
Minggu segera berganti lagi, aku benar-benar memiliki situasi yang cukup baik saat ini karena sudah melewati masa kritis dalam hidupku sekali lagi. Mencoba menyelesaikan satu-persatu masalah.
Saat ini aku berada di kantor tempat Aku meminjam uang sebelumnya, tentu saja setelah menjual beberapa emas yang aku dapatkan dan mengurus nya selama beberapa hari ini, dan akhirnya mendapatkan uang yang cukup untuk bisa membayar luas utang ku, Aku segera berniat membayarnya.
Aku sudah menyiapkan cek untuk membayarnya lunas, bahkan termasuk bunga-bunga nya dan juga ganti rugi kelihatannya dan sebagainya. jadi aku mengharapkan mereka untuk segera mengembalikan surat-surat tanah dan surat-surat perusahaan ku yang diambil sebagai jaminan hutang.
"Pak Manager, saya sudah menyiapkan cek yang berisi nominal dari peminjaman yang sudah saya berikan sebelumnya,"
Ketika aku menunjukkan jumlah sejak yang ada di tanganku aku melihat manager yang ada di depanku itu menunjukkan ekspresi gugup, sepertinya dia tidak senang melihat aku membawa uang untuk membayar hutang?
"Tapi menurut perjanjian... Itu harusnya...."
Aku melihat bagaimana, Manager itu mulai membuat alasan, wajahnya yang sedikit berkeringat itu menjelaskan ke terkejut dan mungkin tidak menyangka bahwa aku akan segera melunasi sedang hutangku.
"Kalau saya tidak salah ingat, hutang ini memang bisa dibayar dicicil dalam beberapa periode, namun dalam surat perjanjian itu juga bisa dibayarkan secara langsung jika saya memiliki uang yang cukup,"
Manager itu, segera memiliki wajah yang pucat setelah aku sadorkan isi surat perjanjian itu. Dia benar-benar kehabisan kata-kata, aku sedikit mengerti kenapa dia memiliki wajah pucat seperti ini, dia pasti suruhan Li Yihan bukan?
Karena sertifikat itu, seharusnya akan di berikan pada Li Yihan nantinya, setelah menuntut aku yang bangkrut karena tidak bisa melunasi utang. Orang itu, yang merupakan bawahan Li Yihan pasti jelas sangat takut dengan kemarahan atasannya itu.
Aku tentu saja tidak peduli hanya segera menuntut atas hak milik ku.
"Pak Manager, Aku harap urusan kita cepat selesai atau Aku akan membawa ini ke pengadilan. Tolong kembalikan surat-surat yang sudah diambil sebelumnya, Aku akan memberikan uangnya,"
Pak Manager itu, sepertinya tidak memiliki pilihan dan segera menyuruh salah satu anak buahnya untuk membawa mengambilkan surat-surat tanah milik ku. Untungnya semua itu berjalan dengan baik, dan aku segera berniat pergi dari sana setelah mengambil surat-surat itu.
Baiklah, setidaknya satu masalah selesai, dan soal kompensasi juga sudah aku serahkan kepada Pengacaraku untuk mengurusnya. Juga soal masalah Supplier sebelumnya, Aku sudah menyuruh Sekertaris An, salah satu orang kepercayaan ku untuk mengurus segalanya.
Berikutnya, aku juga sudah melaporkan kejahatan ketua tim project sebelumnya ke kantor polisi. Ya walaupun aku tidak benar-benar berharap bahwa orang itu akan ditangkap segera, dia anak buah Li Yihan setelah semua, namun jika orang itu ditangkap mungkin saja aku bisa mendapatkan tambahan di kejahatan Li Yihan?
Itu bagus sekali, aku benar-benar senang melihat semuanya berjalan dengan lancar. Jadi, Aku memutuskan untuk segera kembali ke Rumah dengan tenang, hal-hal soal pencarian bukti itu, juga sudah di atur oleh Fan Yuan, dan seperti yang dia juga bukti-bukti tentang kejahatan LY Development.
Hari-hari berikutnya berjalan dengan damai, sampai-sampai aku merasa kedamaian itu terasa aneh.
Sore itu, Meilin datang tiba-tiba meminta agar Aku menemaninya untuk membeli perlengkapan bayi atau sesuatu. Jika aku memikirkannya, ini sudah memasuki bulan ke delapan kehamilannya.
