
Beberapa hari segera berlalu setelah kejadian itu, tentu saja insiden itu sudah segera menyebar sampai semua orang tahu. Bahkan beberapa keluarga korban mulai melakukan tuntutan soal Insiden itu, mereka meminta ganti rugi terutama meminta biaya pengobatan dan jaminan untuk mereka yang terluka.
Dalam beberapa hari ini, aku tentunya tidak bisa tidur minyak di malam hari dan di siang hari memiliki banyak hal yang harus diurus. Misalnya, soal masalah dengan Kreditur yang utangnya harus segera aku bayar.
Belum lagi membayar supplier-suppiler proyek sebelumnya. Saat ini, keadaan keuangan perusahaan juga sedang buruk setelah uang uangku dibawa kabur oleh kepala penanggung jawab Proyek itu. Uang hasil pinjaman yang seharusnya diberikan untuk membayar kreditur.
Sial, aku benar-benar merasa ditipu.
"Pak Presdir, ini adalah laporan hasil dari penyelidikan soal insiden proyek itu,"
Sekertaris An, memberikan sebuah dokumen yang sebelumnya Aku minta untuk dia menyelidiki tentang semua insiden ini.
Aku dengan buru-buru langsung membaca dokumen-dokumen itu, dan ekspresi ku segera menjadi buruk.
Benar saja, ternyata semua ibu dan ini sudah dimulai dari penghianatan kepala proyek begitu dari awal. setelah diselidiki lagi dari awal bahan-bahan bangunan yang disediakan untuk proyek itu, adalah bahan-bahan berkualitas rendah.
Ini membuatku semakin bertanya-tanya lalu ke mana begitu banyak uang itu pergi?
Dan rupanya, project ini sepertinya dananya dikelompokkan tidak hanya itu orang-orang yang terlibat terlibat lebih banyak dari yang aku kira.
Orang-orang ini...
Aku jadi ingat, beberapa orang yang ikut dalam proyek ini termasuk supplier adalah orang-orang yang di rekomendasikan oleh Li Yihan sebelumnya. Lalu beberapa orang lagi setelah diselidiki lebih jauh, ternyata memiliki hubungan dengan Shen Fai.
Tunggu...
Aku segera melihat nama orang yang paling aku benci dari sana.
Jiang Lou
Ternyata salah satu supplier adalah salah satu perusahaan cabang miliknya!!!
__ADS_1
Karena itu perusahaan cabang dan aku tidak begitu hapal atau tahu, tentu saja aku tidak pernah menyangka nya. Lagipula suppiler tidak hanya dari satu tempat, jadi mana mumpung aku sempat memeriksa nya satu-satunya?
Sialan, aku tidak pernah mengira jika orang-orang licik itu berkumpul dan bekerjasama untuk menghancurkan ku.
Rasa kemarahan segera muncul dan aku meremas berkas itu.
"Sialan! Jadi semua ini ulah para sampah itu?"
"Pak Presdir, anda harus tentang dulu dan jangan gegabah,"
"Bagaimana aku tidak marah telah aku melihat bahwa ini semua adalah persekolan untuk menjatuhkan ku?"
Sekertaris An hanya diam, mungkin dia juga bingung tentang apa sebaiknya yang dilakukan di situasi ini. Lagi aku hanya menyuruhnya untuk pergi.
Namun setelah tahu tentang semua dalang dari hal-hal ini aku tetap tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terlambat.
Uang uangku sudah hilang apa sekarang harus aku lakukan?
Tagihan sudah menumpuk bahkan sarah satunya ada panggilan dari pengadilan.
Aku lalu, mulai menekan nomor telepon tertentu. Aku tahu orang itu pasti juga sudah mendengar soal insiden ini.
Ya, bukankah ini saatnya untuk mencoba meminta bantuannya?
Setelah semua Aku Putranya bukan?
"Hallo, Ayah,"
Ada suara dingin dari balik telepon.
'Aku sudah mendengar insiden yang menimpa mu,'
__ADS_1
"Lalu, Ayah... Jika boleh..."
Namun bahkan sebelum aku selesai mengatakan kata-kata aku aku sudah mendapatkan sebuah jawaban dingin.
'Di dalam Keluarga Li, masing-masing anggota keluarga harus belajar untuk hidup mandiri termasuk untuk kegagalan bisnis atau hal-hal yang mereka lakukan, mereka harus bisa menanggung nya dan bertanggung jawab sendiri atas perbuatannya tidak boleh bergantung pada Keluarga,'
Rasanya aku ingin tertawa setelah mendengar hal hal itu, itulah kenapa orang ini tidak pernah menelepon ku bahkan setelah tahu hal hal ini terjadi?
Namun alasan aku menelepon nya tidak hanya karena ingin meminjam uang.
"Ayah, ini adalah Perbuatan Kakakku, Li Yihan, dia yang menjebak ku hingga terlibat insiden ini,"
'Apakah kamu mulai menyalahkan seseorang karena ke cerobohan yang kamu miliki?'
Ternyata, orang itu memang benar-benar tidak ada dalam pihakku.
Sialan.
Keluarga Li ternyata lebih rumit dari pada yang Aku kira. Mendengar kata-kata dini itu aku mencoba menenangkan diri.
"Ya, aku tidak akan mengelak, ini memang karena aku ceroboh,"
'Itu bagus, jika kamu mengakui kelemahanmu. Sepertinya kamu memiliki pedoman yang bagus, aku memiliki beberapa cara agar kamu bisa menyelesaikan urusan mu itu,'
Aku yang mendengar itu jelas menjadi bingung apakah orang itu terlihat memberiku bantuan apa tidak?
Tadi sepertinya tidak ingin memberikanku pinjaman uang?
Hal ini benar-benar membuat aku menjadi semakin penasaran. Solusi apa kira-kira yang akan dia berikan?
"Apa itu?"
__ADS_1
'Kamu dengarkan baik-baik ini semua juga tergantung kamu apakah kamu bisa menemukannya atau tidak, ini sebuah petunjuk dari Almarhum Kakekmu,'
Mendengar kata-kata itu aku segera diliputi dengan ketegangan, menunggu kata-kata berikutnya yang akan Ayahku katakan.