
Pada akhirnya, hari sekali lagi berlalu, namun aku belum juga menemukan solusi untuk masalah dengan LY Development. Saat ini di tanganku kartu nama mereka yang tempo hari di berikan, ada sebuah nomor telepon yang jelas.
Jika aku mulai menelepon perwakilan itu semua masalah jelas selesai.
Namun seperti tidak bisa dibiarkan saja, terjadi lagi Dan lagi di masa depan jika aku menundukan kepala, kejadian yang sama seperti ketika aku masih jadi karyawan mungkin akan terulang.
Karena Aku sangat penurut, atasanku memanfaatkan habis-habisan namun pada akhirnya ketika aku dalam kesulitan aku hanya dibuang begitu saja.
Menundukkan kepala kepada orang lain tentu saja bukanlah hal yang buruk, namun terbiasa menunduk akan membuat seseorang gampang diremehkan dan dianggap sepele.
Aku saat ini sudah bertekad agar tidak ada lagi orang yang gampang meremehkan ku atau menganggap diriku sepele seperti dulu.
Aku jelas tidak akan mudah menundukkan kepalaku kepada orang lain mulai sekarang.
Jelas semua ini juga demi kepentingan perusahaan ini, aku tidak ingin perusahaan yang aku bangun ini di angap perusahaan yang bisa di remehkan.
Akhhh...
Terlalu pusing jika memikirkannya.
Ada baiknya aku lebih fokus kepada hal yang lain misalnya soal mengurus renovasi dan pembangunan gedung di distrik A yang sebelumnya Aku beli?
Dalam beberapa tahun tempat itu akan menjadi sebuah distrik yang cukup padat penduduk berdasarkan hal-hal yang aku lihat dari kemampuan membaca masa depan.
Apakah sebaiknya aku mulai membangun sebuah Mall disana?
Saat ini, tempat itu masih cenderung sepi namun bukan berarti tidak ada akses, disana juga sebenarnya merupakan lokasi sempurna untuk membangun hal-hal semacam itu.
Hmm, aku tidak pandai dengan bisnis semacam ini mungkin aku akan mencoba mendiskusikan ini dengan salah satu karyawanku.
Dan akhirnya, hari itu Aku mendiskusikan soal pembangunan ulang gedung yang sebelumnya aku beli.
Sore itu juga kebetulan renovasi atas kekacauan yang dibuat kemarin sudah beres juga aku menatap puas pada ruangan kantor yang saat ini terlihat rapi dan para karyawanku sudah mulai bekerja dengan normal.
Karena ini adalah sebuah perusahaan yang berbasis pada investasi tentu saja hal utama yang perusahaanku buat adalah investasi lebih banyak tentang penanaman Saham dan pemberian pinjaman.
Ya, sejujurnya aku menggunakan hampir semua aset yang aku temukan terbentuknya untuk modal utama Perusahaan, sekarang uang yang ada di brankas sebelumnya sudah hampir kosong, beberapa emas saat ini tengah masa penjualan juga.
Namun hasil yang di dapatkan dari jual beli Saham Perusahaan XY itu jelas cukup besar sekali, aku mendapatkan untung hampir 4x lipat.
Itu artinya dana di perusahaan alias kas lancar perusahaan saat ini lebih banyak, uang uang itu sekarang dipergunakan untuk memulai berinvestasi di saham-saham di luar negeri.
Tentu saja aku sudah dengan hati-hati memilih saham-saham yang memiliki kinerja yang bagus, dengan kemampuan yang di sediakan Sistem, memikirkan koin ku semakin berkurang setiap kali aku menggunakannya sejujurnya membuat aku pusing.
Namun yang lebih baik setidaknya sekarang aku sudah memiliki beberapa tenaga ahli yang bisa membantu aku mengambil keputusan untuk pembelian saham dan investasi, ya setelah semua aku tidak bisa terlalu mengandalkan sistem, karena aku tidak tahu sampai kapan aku masih bisa menggunakan sistem-sistem ini.
"Hetian, bagaimana analisis soal beberapa perusahaan yang sebelumnya aku berikan padamu?"
Aku mulai bertanya kepada salah satu karyawanku yang saat ini sedang bekerja ya aku juga ingin tahu tentang perkembangannya setelah semua.
