Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 27: Kekacauan


__ADS_3

Pada akhirnya aku masih menolak penawaran dari beberapa orang yang mencurigakan kemarin, karena aku merasa jika aku menurutinya aku hanya akan dirugikan jelas saja mereka mungkin akan mencoba memberi tanah ini dengan harga yang lebih murah, bagaimanapun juga aku tetap tidak bisa tinggal diam tentang bagaimana mereka mencoba untuk mengambil tanah itu.


Keuntungan yang bisa aku dapatkan jelas cukup besar aku tidak bisa melewatkan kesempatan yang begitu besar ini terutama karena kemampuan yang aku gunakan terbatas jadi aku tidak bisa menyia-nyiakan 1 Poin pun.


Satu poin merupakan harga yang sangat berharga untukku, Aku membaca masa depan tanah itu dengan poin berharga yang aku miliki jelas aku tidak bisa melepaskannya begitu saja.


Tapi jujur bahkan sampai sore ini aku masih merasa takut dengan ancaman dari pria itu,


'Kamu lihat saja, apa yang akan terjadi jika kamu berani menolak kami!'


Aku memang memiliki firasat buruk soal itu namun aku sudah tidak bisa apa-apa karena terlanjur menolaknya.


Apakah aku benar-benar terlibat dalam situasi yang cukup buruk?


Informasi, Aku membutuhkan sebuah Informasi yang cukup.


Namun bagaimana cara aku mendapatkan informasi?


"Pak Presdir, apakah Anda masih khawatir soal hal yang terjadi tadi pagi?"


Suara Sekertaris An, mulai membuyarkan lamunanku, tentu saja aku belum menceritakan tentang semua yang terjadi padanya.


Awalnya aku ingin mencoba mencari solusi sendiri soal masalah ini namun ternyata kemampuanku benar-benar sangat terbatas aku tidak memiliki banyak informasi tentang industri semacam ini.


Aku jelas membutuhkan bantuan Sekertaris An, mungkin dia memiliki banyak informasi sebelumnya karena dia adalah bawahan Fan Yuan sebelumnya?


Keluarga Fan, memiliki bisnis di berbagai sektor, bahkan dalam Real estate, jika ada sebuah organisasi tertentu yang suka berbisnis dengan tanah mereka jelas akan setidaknya memiliki informasi soal mereka.


Aku lalu mengeluarkan sebuah kartu nama yang ada di tanganku dan aku berikan kepada Sekertaris An.


"LY Development, apakah kamu memiliki informasi tertentu tentang perusahaan ini?"


Aku melihat bagaimana sekretaris menatap kartu yang ada di tanganku namun segera menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Aku belum pernah mendengar tentang perusahaan ini sebelumnya,"


"Jadi apakah menurutmu ini bukan sebuah perusahaan besar?"


"Belum tentu juga, Beberapa Perusahaan Besar biasanya memiliki beberapa perusahaan cabang, dan dari perusahaan cabang memiliki cabang lagi, di beberapa perusahaan yang sangat suka bermain kotor bahkan suka membuat perusahaan cabang yang benar-benar terpisah yang khusus untuk melakukan beberapa kegiatan ilegal, dan di perusahaan cabang yang terpisah ini terkadang akan bekerja sama dengan beberapa anggota-anggota dari dunia bawah untuk memperlacar bisnis mereka, ini sudah bukan lagi rahasia dari kalangan pembisnis,"


Ketika mendengar penjelasan panjang itu jujur saja aku merasa cukup kaget, mungkin karena aku selama ini hanya berada di posisi karyawan tentu saja tidak ada kepentingan untukku mengetahui hal-hal seperti ini.


Bahwa ternyata, bahkan untuk berbisnis dengan tenang saja memiliki begitu banyak tantangan dan kesulitan.


Aku juga tahu, beberapa pengusaha mungkin ada yang bertindak tidak jujur untuk membesarkan perusahaan mereka.


Dan LY Development ini, mungkin merupakan salah satu dari perusahaan tipe itu, itulah kenapa sekretaris an mulai menjelaskan penjelasan dasar soal ini.


Hal-hal Perusahaan yang cukup rumit.


"Jadi menurutmu, LY Development ini adalah bagian dari perusahaan semacam itu?"


"Itu benar, aku berpikir jika perusahaan kecil itu jelas memiliki dukungan yang kuat di belakangnya sampai-sampai mereka berani melakukan hal-hal semacam ini jelas tidak mudah untuk berurusan dengan mereka,"


"Jadi apakah menurutmu aku menerima saja tawaran mereka?"


