Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 36: Tidak Mungkin!


__ADS_3

Aku mencoba untuk menenangkan diriku dan tidak terpengaruh oleh kata-kata wanita yang ada di depanku. Dan setelah aku kembali bisa tenang, aku segera berkata dengan marah,


"Jangan bicara omong kosong, Meilin! Memangnya kamu pikir aku akan percaya padamu?"


Aku segera menepis tangannya karena merasakan bagaimana dia ingin merangkul tanganku rasanya aku merasa jijik hanya dengan disentuh oleh wanita yang ada di depanku itu.


Terutama perselingkuhan yang dulu dia lakukan yang entah sejak berapa lama, bahkan jika dia benar-benar ingin meninggalkanku bukankah seharusnya dia mengatakannya langsung?


Tidak bisa berselingkuh di belakangku dan menghinaku diam-diam, jika seperti itu mungkin kami berdua bisa berpisah secara tenang, walaupun mungkin aku akan sedikit keras kepala untuk mempertahankannya. Namun sayangnya wanita yang ada di depanku itu menggunakan cara yang paling ekstrem dengan cara menghina dan berselingkuh di belakangku, dan memikirkannya saja membuat aku muak.


Aku tahu sebagai seorang pria awalnya aku memiliki banyak kekurangan namun untuk ditinggalkan dengan cara semacam itu tentu saja membuat luka di hatiku semakin dalam. Aku bukanlah tipe orang yang akan memaafkan sesuatu dengan mudah. Tidak akan!!


"Yuwen, kenapa sekarang kamu seperti ini padaku? Apakah tidak sedikitpun perasaan yang masih tersisa untukku?"


Mendengar kata-kata wanita yang ada di depanku rasa kemarahan dan kebencian mulai muncul di hatiku bisa-bisanya dia berkata seperti itu. Lalu kemana pikirannya ketika dia berselingkuh dengan orang lain?


Apakah dia pernah memikirkan aku sedikitpun ketika dia melakukan hal tercela itu?


Aku sadar, Aku mungkin cukup miskin saat itu, namun bukan berati aku pantas mendapatkan perlakuan itu. Aku dulu jelas melakukan kewajibanku sebagai suami dengan menafkai ataupun memberikan apapun padanya, sebenarnya, gajiku dulu masih cukup standar membiayai hidup di kota ini, terbilang pendapatan menegah atas, namun dia yang merasa selalu tidak puas, dan akhirnya tega sampai berselinghuh.


Dan sekarang wanita di depanku ini benar-benar berani untuk mengatakan hal-hal semacam itu padaku?


Apakah dia mencoba untuk merayuku?


Apakah ternyata dia adalah seorang wanita yang tidak tahu malu semacam itu?


"Ketika kamu berselingkuh, apakah kamu ingat jika kamu masih istriku?"


Mendengar kata-kata di minggu itu wanita yang ada di depanku itu segera terdiam dan menunjukkan ekspresi sedih sambil menunduk. Jelas sekali dia tidak senang dengan jawaban yang aku berikan mungkin hal-hal ini di luar ekspektasinya.


Namun entah kenapa dari cara dia berbicara, rasanya ada yang aneh...


"Yuwen, Aku sungguh benar-benar menyesal...."


Tentu saja aku tidak akan tertipu dengan kata-kata manis itu, jika dia memang menyesal, dari awal seharusnya dia tidak berselingkuh.


Aku mulai melihat ke sekitar bagimana kami berdua mulai menarik perhatian orang-orang, aku merasa tidak senang bagaimana orang-orang mulai menatap ke arah kami. Hal-hal ini jelas hanya akan memperburuk reputasiku terutama karena hari ini seharusnya merupakan debut aku muncul di kalangan kelas atas.


Aku jelas tidak bisa mempertaruhkan reputasiku dengan bersikap kasar di depan semua orang, dan sepertinya Meilin tidak berniat untuk menyelesaikan urusan pembicaraannya denganku dalam waktu dekat. Wanita itu benar-benar tahu cara untuk membuatku terbesar di situasi seperti ini jelas aku tidak bisa mengusirnya dengan sembarangan atau malah aku difitnah sebagai seorang pria kasar dan tidak menghargai wanita atau mungkin reputasiku menjadi buruk sebagai Pria tidak punya hati atau sesuatu.

__ADS_1


Apalagi, jika nanti Meilin mulai mengatakan beberapa omong kosong tidak terduga di hadapan semua orang. Akhirnya setelah memutuskan aku segera menarik tangan Meilin, untuk mengajaknya pergi dari Allah utama menuju ke ruang istirahat yang sepi.