__ADS_1
Sejujurnya, semakin aku menatap kehamilan Meilin, perasaan dan hal-hal yang ada di hatiku sedikit goyah. Bukan, bukan karena rasa yang Aku miliki untuk Meilin, namun lebih seperti diam-diam aku juga menantikan anak itu lahir.
Sudah lama Aku ingin menjadi seorang Ayah...
Namun Aku masih tidak yakin apakah itu anakku atau bukan.
"Yuwen, lihatlah, Bayinya bergerak, kamu juga harus merasakannya,"
Meilin tiba-tiba mengambil tanganku, dan meletakannya pada perutnya, dan benar saja aku merasakan sedikit gerakan di sana. Membuat hatiku sedikit bergetar, karena tiba-tiba ada perasaan hangat muncul.
Anak ini akan menjadi anak laki-laki. Dia pasti akan menjadi anak yang cukup lucu dan tampan.
Jika orang-orang melihat kami seperti ini orang-orang pasti akan berpikir bahwa kami adalah pasangan yang bahagia yang menantikan calon anak kami. Dimasalalu, tentu saja Aku memimpikan hari seperti ini tiba, ketika Meilin mengandung anakku, sebuah mimpi indah yang Aku miliki.
Namun sayangnya sebuah kenyataan sudah membangunkan ku dari mimpi fatamorgana itu. Terutama setelah aku melihat wajah Asli, Meilin.
Aku buru-buru, segera menarik tanganku.
"Cukup, Meilin,"
"Sudahlah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu bukankah kamu bilang kamu ingin aku mengantar mu ke Mall untuk membeli perlengkapan bayi?"
"Ya, tentu saja. Sebentar ini anak ini lahir jelas aja kita membutuhkan banyak peralatan, mari memilihnya,"
Hari itu, Aku bersama Meilin, pergi ke Mall, dan membeli perlengkapan bayi. Jujur, selama memiliki perlengkapan, hatiku terasa rumit, namun memikiran soal ketika Bayi itu lahir. Memikirkan seberapa lucu anak itu nanti benar-benar membuatku tidak sabar.
Mungkin karena selama enam bulan belakangan, Aku sendiri yang menemani ketika Meilin memeriksakan kandungan, dan juga memantau perkembangan anak itu perasaanku menjadi semakin terikat. Aku tahu, ini adalah trik busuk Meilin, untuk mencoba memikatku.
Sialan, Meilin itu benar-benar paling mengerti titik lemah aku ada di mana. Sudah di duga dari wanita yang paling lama bersamaku.
Aku lemah terhadap anak kecil.
Baiklah, mari mengalah dulu untuk sementara, semuanya toh akhirnya akan terbongkar cepat atau lambat.
Apakah itu anakku atau bukan, dan langkah apa yang Akan Aku ambil.
__ADS_1
Pada akhirnya, aku terlalu terbawa suasana dan membeli terlalu banyak hal untuk tahanan aku tuh bahkan sudah menyiapkan mainan-mainan untuk dia nanti akan mainkan, padahal ya ini masih terlalu awal.
"Yuwen, kenapa kita tidak segera rujuk saja?"
"Cukup, kita sudah membahas nya ini dan akan melakukannya setelah anak itu lahir apakah kamu tidak puas?"
"Baiklah,"
Setelah selesai dengan urusan disana, Aku segera menaiki mobil bersama Meilin.
Segalanya terasa baik-baik saja hari itu.
Sampai Aku tidak mengira, akan ada hal buruk terjadi. Ya, selama perjalanan aku menyadari bahwa adat mobil yang sepertinya mengikutiku.
Sialan!!
Aku hampir ceroboh!
"Yuwen? Kenapa kamu naik mobil kencang-kencang aku tidak nyaman dengan ini,"
Aku mulai melihat Meilin mulai mengeluh, namun aku juga tidak memiliki pilihan.
"Pakai sabuk pengaman dengan baik, dan pegangan,"
Sebelum Aku mulai menaikkan kecepatan mobil, tentu saja aku sudah menemukan tombol darurat di mobilku, untuk memanggil Para Bodyguard ku, ya harusnya mereka tidak jauh dari sini.
Aku sebenarnya cukup waspada namun tetap saja...
Sampai tiba-tiba, ada sebuah mobil tepat ada di depan!!
Di tengah perempatan!
Sialan!
"Yuwen! Awas!!"
__ADS_1