Sekertaris An, segera menunjukkan wajah terkejut lalu segera berkata,


"Apakah anda akan menyerah?"


Dari tatapan itu aku bisa melihat tentang bagaimana Sekretaris An mungkin menilaiku sebagai seseorang yang mudah terprovokasi dan gampang takut, hal-hal seperti itu jelas tidak baik dalam dunia bisnis, menjadi mudah terprovokasi dan takut bisa saja dimanfaatkan oleh lawan bisnis untuk mengeruk keuntungan lebih banyak darimu.


Padahal ini baru tahap awal dalam pembuatan bisnisku, jelas saja aku tidak bisa menyerah begitu saja.


"Tidak, aku tidak akan menyerah begitu saja aku pasti akan menemukan cara untuk bisa melewati semua ini lagi pula ini masihlah awal dari bisnis yang aku bangun masih terlalu dini untuk menyerah,"

__ADS_1


Melihat kata-kataku yang penuh semangat itu Sekretaris An segera tersenyum lalu berkata,


"Saya menyukai semangat yang anda miliki, Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anda, pertama-tama aku akan mulai menyelidiki soal LY Development ini,"


"Bagus, aku menunggu kabar baik darimu,"


"Tapi ini mungkin membutuhkan cukup waktu,"


"Tidak apa, kamu bisa meluangkan waktumu,"


"Ya,"


Tepat sebelum Sekretaris An pergi aku baru saja ingat sesuatu,


"Ngomong-ngomong apakah jadwalku sore ini?"


Sekertaris An, segera membuka catatan miliknya dan berkata dengan tenang,


"Hari ini, bukankah bapak ingin melakukan riset kepada gedung yang sebelumnya sudah anda beli?"


Ah benar, sebelumnya aku sempat memberi beberapa gedung yang nantinya akan berada di dekat Kota baru yang akan di bangun.


Namun sekali lagi kota baru itu masih cukup jauh untuk dibangun, jadi untuk sekarang aku berencana untuk membuka beberapa toko di tempat itu ini mungkin bisa memberiku beberapa keuntungan sambil menunggu proyek itu berjalan.


"Ya, aku akan mengajak Pak Chen kesana,"


Salah satu pegawai baruku tentu saja, seseorang yang memiliki keahlian dalam menganalisis hal-hal seperti ini.


Dengan begitu aku segera bersiap-siap untuk pergi ke lokasi gedung itu lagi pula ini ini sudah cukup sore akan buruk jika aku terlambat, dan memasuki jam pulang kantor yang ramai.


Aku ke sana menggunakan mobil kantor yang sudah aku beli, aku memang belum sempat untuk membeli sebuah mobil mewah setelah semua, dana yang aku miliki saat ini benar-benar terbatas, banyak hal yang harus aku lakukan untuk bisa membangun perusahaan ini.


Salah satunya dengan meningkatkan jumlah pegangan yang aku miliki dan tentu saja itu semua membutuhkan uang, juga memberi perlengkapan kepada gedung kantor yang aku sewa, haduh fasilitas yang lengkap dan memadai agar pegawai bisa bekerja dengan nyaman sehingga produktivitas naik dan bisa bekerja efektif, terlebih orang-orang yang aku hendel adalah beberapa orang yang memiliki pengalaman panjang jelas, uang yang dibutuhkan banyak untuk mengaji mereka.


Hanya memikirkan seberapa banyak uang yang aku habiskan untuk proses pembangunan perusahaan ini benar-benar membuat aku merasa cukup pusing.


[Apakah kamu tidak berniat menggunakan kemampuan sistem lagi? Kamu bisa coba untuk memenangkan beberapa lotre,]


Aku merenungkan ide dari sistem ini sebentar.


Itu benar aku masih bisa menggunakan kemampuan ini untuk menggunakan beberapa lotre, dan ini bisa menjadi alasan masuk akal nantinya jika ada yang bertanya atau jika kenalan lama bertanya kenapa aku tiba-tiba memiliki banyak uang?


Tentu saja orang-orang yang mengenalku pasti akan sangat heran dan kaget melihat aku tiba-tiba terlihat kaya seperti ini apalagi memiliki perusahaan.


Kecurigaan jelas saja akan meningkat.


Aku memiliki beberapa opsi untuk ini, pertama dengan meninta bantuan Fan Yuan lagi, Mari bertingkah seolah aku meminjam uang atau sedang mengembangkan bisnis milik Fan Yuan, intinya agar aku terlihat didukung olehnya.


Tapi sebenarnya aku tidak ingin terlalu bergantung padanya selama ini aku sudah sangat merepotkannya dengan semua ini, meminta bantuan lebih banyak bahkan sampai meminjam namanya ini jelas terlihat sangat tidak tahu diri.