"Kita butuh bicara empat mata,"


Dan entah kenapa dia segera menurut dan tidak mengatakan apapun hanya segera mengikutiku menuju ruang istirahat. Setidaknya aku merasa lega karena dia tidak membuat terlalu banyak keributan seperti terakhir kali.


Namun bukankah ini malah aneh?


Sesampainya di ruangan Istirahat, aku segera melepaskan tangan menjijikan itu.


"Meilin, aku ingin menegaskan padamu sekali lagi bahwa hubungan antara kita berdua sudah benar-benar berakhir! Jadi kamu jangan lagi menggangguku, kamu hanyalah sebuah masa lalu untukku,"


"Tapi Yuwen, Aku tidak bisa..."


"Ada apa denganmu bukankah kamu sudah bersama dengan Lou itu? Owh, apakah kamu baru saja dicampakkan olehnya?"


Meilin yang mendengar kata-kataku segera terdiam sepertinya, apa yang aku katakan kemungkinan benar, sudah aku duga sih dari Lou Brengsek itu!!


"Bukan seperti itu..."


Aku melihat ada nada keraguan ketika dia mengatakan itu seolah dia ingin mengatakan hal yang penting namun menjadi ragu, hal ini benar-benar membuatku muak.


"Aku hamil,"


Mendengar kata-kata itu jelas saja aku menjadi sangat terkejut dan hampir shock namun segera aku mencoba untuk menormalkan emosiku mencoba berpikir jernih.


Dia hamil?


"Lalu apa hubungannya itu denganku?"


"Ini usia dua bulan... Saat itu...."


Aku kurang lebih tahu apa yang ingin dia katakan, namun apakah menurutnya aku ini seorang pria bodoh yang akan percaya begitu saja?


Saat itu, kami memamg masih bersama dan belum bercerai, namun dia pasti sudah berselingkuh dengan Lou Brengsek itu. Atau entah dengan Pria mana lagi yang tidak aku tahu. Walaupun kabar ini begitu mengejutkan aku jelas mencoba untuk menenangkan diriku dan berpikir selogis mungkin.


"Lalu, apakah kamu sudah mengatakan itu pada Lou sialan itu? Namun akhirnya dia malah mencampakanmu? Bukan malah menikahimu?"


Aku lalu melihat wanita yang ada di depanku itu segera terdiam setelah mendengar kata-kataku itu, dan sepertinya dugaan yang aku miliki itu benar.

__ADS_1


"Yuwen, bukan begitu...."


"Sungguh, apa lagi yang ingin kamu katakan? Kamu benar-benar ingin Aku percaya bahwa itu adalah anakku?"


"Tapi, ini memang anakmu..."


Aku yang mendengar itu, rasanya ingin tertawa, melihat seolah-olah ada kebohongan di balik kata-kata wanita itu. Yah, mungkin dia juga tidak tahu siapa Ayah dari anak yang di Kandungnya itu?


Itulah kenapa dia datang padaku akhirnya, namun dari semua kesempatan, dia hanya datang padaku pasti setelah mendengar bahwa ternyata aku adalah Tuan Muda dari Keluarga Li, Konglomerat Kaya Raya.


Jika dia tidak mendengar kabar itu, bukankah setelah mendapatkan penolakan Lou itu, dia akan pergi ke Klinik lalu....


Tidak perlu dikatakan lagi apa yang mungkin akan dia pilih. Namun jika memikirkan, jika ada kemungkinan walaupun sedikit saja, jika itu anakku...


Hah...


Sialan!


Kenapa di saat aku harusnya memulai hidup baruku dengan tenang ini aku harus dihadapkan dengan masalah yang begitu rumit seperti ini!


Aku membenci, Meilin!


Sangat membenci wanita menyebalkan itu, yang bahkan tidak tahu siapa Ayah dari anak yang di Kandungnya.


Brengsek Murahan!


Hey!


Sistem! Apakah kamu bisa memberikanku Informasi tentang anak siapa di kandangan Meilin?


[Tentu saja Bisa]


Aku hanya mengatakannya karena marah namun begitu terkejut oleh jawaban yang diberikan sistem.


Namun pasti, itu bukan informasi yang murah.


[Ini Informasi Khusus, dan sulit, jadi butuh 8 Poin]


Sudah Aku duga, Sistem ini sangat busuk. Sangat ingin menguras kantong ku. Begitu banyak hal yang bisa Aku dapatkan dengan poin sebanyak itu.

__ADS_1


"Yuwen, Percayalah itu adalah anakmu,"


__ADS_2