Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 53: Kekacauan


__ADS_3

Butuh waktu beberapa hari untukku benar-benar bisa menerima kenyataan tentang bagaimana Bayi itu ternyata bukan anak kandungku. mungkin karena tidak menerima dengan semua kenyataan itu aku bahkan sempat melakukan berbagai dan beberapa tes DNA lagi, bahkan Tes Darah juga, namun tetap saja hasilnya masih sama seperti sebelumnya, bahwa anak itu bukan anak kandungku.


Hati ini terasa masih sakit, benar-benar cukup berat untuk menerima semua ini. Meilin itu, bisa-bisanya dulu dia memanipulasi hasil Tes DNA, menipu dan membohongiku seperti ini. Ternyata dia masih tidak berubah dan sangat serakah, hanya ingin mengambil keuntungan dariku.


Yah, setidaknya aku tidak memiliki perasaan apapun padanya hanya perasaan kebencian dan kemarahan dalam diriku meningkat. Setelah beberapa hari ketenangan dan aku mendengar bahwa kondisi Meilin sudah baik-baik saja, aku merasa ini saatnya untuk menyelesaikan segalanya.


Dengan penuh tekad aku segera menuju ke ruangan Meilin. Ternyata di sana ada beberapa wajah familiar, ya yaitu wajah Mantan Ayah dan Ibu Mertuaku, juga ada Mantan Kakak Ipar ku. melihat wajah mereka lagi setelah sekian lama membuat hatiku benar-benar dimasuki perasaan rumit.


"Nak, Yuwen Apakah kamu baru saja bayimu dan Meilin?" Kata mantan Ibu Mertuaku itu dengan ramah, sekarang saja dia bersikap ramah padaku, dulu?


Dia selalu saja, mencari cara untuk memarahiku ketika Aku masih menjadi Menantunya. Apalagi Ayah Mertua dan Saudara Ipar itu. Hanya kenangan buruk yang terlintas dalam pikiranku ketika melihat mereka.


"Benar, Yuwen. Apakah Putra kita baik-baik saja? Sejujurnya aku ingin segera melihat Putra kita," kata Meilin sambil tersenyum ramah.


Aku yang melihat wajah Meilin, yang terlihat tanpa dosa dan tersenyum itu, bahkan bisa-bisanya menyebut anak itu anak kita, membuat hatiku benar-benar dipenuhi dengan rasa marah.


Sialan, aku menjadi semakin tidak tahan namun aku tetap mencoba untuk menjaga emosiku, lalu segera berkata dengan ekpersi setenang mungkin.


"Meilin, Aku sekarang sudah tahu semuanya soal kebohongan yang kamu buat, dan aku rasa untuk Ibu, Ayah dan Kakak, Kalian juga perlu tahu kebenaran soal kelakuan Putri Kesayangan kalian,"


"Apa maksudmu Yuwen? Aku tidak mengerti," kata Meilin masih terlihat menunjukkan ekspresi bingung, orang-orang di dalam ruangan itu yang sepertinya tidak tahu tentang kebohongan Meilin, jelas saja menatapku dengan ekspresi bingung sambil bertanya tentang apa yang sebenarnya aku katakan.


Terlalu malas untuk mengatakan yang sebenarnya jadi aku segera mengeluarkan beberapa salinan Tes DNA yang jelas itu. Menyerahkannya pada orang-orang di sana, termasuk Meilin.


Dan sekarang ketika orang-orang itu mulai membaca hasilnya wajah mereka menjadi pucat, terutama Meilin.


"Yuwen ... Ini pasti salah ... Anak itu adalah anak kandungmu,"


Meilin masih saja mengelak, segera aku tidak bisa lagi menahan emosiku dan berkata,


"Cukup! Meilin!! bahkan sampai sekarang kamu masih begitu tega untuk berbohong setelah fakta yang sebenarnya terungkap? Kamu masih saja ingin menghancurkanku Lagi Dan Lagi, tidak tahukah kamu betapa hancurnya aku setelah melihat kenyataan ini? Bahwa bayi itu bukan anak kandung ku? Itu adalah Bayi hasil Perselingkuhan mu!!"