"Masih dalam proses pengerjaan kira-kira masih butuh 1 sampai 2 hari sampai semuanya selesai, saya juga sudah menemukan saham-saham yang potensial,"
"Bagus, lanjutkan saja kinerjamu dan aku akan pastikan jika kamu bekerja dengan baik tentu saja kamu akan mendapatkan bonus,"
Mendegar itu, Hetian terlihat sangat senang, bagaimanapun juga aku paling tahu bagaimana cara memotivasi karyawan yaitu dengan menaikkan gaji atau memberikan bonus, hal ini cukup efektif untuk aku gunakan.
"Owh, benar kamu juga tidak perlu bekerja lembur pulanglah sesuai waktunya kerja, istirahat yang cukup juga merupakan hal yang produktif,"
__ADS_1
"Terimakasih Pak Presdir,"
Aku lalu mulai melihat ke arah jam tangan yang aku miliki, masih jam 4 sore, Perusahaanku tutup jam lima, namun sepertinya tidak apa-apa jika aku pulang lebih awal?
Aku merasa sangat lelah dan pusing memikirkan semua masalah yang ada akan lebih baik jika aku beristirahat dulu saja, sambil menunggu hadiah lotreku.
Namun ketika Aku baru saja keluar dari Perusahaan, Aku malah bertemu dengan salah satu wajah yang familiar.
Perasaanku juga merasa tidak senang ketika melihat wajah itu.
"Meilin? Kenapa kamu ada di sini?"
Ketika Aku bertanya, aku bisa melihat wajah gugup dari wanita yang ada di depanku jelas aku malah makin merasa tidak nyaman dengan ekspresi yang dia miliki.
Ini jelas suatu firasat buruk.
"Yuwen? Tidak, aku hanya baru saja mendengar beberapa rumor bahwakamu baru saja membangun sebuah Perusahaan, dan Perusahaan ini...."
Aku tidak mengira jika gosipnya dan berita soal aku membangun sebuah perusahaan berkembang lebih cepat daripada yang aku kira.
Apalagi mengingat terakhir kali di pesta itu aku malah menjadi bahan makian semua orang.
Namun seharusnya informasi soal aku membuat perusahaan ini bukanlah Informasi yang mudah di dapat, karena masih tidak begitu banyak orang yang mengenalku.
Apakah ini ada hubungannya dengan Perusahaan XY yang sahamnya Aku mainkan?
Mungkin memang hanya masalah waktu soal perusahaan yang membeli saham itu sampai ke telinga Lou, dan hak itu jelas akan di ketahui oleh Meilin juga.
Toh pada akhirnya aku tidak berniat menyembunyikan identitasku, hanya saja aku masih belum siap harus menjawab seperti apa jika ditanya.
"Apakah itu ada urusannya denganmu apakah aku memulai bisnis atau tidak?"
"Kenapa sekarang kamu bersikap dingin padaku seperti itu?"
Mendengar pertanyaan itu tiba-tiba aku merasa ingin tertawa.
Apakah layak jalan di depanku itu bertanya hal semacam itu padaku setelah apa yang dia lakukan padaku?
Bahkan kejadian di Pesta belum lama terjadi, di mana wanita sialan ini hampir membuatku malu dan bahan hinaan seluruh orang yang ada di pesta, terutama di depan Xie Lin.
Sejujurnya aku juga tidak menyangka pernah memiliki perasaan dan jatuh cinta pada wanita yang ada di depanku ini.
Ketika mengenang masa lalu rasanya seperti...
Apakah aku sampai kehilangan otakku bisa-bisanya menikah dengan sampah ini?
"Kamu benar-benar berani bertanya seperti itu? Menurutmu siapa yang membuat masalah diantara kita dari awal?"
"Sudahlah sepertinya tidak ada alasan untuk aku bertanya denganmu, paling-paling itu hanya rumor saja, mana mungkin kamu bisa memulai sebuah bisnis?"
Kata-kata yang jelas sangat merendahkanku membuatku sangat kesal.
"Ini adalah Perusahaan miliku,"
"Berhentilah menghayal,"
"Apakah tujuanmu ke sini memang untuk mengajak ribut?"
