
Aku begitu pusing memikirkan semua ini, bahwa semua ini dari awal adalah jebakan yang disengaja untukku. Ini semua sungguh kecerobohanku...
Aku yang terlalu terlena dengan semua kesuksesan ini dan semuanya berjalan dengan lancar. Harusnya aku sadar ketika hal-hal berjalan dengan begitu lancar, tidakkah itu aneh?
Aku menjadi begitu serakah, dan terutama terlalu bergantung pada Sistem ini, sampai-sampai aku bahkan mengabaikan peringatan dari beberapa orang yang memperdulikanku.
Berapa kali, Sekertaris An mencoba untuk menasehati ku soal proyek ini?
Fan Yuan, juga pernah memberiku nasehat untuk lebih berhati-hati dan jangan memulai proyek dengan terlalu banyak biaya. Bahkan sampai hutang segala.
Mereka sudah memperingatkan ku karena rasa kepedulian dan pengalaman yang mereka memiliki. Namun aku malah hanya mengatakan peringatan peringatan yang mereka berikan. itu semua karena aku terlalu yakin dengan hal-hal yang aku melihat di Sistem.
Sampai Aku lupa, Sistem ini, tidak benar-benar sepenuhnya pada di pihak ku. Sistem ini memang banyak membantuku selama ini, ya Aku toh tidak bisa menyalah Sistem. Karena yang salah adalah aku yang menggunakannya.
Aku menjadi semakin serakah menggunakan kemampuan dari Sistem ini, yang pada akhirnya membuatku begitu percaya diri dengan pendapatku sendiri, padahal kenyataannya aku tidak memiliki banyak pengalaman.
Semua ini adalah kesalahanku...
Semakin memikirkannya sebuah perasaan kesedihan dan keputusasaan mulai muncul. aku mencoba untuk memfokuskan pikiran ku kembali menatap project yang ada di depanku yang sangat ini mulai mengalami keruntuhan.
Ya, aku jelas melihat masih juga ada banyak orang di sana yang tertimpa keruntuhan itu. Hal-hal benar-benar berantakan...
Bagaimana ini?
"Pak Yuwen, anda harus segera pergi dari sini tempat ini saat ini tidak aman," kata salah satu pegawai proyek yang datang ke arahku.
"Kenapa hal ini bisa terjadi coba katakan padaku?"
"Kami juga tidak mengerti Pak, tiba-tiba ada sebuah ledakan terjadi dan semuanya runtuh,"
"Ledakan katamu?"
"Ya, sepertinya ada semacam gangguan listrik atau sesuatu pada salah satu alat di sini kami juga belum tahu pasti sumber dari ledakan itu,"
__ADS_1
"Hanya ledakan, namun semuanya menjadi runtuh begitu saja? Apakah kamu pikir itu masuk akal?"
Pegawai proyek itu, terlihat menjadi diam.
"Saya juga tidak tahu..."
"Sial, cukup cukup, segera panggil bala bantuan untuk menyelamatkan orang orang! Aku akan menyelidiki ini nanti setelah semua hal hal ini diselesaikan!"
Itu benar, sebelum aku mengurus karena salah perbuatan siapa ini lebih penting untuk menyelamatkan orang-orang yang masih ada di sekitar gedung itu. Ya, masih ada beberapa orang yang bekerja di Proyek, ada di dalam gedung pembangunan itu.
Aku segera di sana dengan cermat menunggu petugas medis dan petugas penyelamat datang. Aku tentu, tidak bisa langsung pergi dari sini begitu saja mulai datang ke daerah sekitar reruntuhan untuk memeriksa hal-hal yang terjadi.
Apa yang aku lihat peringatan lebih mengerikan daripada yang aku kira.
Ya, ada banyak orang terluka disana, ini jelas-jelas merupakan sebuah tragedi yang mengerikan.
Lupakan soal seberapa kerugian yang timbul karena semua ini, nyawa manusia yang menjadi korban dalam hal ini...
"Pak Presdir, di sini berbahaya sebaiknya anda jangan ke sini," kata salah satu orang lagi, yang sepertinya baru saja menyelamatkan orang yang terkena reruntuhan.