"Yuwen ini ... "


Meilin, masih mencoba memohon, dan menagis, namun aku tidak perlu melakukan apa-apa Karena sekarang Mantan Ayah Mertuaku itu segera menampar Meilin dengan penuh kemarahan, lalu segera berkata,


"Meilin! Bisa-bisanya kamu berbuat hal-hal seperti itu! Perselingkuhan? Kamu benar-benar membuat malu keluarga! Bagaimana jika hal ini sampai diketahui semua orang? Mau ditaruh di mana wajah keluarga kita? Terlebih, Kamu memiliki anak haram dari Hasil Perselingkuhan mu itu!"


"Meilin, Kenapa kamu bisa bisanya berbuat seperti itu? Benar-benar membuat Ibu Kecewa,"


"Sungguh, aku tidak mengira perbuatanmu di belakang adalah seperti itu jadi inikah alasan kenapa kalian bercerai?"


"Ibu, Ayah, Kakak... Ini tidak seperti itu..."

__ADS_1


Aku hanya terdiam melihat kekacauan yang ada di depanku ini. Setidaknya ada sedikit rasa kelegaan yang lucu di hatiku setelah mengungkapkan semua kekecewaan ini.


"Baik, jika kalian semua sudah mengerti Aku akan segera pergi dari sini, aku sudah tidak memiliki urusan dengan Meilin ataupun Keluarga kalian lagi!!"


Aku segera berkata dengan marah berniat untuk pergi dari sana, namun tanganku segera dicegah oleh Meilin, yang sudah berdiri dari tempat tidur dia mencoba untuk memelukku sambil berkata,


"Yuwen... Tolong jangan seperti ini, Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu, jangan tinggalkan Aku..."


Aku yang begitu marah jelas segera menepis tangan itu menjaga jarak antara kami berdua.


"Cukup! Aku sudah muak dengan semua omong kosong yang kamu buat! Jika kamu benar-benar merasa bersalah tidakkah kamu seharusnya tidak berbohong Padaku dari awal?"


"Tapi... Aku tidak memiliki pilihan..."


"Hah, Laki-laki Brengsek itu tidak mau tanggung jawab? Itu mungkin adalah karma untukmu karena berselingkuh, Kamu akhirnya terkena getahnya dan kamu pantas mendapatkannya,"


"Yuwen, Kenapa kamu sekarang menjadi begitu tega seperti ini padaku?"


"Lalu kenapa sebelumnya kamu juga bisa begitu tega padaku?"


Meilin segera terdiam setelah mendengar kata-kataku itu.


"Tapi anak itu tidak bersalah... Setidaknya..."


Aku tahu, Meilin sekarang mencoba untuk menggunakan kelemahanku ini benar-benar membuatku muak.


Aku yang merasa kesal akhirnya segera pergi dari ruangan itu, dan benar saja setelah aku pergi ada kekacauan terdengar dari dalam ruangan.


"Meilin! Kamu Aku hapus dari Keluarga! Jangan pernah pulang dan membuat malu Keluarga!"


Aku benar-benar tidak ingin mendengar kata-kata mereka ataupun pertengkaran yang saat ini terjadi di sana, tujuanku saat ini adalah untuk pergi ke ruang inkubator.


Ya, tepat ketika melihat bayi itu, segera rasa sedih di dalam hatiku menjadi sedikit berkurang. Namun tetap saja rasa penyesalan di dalam hatiku masih menunggu. Bayi itu saat ini, mulai sekali lagi memegang tanganku dan mulai tersenyum ke arahku.


Membuat seolah-olah hatiku remuk hanya memikirkannya.


Apakah ini adalah sebuah perpisahan?


Ini baru sebentar, namun...


Ini cukup untuk membuatku menerima keberadaan bayi itu.


Sial...

__ADS_1


"Selamat tinggal...."


Aku akhirnya mencoba mengeraskan hatiku dan pergi dari sana, setidaknya aku memberitahu perawat agar terus tetap memberitahuku soal kondisi bayi itu nantinya, siapa yang tahu Meilin nanti jadi gila dan berbuat aneh-aneh?