Atau, aku bisa bilang jika ternyata aku adalah anak dari keluarga kaya yang hilang!


Aku mendapatkan warisan dari orang tuaku yang hilang itu.


Ini terlihat alasan yang cukup masuk akal juga.


Dan opsi ketiga dengan memenangkan beberapa lottre.


Mari ambil obsi ke dua dan tiga, anggap saja aku baru saja mendapatkan dewa keberuntungan yang ada disisiku.


[Tidak ada yang namanya dewa keberuntungan itu hanya kebetulan karena sistem ini memilihmu]


Aku bisa mendengar sistem itu mulai komplain dan marah.


"Ya. ya, ini semua karena sistem 777 yang baik hati,"

__ADS_1


[^_^]


Lihat, sistem ini sangat suka sekali di puji, astaga...


"Owh benar, setelah acara riset ini selesai aku akan mencoba menggunakan kemampuan sistem setelah ini,"


[Akhirnya, kamu memilih keputusan yang bagus.]


Sebenarnya tidak banyak hal yang terjadi ketika aku sedang melakukan riset di gedung itu, hanya saja setelah aku melakukan riset itu tiba-tiba aku bertemu dengan seorang pemuda yang berada di depan gedung itu.


Ini adalah seorang pemuda yang cukup asing dan aku tidak mengenalnya.


"Jadi kamu yang membeli gedung ini?"


Aku jelas kaget dengan pertanyaan tiba-tiba itu.


Orang sialan mana itu yang sangat ingin tahu urusan orang?


Hanya melihat dia tersenyum seperti itu sambil bertanya padaku sudah membuatku muak.


"Ini jelas tidak ada urusannya denganmu."


Pemuda itu, masih tersenyum ke arahku sambil membuka sebuah buku di sana yang terlihat seperti sebuah katalog.


"Gedung ini sebenarnya cukup tua, aku terkejut ada yang ingin membelinya, padahal aku pikir daripada keuntungan akan ada lebih banyak kerugiannya,"


Aku tidak suka bagaimana pria yang ada di hadapanku ini mulai mengoceh tentang hal-hal yang tidak jelas.


"Itu hanya terlihat sekarang Yang aku lihat adalah nilai masa depan, dan jelas saja itu tidak ada hubungannya denganmu,"


Aku segera memilih untuk pergi dari hadapan pria aneh itu aku merasa tidak ada hal baik jika aku terus berbicara dengannya.


Di sisi lainnya, ketika Yuwen pergi, Pria yang tadi berbicara dengannya itu segera tersenyum sambil berkata dengan anak buahnya.


"Jadi Pria itu juga yang membeli Tanah di Distrik A?"


"Benar, Tuan Li Yihan, entah bagaimana dia tiba-tiba membeli beberapa tanah dan bangunan yang rencananya akan kita beli,"


"Heh? Menarik, saat ini hal-hal itu jelas tidak memiliki nilai apapun, terutama gedung ini, ini hanyalah sebuah rencana tahap awalku dalam beberapa tahun merubah tempat di sekitar sini menjadi sebuah tempat yang begitu megah, ini bahkan belum aku bicarakan dengan anggota dewan, ini benar-benar membuatku penasaran kenapa dia tiba-tiba memilih tempatku,"


Bawahan itu, hanya terlihat diam ketika mendengar perkataan Bosnya itu.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan padanya? Apakah ini akan mengganggu rencana kita?"


"Kenapa kamu harus bertanya? Tidakkah kamu tahu prinsipku? Sesuatu yang aku incar harus menjadi milikku, lakukan semuanya seperti biasa,"


Ada senyuman licik ketika pria itu mengatakan hal itu.


"Baik Tuan,"


####


Pagi itu, Aku begitu terkejut ketika tiba di kantor.


Sungguh?


Aku melihat bagaimana tempat itu berantakan seperti kapal pecah, seolah baru saja tempat itu habis kemalingan atau sesuatu.


Namun sebenarnya tidak ada yang hilang jika aku memeriksanya.


Hanya saja tempat itu benar-benar rusak, beberapa kaca pecah dan bahkan sofa yang baru saja aku beli dengan uang-uang ini rusak.


"Sialan! Sebenarnya apa yang terjadi disini?"


Sayangnya tidak ada orang yang tahu juga sebenarnya apa yang terjadi.

__ADS_1


Sampai kemudian aku melihat ada sebuah surat di sana yang bertuliskan,


'Kamu harus hati-hati dalam memilih musuh'


__ADS_2