__ADS_1
Aku yang kesal segera memilih untuk memanggil petugas keamanan untuk mengusir Meilin, sungguh melihat wajahnya membuat hariku buruk.
Meilin jelas kaget ketika satpam disana memanggilku sebagai Pak Presdir.
Aku bisa melihat ekspresi Meilin yang menatapku dengan tidak percaya.
"Tidak mungkin bagaimana bisa kamu tiba-tiba memiliki Perusahaan semecam ini? Aku jelas tahu jika kamu itu dari awal miskin dan tidak mungkin memiliki kemampuan untuk memiliki perusahaan semacam ini dari mana uang-uang ini? Jangan bilang, kamu baru saja menjual salah satu organmu? Owh Aku salah, ini mungkin baru saja menjual tubuhmu pada wanita sebelumnya?"
Sepertinya memang wanita yang ada di depanku ini hanya datang untuk membuat aku marah.
Namun aku tidak boleh terpancing emosi, pertama-tama aku harus memikirkan alasan logis kenapa aku bisa mendadak terlihat kaya seperti ini terutama karena aku sebelumnya anak yatim piatu yang tidak punya orang tua.
Tiba-tiba ketika mengigat asal usulku, aku baru saja memiliki sebuah ide yang logis tentang sebuah alasan.
"Aku baru saja memiliki keberuntungan dan bertemu dengan Keluarga Kandungku yang Kaya,"
Ya, ini benar-benar alasan yang logis bukan jika anak yatim piatu sepertiku menjadi kaya setelah bertemu dengan keluarga asliku yang kaya yang dulu kehilanganku.
Ngomong-ngomong soal Keluarga Kandungku, aku sebenarnya tidak tahu tentang mereka karena sejak kecil aku sudah berada di panti asuhan.
Ini hanya membuatku teringat tentang salah satu fungsi baru dari sistem yang belakangan ditawarkan.
Sistem tahu segala Informasi tentang Aku, apakah itu artinya sistem ini juga bisa mengetahui tentang seperti apa Keluarga Kandungku?
Seolah mengerti tentang apa yang aku pikirkan sistem segera menjawab dengan tenang seperti biasanya.
[Tentu saja aku tahu segalanya termasuk tentang keluarga aslimu silakan gunakan poinmu jika kamu ingin tahu informasinya]
Sungguh?
Aku benar-benar bisa tahu soal keberadaan keluarga asliku?
Ini benar-benar menarik ketika aku memikirkannya.
####
Tanpa Yuwen sadari ternyata ada sebuah mobil yang menatap ke arah mereka berdua, seorang Pria yang menatap ke Perusahaan milik Yuwen sambil memegang berkas-berkas.
"Dia hanya anak yatim piatu? Namun tiba-tiba bisa memiliki sebuah perusahaan?"
"Benar, Tuan Muda Yihan, kami sudah menyelidiki latar belakang orang itu hanya saja belakangan ini dia memiliki begitu banyak uang dan bahkan sempat menukarkan emas untuk membeli gedung dan tanah,"
Ya, Pria itu Li Yihan jelas memiliki beberapa ketertarikan dan rasa penasaran ketika tahu soal Liu Yuwen yang bisa-bisanya membeli beberapa tanah dan bangunan strasegis, bahkan sebelumnya berdasarkan informasi dari salah satu temannya, Shen Fai, Yuwen ini baru saja mempermainkan Shen Fai di Bursa.
Ini hanya mengigatkan Yihan pada kata-kata Kakeknya sebelum meninggal.
'Kamu harus hati-hati dengan seseorang yang memiliki Sistem'
Sesuatu semacam itu yang dirinya tidak bisa pahami.
Keluarganya memamg sudah beberapa generani, mempelajari hal-hal ini, termasuk Kakeknya, yang kabarnya zaman dahulu pernah bertemu seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa, yang menyimpang logika dunia.
Keberadaan Misterius...
Sistem
Sampai sekarang, dirinya masih tidak tahu apa itu sebenarnya maksud Kakeknya?
__ADS_1
Dan kemunculan Liu Yuwen yang tiba-tiba ini, jelas patut di waspadai.