Sekarang ada hal-hal lain yang harus aku selesaikan, aku segera menelepon seseorang.


"Hallo, Yuan Bagaimana soal rencana yang kita miliki?"


"Semuanya sudah beres sebentar lagi kita pasti akan menangkap orang itu,"


"Itu Bagus, Sebenarnya aku sedikit membutuhkan bantuanmu lagi,"


"Apa itu?"


"Aku ingin mengambil alih Perusahaan Milik Keluarga Lou, apakah bisa?"


"Aku akan mencoba mencari tahu soal bisnis mereka, namun aku dengar akhir-akhir ini memang bisnis mereka tidak berjalan dengan begitu baik, Kalau tidak salah ingat mereka pernah menawarkan investasi padaku juga. Mungkin kamu bisa mencoba mengambil hati beberapa pemegang saham agar menjual saham-sahamnya padamu sehingga kamu memiliki porsi yang cukup, untuk menguasai Perusahaan, Aku akan mencoba mencari tahu daftarnya untukmu,"


"Baik, Terimakasih banyak Yuan. Kamu benar-benar sangat banyak membantuku,"


"Tidak, ini semua juga demi kepentinganku, kamu tahu sendiri jika Li Yihan juga Mulai mengacaukan dan mengusik tentang bisnisku? Namun ada apa dengan Lou ini? Sepertinya kamu sangat membencinya, ini sepertinya lebih dari Insiden Proyek itu?"


Mendengar pertanyaan itu aku segera terdiam, tentunya aku tidak banyak menceritakan soal masalah Rumah tanggaku bahkan pada orang lain termasuk Fan Yuan. Jadi, ini saatnya Aku menceritakannya, terutama soal kejadian akhir-akhir ini, tentang bayi itu ...


Dan semuanya....


####


Sudah 2 minggu berlalu sejak kejadian itu, Sekarang Aku berada di pintu Ruang Rapat, jika di tanya Ruang Rapat apa?


Ini Ruang Rapat Direksi, Perusahaan Milik Keluarga Lou. Ini termasuk waktu yang begitu singkat, aku benar-benar bisa mengambil alih sebagian saham mereka karena memang perusahaan itu memiliki situasi yang buruk, jadi tentu saja ketika aku menawarkan cukup banyak uang pada pemegang saham mereka tidak segan-segan untuk segera memberikan semua sahamnya padaku.


Aku tidak tahu apakah ini akan merugikan atau menguntungkanku di masa depan setidaknya aku ingin melihat wajah orang itu syok ketika mendengar bahwa saat ini aku salah satu pemilik saham Mayoritas. Dan Aku pasti akan mencoba untuk mengembangkan perusahaan itu dengan baik ketika jatuh di tanganku.


"Dan Perkenalkan, Saya adalah Liu Yuwen, Salah satu Pemegang Saham Mayoritas Baru di Perusahaan,"


Ketika aku masuk dan memperkenalkan diri aku melihat ekspresi keterkejutan dari beberapa orang, terutama Lou yang saat ini menjadi CEO. Dia terlihat panik sambil bertanya pada Asistennya, Namun sepertinya mendapatkan jawaban yang tidak Dia kira.


Dia segera menatap marah kearahku, namun karena saat ini ditatap oleh orang banyak jelas dia tidak bisa banyak melakukan hal-hal padaku.


Segera Rapat Direksi itu di mulai, Aku adalah orang pertama yang ingin mengusulkan hal-hal penting sekarang.


"Melihat situasi perusahaan saat ini tidak menguntungkan aku mengusulkan untuk merubah jajaran Management. Setelah mempelajari perusahaan ini dan ingin mengambil alihnya aku merasa ada yang salah dengan Management sekarang, terutama untuk posisi CEO. Bagaimana jika kita sekarang Menganti posisi CEO?"

__ADS_1


Lou yang mendengar kata-kataku itu segera meledak dalam kemarahan.


"Yuwen!! Kamu benar-benar sekarang berani untuk mencoba meleserkanku dari posisiku?"


__ADS_2