menjadi Kompleks Apartemen, mereka sudah mendesak agar kita segera pergi dari tempat ini, padahal aku kira ini adalah Tanah Donasi,"


"Tapi, memang pemilik sebelumnya belum pernah mengurusi soal Surat-suratnya bukan?"


"Ya, sepertinya memang belum karena dia sudah meninggal awalnya Aku kira tidak apa-apa, karena ini toh tahan Donasi tanpa pemilik, lalu memikirkan hal-hal ini benar-benar membuatku takut, untuk tiba-tiba menyuruh kita pergi seperti ini bagaimana nasib anak-anak nanti?"


"Saat ini kita juga belum memiliki cukup dana untuk menyewa tempat untuk anak-anak,"


Apa?


Aku benar-benar tidak mengira Jika ada masalah semacam ini di Panti Asuhan, jika Panti ini akan di gusur.


Hal-hal semacam ini jelas tidak bisa dibiarkan.


Tidak ada yang bisa menggusur Panti Asuhan ini.

__ADS_1


Dulu aku memang tidak bisa melakukan apapun jika ada sesuatu seperti ini Namun aku sekarang memiliki uang!


Jadi, dengan penuh tekad aku segera masuk ke dalam.


"Ibu, jangan khawatir Yuwen ini pasti akan mengurus segalanya soal tanah Panti Asuhan ini aku tidak akan membiarkan anak-anak dan Ibu untuk kehilangan tempat ini,"


Aku bisa melihat, Ibu Panti terlihat begitu terkejut melihat kedatanganku.


Dia segera menatapku kaget dan berkata,


"Yuwen? Kapan kamu datang? Kamu.. kamu sudah mendengar semuanya?"


"Ya, Kenapa Ibu tidak pernah cerita Jika ada masalah semacam ini?"


"Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir lagi pula kamu memiliki banyak masalah juga bukan?"


Melihat Ibu Panti, menunjukkan rasa perhatian padaku ini, membuat hatiku merasa sedikit tenang.


Ya, aku juga memiliki orang-orang yang berharga yang tidak ingin Aku tinggalkan, orang-orang berharga yang sangat aku sayangi.


Yaitu tempat ini, Panti Asuhan ini, Ibu Panti, para pengurus dan anak-anak di tempat ini.


Tempat ini lebih seperti sebuah rumah untukku jadi memikirkan tempat ini akan dihancurkan ini benar-benar buruk.


Padahal belum lama juga sudah dilakukan renovasi untuk Panti Asuhan ini.


Tempat di mana aku dibesarkan.


"Aku sudah tidak memiliki masalah apapun,"


"Tunggu, Apakah tidak apa-apa kamu kesini? Istrimu, sepertinya tidak begitu suka jika kamu datang ke sini,"


Ini memang bukan informasi baru, Meilin memang merasa selalu tidak senang setiap kali aku datang ke sini, apalagi jika Aku memberikan uang donasi.


Namun masalah itu sudah Aku buang.


"Sebenarnya aku memiliki banyak cerita panjang, yang jelas Aku sudah bercerai, Ibu tidak usah khawatir, aku sudah tidak sedih dan mulai move on, aku yakin sudah bisa menemukan kebahagiaanku sendiri aku memang tidak cocok dengan Meilin,"


"Jadi begitu, Jika Itu memang keputusanmu yang paling penting kamu selalu bisa menemukan kebahagiaanmu,"


Ya, rasanya di hargai memang seperti ini, terasa sangat nyaman dan menyenangkan.


"Mari bahas dulu soal Pengusuran Panti Asuhan ini, ceritakan lebih dulu soal itu,"


Ibu Panti, lalu mulai menceritakan padaku kejadian sekitar satu bulan lalu, dimana beberapa orang datang dan segera ingin mengusir Mereka katanya tanah Panti ini sudah mereka beli.


Dan orang-orang itu adalah, nama Perusahaan yang familiar.


"LY Development?"


"Iya, benar. Perusahaan itu yang berniat untuk mengambil alih Tanah ini,"


Mendengar itu jelas aku semakin merasa kesal.


LY Development Kenapa perusahaan itu selalu berurusan dengan hal-hal yang aku miliki?


Belum juga masalah di Perusahaan, dan sekarang mereka ingin mengambil Panti Asuhan tempat Kau di besarkan?


Jika kejadiannya lebih dari sebulan yang lalu ini pasti tidak ada hubungannya denganku.


