
Hari-hari segera berlalu dalam sekejap, saat ini Aku sudah berada di rumah sakit, tujuannya sangat jelas yaitu untuk melakukan Tes DNA dengan Meilin, soal anak yang berada dalam kandungannya.
"Yuwen, aku sebenarnya takut untuk melakukan tes ini," kata Meilin dengan ekpersi cemas.
"Takut karena itu ternyata bukan anakku?"
Meilin mendengar kata-kata ku itu segera memiliki ekspresi buruk dan terlihat berkata dengan sedih,
"Aku yakin ini adalah anakmu, namun yang aku takutkan aku takut malah terjadi apa-apa dengan anak ini jika kita melakukan tes ini sekarang,"
"Berhentilah berakting seperti itu di depanku aku sudah tidak ingin dengar lagi sikap munafikmu itu,"
"Yuwen, kenapa kamu begitu dingin dan seperti ini sekarang padaku? Aku serius benar-benar ingin bersamamu lagi,"
"Kalau begitu cepat lakukan tes DNA itu!"
"Tapi... Tapi...."
Aku sebenarnya juga tahu ada banyak resiko yang harus diambil jika melakukan tes DNA sekarang, namun aku juga terlalu malas untuk berurusan dengan Meilin lebih dalam, ya akan lebih cepat lebih baik jika bisa mengetahui hasil tes itu lebih cepat.
Jadi pada akhirnya, hari itu nami benar-benar melakukan tes DNA dan segera hasilnya, akan keluar dalam beberapa hari. Meilin, yang saat ini berada di ranjang rumah sakit itu mencoba untuk menyuruhku menemaninya,
"Kamu memiliki orang tuamu kenapa harus aku? Dan lagi, kenapa tidak menyuruh Lou itu saja yang menemanimu? Bisa saja itu anaknya pula,"
"Yuwen, kenapa kamu bersikap seperti ini padaku?"
"Meilin! Aku itu sudah muak denganmu jadi aku harap setelah ini aku urusan kita selesai!"
"Tapi ini anakmu..."
"Cukup!"
Aku merasa lelah dengan reni kan yang keluar dari wanita itu yang selama satu bulan ini selalu merengut dan meminta macam-macam padaku. Padahal aku sendiri ribut untuk mengurusi bisnis yang akan aku lakukan.
Dan hari ini, setelah urusan Tes DNA beres, tinggal menunggu hasilnya. Dan Aku saat ini setelah kembali ke kantor, dan menjemput Sekertaris An, segera menuju ke sebuah tempat tertentu.
Ya, hari ini akhirnya aku memutuskan untuk melakukan pinjaman uang, sesuatu yang sudah aku pikirkan sejak beberapa minggu ini. Sistem, tuh sudah memperlihatkan padaku tentang hal-hal yang ada di masa depan.
__ADS_1
Bisnis ini akan memberikan keuntungan yang sangat besar jadi tidak apa-apa untuk melakukan penjaman sekarang. Sedikit berkorban demi keuntungan besar di masa depan.
"Pak Presdir, apakah kita benar-benar akan melakukan pinjaman? Tidakkah ini terlalu beresiko?"
"Tidak apa-apa aku benar-benar yakin dengan peluang ini, aku yakin pengembangan bisnis kita di bidang konstruksi akan sukses besar,"
Walaupun aku mengatakannya dengan penuh pengasinan sama sekertaris An menunjukkan ekspresi buruk, dan berkata,
"Tidakkah ini terlalu gegabah? Tolong lagi anda akan menjamin kan perusahaan dan beberapa tanah untuk hal ini?"
"Apalagi yang bisa aku jadikan jaminan? Lagipula aku yakin akan bisa membayarnya di masa depan,"
"Aku selalu menjadi penasaran kenapa Pak Presdir lagu begitu yakin dengan hal-hal yang akan kamu putuskan, seolah-olah sudah melihat masa depan bahkan ketika kamu melakukan beberapa investasi dan membeli beberapa saham sebelumnya,"
Aku begitu kaget mendengar bagaimana Sekertaris An benar-benar menebaknya dengan tepat. alasan kenapa aku begitu yakin itu memang karena aku sudah melihat masa depan.