"Bapak bisa sedikit lebih tenang untungnya ini saat jam makan siang, jadi korban yang mungkin timbul tidak sebanyak yang kita kira, namun memang masih ada beberapa orang yang ada di sana,"
Aku tidak tahu apakah aku bisa merasa lega atau tidak setelah mendengar hal hal itu. Apakah itu sebuah keberuntungan atau sebuah ke sialan, bahwa insiden itu terjadi tepat begitu aku datang dan kebetulan juga itu saat yang makan siang.
Aku benar-benar tidak bisa membayangkan seberapa banyak korban yang mungkin terjadi jika hal ini terjadi saat orang-orang sedang bekerja disana.
Sungguh aku pasti akan menyelidiki semua ini setelah ini, apalagi jika ini sebuah insiden yang disengaja aku pasti tidak akan pernah memaafkan orang orang itu. Tidak hanya mempermainkan soal aku namun juga mempermainkan nyawa orang-orang yang ada disini.
Sejujurnya melihat semua insiden ini, hampir membuat aku hancur. Semua rencana yang telah aku susun selama ini seolah jatuh berantakan berkeping-keping....
Padahal baru saja aku memimpin kan, Proyek ini sukses, aku akan mendapatkan begitu banyak keuntungan dan kekayaan dari semua ini. Orang-orang akan lebih memandang tinggi padaku dengan semua pencapaian yang akan aku dapatkan.
Bahkan sudah memiliki rencana untuk membeli lagi sebuah Rumah Mewah yang lebih megah dari Rumahku sekarang, saat semua ini selesai.
__ADS_1
Namun melihat semuanya sekarang menjadi berantakan dan berantakan....
Rasa putus asa seolah muncul di dalam hatiku membuatku bingung tidak tahu harus berbuat apa.
Pada akhirnya, pikiranku menjadi semakin kacau, dan hanya bisa duduk termenung menatap pemandangan mengerikan yang ada di depanku.
Aku tidak tahu berapa banyak waktu yang telah terlewati, ketika Aku melamun, namun Tim Petugas Penyelamatan sekarang sudah datang, sedang mulai mengamankan dan membawa orang-orang yang terluka juga ada yang mencari kemungkinan korban yang tertimbun keruntuhan.
"Pak Presdir, anda tidak apa-apa?"
Aku menatap kearah depanku di mana Sekertaris An sepertinya datang, dia juga sepertinya datang tidak sendiri.
"Yuwen,"
Ya itu adalah Fan Yuan, tentu saja kabar insiden ini pasti sudah sampai di perusahaan, Sekertaris An cukup dekat dengan Yuan, jadi dia pasti mengabari orang itu.
Sejujurnya ketika mendapat wajah, ada rasa bersalah di dalam hatiku. Lagu pernah memarahi mereka berdua karena aku yang keras kepala dengan keinginanku.
"Maaf... Maaf karena tidak mendengarkan nasehat kalian,"
Aku hanya tertunduk lesu di sini mencoba untuk menahan air mataku.
"Yuwen, ini bukan saatnya untuk memikirkan hal-hal itu. Yang paling penting, kamu harus tetap semangat dan bangkit, jangan menyerah karena hal-hal ini, aku yakin kamu pasti akan bisa menemukan cara untuk mengatasi hal hal ini,"
Aku mendengar lagi-lagi, Yuan mencoba untuk membuat ku lebih semangat dan bangkit kembali. Dia yang tetap ada sisiku.
Jika dipikirkan lagi apa yang dikatakannya benar, ini bukan saatnya aku hanya termenung dan terpuruk seperti ini. Aku jelas harus mencoba mencari solusi tentang semua ini.
Namun apa?
"Yuwen, mari kita pergi dulu dari sini, agar kamu bisa lebih konsentrasi dan menenangkan diri jangan terlalu banyak pikiran dulu,"
"Ya, kamu benar."
__ADS_1
Setelahnya, aku diantar ke Rumah oleh mereka berdua. Hal-hal soal Insiden ini di urus oleh Sekertaris An sementara Aku menenangkan diri.