Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 33: Seperti Dapat Jackpot


__ADS_3

Malam itu jelas aku mencoba mengambil kesempatan itu untuk bertemu dengan Ayah Kandungku, untuk membuktikan Aku memiliki kalung itu dan aku juga merupakan anggota dari keluarganya. Ya, dengan memasuki keluarga mereka setidaknya aku akan memiliki latar belakang yang solid sehingga tidak ada orang-orang yang akan berani terhadapku.


Jujur, aku bisa mengetahui siapa keluarga kandungku ini semua berkat Sistem, Sistem ini benar-benar memiliki banyak kegunaan, dan sangat baik aku bisa menikmati versi gratis dari sistem ini tanpa menanggung begitu banyak resiko.


Yos, sesuai rencana saat ini aku sedang mulai berjalan menuju target yang akan aku temui. Pertama mari pura-pura tersandung dan menabraknya sambil menjatuhkan liontin yang ada di tanganku ini.


Sayangnya, orang yang aku targetkan itu saat ini sedang sibuk dan berbicara dengan beberapa orang. Dilihat dari sini saja aku tahu jika Ayahku itu adalah orang yang penting.


Hal ini benar-benar bagus jika aku bisa memiliki kesan baik padanya nanti, Setelah semua kami berdua memiliki hubungan darah.


Dan sangat beruntung aku tidak bertemu dengan orang-orang menyebalkan di pesta ini, lebih seperti benar-benar tidak ada orang yang aku kenal di sekitar sini, setidaknya aku bisa merasa lega sekarang.


"Ah, Maaf Tuan Saya tidak sengaja,"


Pada akhirnya setelah membuat rencana panjang rencanaku untuk bisa berbicara dengan ayah kandungku itu berjalan dengan lancar aku bisa berpura-pura menabraknya ketika berpapasan dan membuat kalung liontinku jatuh dan memastikan pria itu menatap ke arah kalungku.


Dan benar saja saat dia mulai memegang kalung liontin itu dia segera terkejut, dan mulai bertanya padaku dengan panik, ketika aku mulai mengambil kalung itu dari tangannya.


"Kalung itu... Dari mana kamu mendapatkannya?"


"Aku sudah memiliki ini sejak bayi, entahlah? Orang yang menemukanku ketika bayi bilang begitu, ini adalah kenang-kenangan dari keluargaku, ah... Tidak, Aku sebenarnya tidak begitu suka membicarakan hal-hal ini dengan orang luar, Maaf tidak sengaja menabrak anda tadi saya permisi dulu,"


Setelah memberikan beberapa penjelasan yang terlihat penuh dengan berbagai macam misteri, Pria itu benar saja, jelas mencoba mencegahku untuk pergi.


"Tunggu dulu!"


Dia mulai meraih tanganku terlihat tidak membiarkan aku pergi, diam-diam aku mulai tersenyum memikirkan Bagaimana rencanaku berjalan dengan lancar.


"Ada apa lagi Tuan?"

__ADS_1


"Bolehkah aku melihat ke arah kalung liontin milikmu lagi?"


Ketika ditanya itu aku terlihat sedang berpikir, seolah-olah mempertimbangkan hal itu, namun jelas aku sudah menyiapkan ini dari awal kata-kata apa yang akan aku keluarkan.


"Maaf ini adalah kalung yang sangat berharga untukku Aku tidak suka Bagaimana kalung ini dilihat oleh orang yang tidak aku kenal,"


Sekarang, aku melihat pria yang ada di hadapanku ini memiliki ekspresi wajah rumit seolah sedang memikirkan apa yang akan dia katakan berikutnya.


"Jika kamu memiliki waktu luang Bagaimana jika kita bertemu diluar? Ada beberapa hal yang ingin aku katakan padamu,"


"Tentu saja Bapak tidak usah khawatir, aku bisa Mari bertemu di luar kapan-kapan Sekarang aku permisi dulu,"


Ya, adegan berikutnya aku sudah bisa menebaknya Bagaimana pria paruh baya itu terlihat sedang memanggil anak buahnya pasti dia segera meminta anak buahnya untuk menyelidiki tentang identitasku.


Tidak ada yang perlu diragukan soal identitasku ini bahkan jika melakukan tes DNA hasilnya sudah jelas.


Jadi, mari tunggu saja kabar baik, Di mana pria paruh baya itu pasti akan segera menghubungiku setelah memastikan bahwa aku ternyata adalah putra kandungnya.


Namun siapa dulu yang akan aku ajak bicara?


Ketika aku sedang binggun di dekat meja makan, ada seseorang yang menepuk pundakku. itu adalah wajah seorang wanita yang cukup familiar yang aku temui di awal pesta tadi.


"Yuwen? Ini benar-benar Kebetulan kami bisa bertemu di sini,"


Aku benar-benar terkejut melihat Xie Lin menyapaku dulu.


"Ya, ini benar-benar tidak terduga aku tidak mengira bisa bertemu denganmu di sini,"


"Namun Bagaimana kamu bisa masuk ke pesta ini maksudku pesta ini..."

__ADS_1


"Aku mendapatkan undangan ini dari Yuan, dia hanya membantuku untuk pergi ke sini agar aku bisa mulai mencari koneksi untuk perusahaan yang baru saja aku buat,"


Xie Lin, terlihat mulai tertarik dengan ucapanku.


"Astaga, kamu baru saja memulai bisnis baru?"


Aku lalu segera mengeluarkan kartu namaku yang berisi informasi perusahaan milikku, dan memberikannya pada Xie Lin.


"Jika kamu mungkin memiliki ketertarikan untuk berinvestasi kamu bisa menghubungiku,"


"Astaga, kamu benar-benar bisa memanfaatkannya dengan bagus, baiklah aku akan mencoba memikirkannya lagi pula saat ini aku juga sedang mencoba untuk menjadi mandiri dan tidak bergantung pada keluargaku mungkin bisa bekerja sama denganmu adalah sesuatu yang bagus,"


"Aku terkejut kamu bisa langsung Percaya padaku,"


"Apa? Aku juga tahu kamu itu cukup pintar dan aku yakin dengan potensi yang kamu miliki, bukankan Yuan begitu? Aku yakin dia orang pertama yang berinvestasi bukan?"


Aku segera tertawa canggung walaupun itu tidak seperti itu, Namun nyatanya itu hampir seperti itu bahwa Yuan lah orang pertama yang investasi Setelah semua aku bisa ke sini juga berkat bantuan dari teman baikku itu.


"Ya begitulah,"


Ya, setidaknya sangat menyenangkan bisa berbicara dengan Xie Lin, Dia sangat ramah dan baik apalagi dia juga Mulai memperkenalkanku pada beberapa pengusaha muda yang ada di sana, diperkenalkan sebagai salah satu partner bisnisnya ini adalah sesuatu yang baik untuk mengembangkan reputasiku sendiri.


Pesta itu akhirnya berjalan dengan lancar tidak ada hal-hal masalah dan semua rencanaku berjalan dengan baik sehingga menunggu hari sampai aku memanen hadiah yang aku miliki.


Sungguh rasanya benar-benar seperti mendapatkan hadiah Jeckpot!!


Setelah beberapa hari, benar saja Ayah Kandung itu segera datang ke Perusahaan milikku, dan mencoba mengajakku bertemu.


Kami jelas mencoba berbicara basa-basi ringan sampai pria itu mulai menunjukkan tujuannya bertemu denganku.

__ADS_1


Dia sekali lagi mencoba meminjam kalung yang aku miliki. dan setelah aku memberikannya Dia segera mengatakan kata-kata yang aku tunggu-tunggu.


__ADS_2