Ya, karena aku sudah melihat masa depan itulah kenapa aku berani mengambil keputusan nekat ini. hal-hal cerah sudah menunggu di masa depan jadi tentu saja aku tidak akan meluangkan setiap kesempatan yang ada.
"Aku memiliki firasat yang sangat baik, dan lagi apakah kamu pernah melihat aku gagal dalam memilih hal-hal yang aku investasi kan sampai sekarang?"
Mendengar jawaban itu aku segera tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa kamu tenang saja, semuanya pasti akan baik-baik saja,"
"Baiklah, jika Pak Presdir bilang begitu,"
Setelah perdebatan ringan, Sekertaris An akhirnya setuju dengan pilihan yang aku buat, sebenarnya tidak hanya dia yang menentang hal ini, Fan Yuan juga menantang soal pinjaman yang akan aku ambil ini. Kami sempat berdebat panjang sebelumnya, yah Aku masih sedikit marah padanya, yang menuduhku terlalu gegabah.
Ya itu mungkin karena Fan Yuan yang selalu memiliki banyak dukungan sejak muda jadi dia pasti tidak mengerti tentang perasaanku, aku yang tidak memiliki apa-apa ini tentu saja akan mengambil kesempatan dan lakukan apa saja untuk menjadi lebih kaya.
Fan Yuan tidak pernah kekurangan uang jadi dia tidak akan pernah mengerti...
Aku mulai memejamkan mataku dan merasa jika keputusan yang aku ambil ini benar. Aku juga sudah menyelidiki tempat-tempat Aku akan meminjam uang, semuanya baik-baik saja dan legal. Harusnya tidak akan ada hal-hal yang tidak diinginkan.
Lagipula di masa depan bisnis ini jelas akan sukses. Aku tidak tahu kenapa Li Yihan memberikan sekema maya menguntungkan ini untukku, apakah dia benar-benar tidak jahat?
Namun apapun bencana yang dia miliki aku yakin dengan kemampuanku, tidak Aku yakin dengan sistem, bahwa semuanya akan baik-baik saja dan berjalan lancar.
__ADS_1
Jadi ketika sampai di lokasi dan berdiskusi, setelah membaca beberapa hal yang ada di dokumen aku segera memberikan tanda tangan di atasnya.
"Terimakasih Pak Presdir Liu Yuwen, uangnya akan segera kami transfer kepada rekening perusahaan senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda,"
"Ya, aku juga senang bekerjasama dengan kalian,"
karena saat ini uang sudah siap langkah berikutnya adalah untuk segera menjalankan proyek. Lebih cepat lebih baik jika semua ini segera di mulai.
"Mari kita segera jadwal kan pertemuan dengan salah satu pengembang, rencana soal project ini sudah dibuat dengan baik bukan?"
"Semuanya memang sudah siap dan tinggal kita atur saja,"
"Bagus,"
Yuwen segera tersenyum melihat dokumen yang ada di tangannya setelah uang beres masalah berikutnya sudah benar-benar disiapkan sejak lama.
Tinggal menunggu uang uang datang kepadanya...
Akar dirinya bisa menjadi lebih kaya dan lebih kaya lagi.
Semua ini berkat sistem...
####
Di tempat lainnya, Meilin saat ini sedang berbicara dengan salah satu perawan, ambil menyerahkan sebuah potongan rambut.
"Perawat, malam tes DNA ini juga dengan calon bayiku, namun lakukan ini diam-diam dibalik layar, dan soal hasilnya, diumumkan tolong dibelikan dulu kepadaku dua-duanya,"
"Baik Nona, kami akan mengurus nya dan memastikan akan segera mengirimkan hasilnya lewat email,"
"Bagus, juga untuk hasilnya nanti sebelum aku memberikan izin tidak ada seorangpun yang bisa melihatnya apakah kamu mengerti?"
"Baik Nona, semuanya akan kami urus,"
Setelah mengurus hal-hal ini, Meilin merasa sedikit lega. Tentu dia sudah menyiapkan rencana cadangan soal ini. Apakah ini anak Lou atau Yuwen, ini benar-benar tidak masalah, akan baik jika ini benar-benar anak Yuwen, namun jika tidak, tinggal tukarkan saja hasil tes DNA itu.
Ini benar-benar sebuah rencana yang sangat bagus.
__ADS_1