Hal-hal itu mungkin hanya murni kebetulan, hanya melihat Perusahaan itu bahkan mencoba mengambil tanah milik Panti Asuhan, aku jelas merasa jika itu bukanlah perusahaan yang baik.


Sialan.


Perusahaan Sialan!!


Ini hanya membuatku menjadi semakin kesal.


"Yuwen, kamu tidak perlu terlalu memikirkan masalah itu aku pasti akan bisa menemukan jalan keluarnya,"

__ADS_1


"Tidak, Aku akan mencoba membantu sebisaku untuk tidak membiarkan Tanah ini jatuh kepada mereka aku akan memastikannya,"


Ya, awalnya aku ke sini berniat untuk menenangkan hatiku dan bersenang-senang namun pada akhirnya aku hanya diliputi dengan rasa marah.


Sangat beruntung anak-anak disini sangat penurut dan baik, melihat senyuman anak-anak yang bahagia ketika menerima hadiah dariku benar-benar menenangkan hatiku.


Aku pasti, tidak akan membiarkan anak-anak ini terlantar.


Bahkan, mungkin jika masalah tanah tidak selesai, Aku akan membelikan Rumah yang lebih besar untuk mereka.


Namun bukan berarti aku akan menyerah untuk tanah Panti ini lagi pula tempat ini memiliki lebih banyak kenangan daripada yang aku kira.


Tempat Aku dulu di buang, soal masalalu.


Bohong, jika Aku tidak penasaran.


"Sistem, jika aku meminta informasi padamu soal keluargaku, Apakah kamu benar-benar bisa menunjukkannya?"


[Tentu saja, Sistem ini memiliki semua informasi tentang kamu bahkan masa lalumu sejak kamu bayi]


"Apakah kamu selalu mengawasiku?"


Sistem itu hanya menjadi diam, sepertinya tidak berniat untuk menjawabnya.


"Baiklah terserah,"


Yah, Aku pikir melihat masalah di Panti Asuhan, entah kenapa ini membuatku terdorong untuk mengetahui tentang keluarga asliku.


Baik, aku rasa ini juga informasi yang penting untuk mengetahui asal-usulku.


Ini hanya ingin tahu, dan ada Sistem yang bisa mengabulkannya.


Aku lalu memunculkan sebuah menu, melihat butuh sekitar 5 Poin untuk Informasi berharga ini.


"Sungguh? Kenapa ini memakan poin sangat mahal? Astaga, dengan 5 Poin, aku bisa mendapatkan lebih banyak uang namun ini hanya digunakan untuk informasi semacam ini?"


[Ini adalah informasi yang sangat berharga dan rahasia, jelas memiliki nilai lebih dari uang yang mungkin bisa kamu hasilkan]


Mendengar pernyataan sistem ini membuatku menjadi bertanya-tanya.


Jangan bilang Aku sebenarnya anak orang Kaya atau sesuatu?


Aku memang selalu merasa janggal, bagaimana penampilanku, khususnya wajahku, terlihat tidak seperti orang biasa.


Hmm, mari coba gunakan saja lima poin ini.


Sistem ini sepertinya menggunakan poin sesuai nilainya.


Tepat setelah itu, dari pada Informasi, Aku di pandu menuju kesebuah Kompleks Perumahan Elite.


"Sungguh? Apakah Aku benar-benar anak orang Kaya?"


Aku benar-benar berdebar ketika mulai menaiki mobilku memasuki Kompleks itu, sambil mengikuti navigator yang disediakan oleh Sistem.


Lalu, Aku berhenti disebuah Rumah Mewah.


Aku berhenti sebentar karena merasa terlalu penasaran rumah siapa itu.


Sampai ada sebuah mobil keluar dari Rumah itu, disana ada seorang Pria Parubaya yang berbicara pada petugas keamanan dari dalam mobilnya.


Ini membuatku bertanya-tanya, apakah itu Ayah Kandungku atau sesuatu?


Astaga....


Apakah Aku benar-benar Tuan Muda Kaya Generasi ke Dua dari Keluarga Konglomerat Kaya Raya?


Memikirkan, Keluargaku ternyata orang sekaya ini!


Namun kenapa Aku di buang ke Panti Asuhan?

__ADS_1


Namun segera, ketika menatap mobil itu, ada seorang pemuda yang keluar dari mobil itu.


Ekpersiku menjadi gelap ketika menatap wajah familiar yang keluar.


__ADS_2