
"Pak Presdir, rencana awal kita untuk penjualan saham itu sudah di mulai, saat ini saham masih dalam posisi penaikan sampai kira-kira 1000, dengan itu, mungkin pihak lawan yang awalnya masih terus ingin melakukan akumulasi untuk menerbangkan lebih jauh akan kena imbasnya,"
Setelah mendegar kata-kata Sekertaris An dari meja kerjanya, aku segera tersenyum yang kuat sambil menatap ke arah laptopku.
Ini adalah sebuah awal yang bagus karena rencanaku awalku Akhirnya berhasil.
Lihat saja nanti, Lou bajingan itu!!
Aku pasti akan membuat dia jatuh miskin sampai dia merangkak di tanah!!
Berani sekali dia selalu membuat masalah denganku ketika masih di sekolah dan sekarang malah membuat masalah sampai bermain-main mengambil Istriku segala!!
Bahkan membuatku menjadi sangat kesulitan mencari pekerjaan dan lagi malah memasukkan ku ke dalam penjara.
Aku tidak akan pernah puas sampai melihat setidaknya dia sampai ada di posisi di bawahku.
Tujuanku tentu saja masih tinggi dan cukup banyak, dan itu tidak bisa dicapai dalam waktu singkat.
Namun aku juga tidak mau terlalu memaksakan diri.
Sudah sejak dua minggu ini, Aku begitu sibuk mengurusi hal-hal di Perusahaan.
Selain untuk rencana menjatuhkan Lou, Aku juga memiliki rencana untuk meningkatkan jumlah asetku.
Aku sempat menggunakan kemampuan yang disediakan sistem, dan ini hampir membuatku ingat bahwa waktu Check in untuk mendapatkan poin dari sistem ini akan segera berakhir.
Namun asalkan aku masih memiliki poin aku masih bisa menggunakan sistem ini maupun kemampuan dan keuntungan-keuntungan di dalamnya.
[Tidakkah kamu cukup licik? Aku kira kamu akan menghabiskan poin-poinmu sampai waktu Trial habis]
Aku bisa mendengar tentang bagaimana sistem ini mulai mengeluh.
"Apa? Aku hanya ingin menghemat poin dan menggunakannya di saat-saat yang berguna, aku merasa tidak ada yang salah dari itu,"
Aku mengatakannya cukup pelan agar Sekertaris An tidak mendegarnya.
Mendegar jawabanku itu, Sistem tiba-tiba merasa bungkam, seolah kehilangan kata-kata karena rencanaku ini yang tidak benar-benar ingin memanfaatkan sistem habis-habisan tanpa mengambil resiko.
Namun bukankah begitu cara orang cerdas bertindak.
Setelah keheningan itu aku segera berkata lagi,
"Sekertaris An, Mari kita pulang lebih awal saat jam bursa tutup, lagipula besok akhir pekan, Mari kita bersantai, kita harus cukup banyak beristirahat untuk bisa menghadapi Senin besok,"
Ya, pada dasarnya, hari Senin adalah puncak pertarunagnnya, selama akhir pekan pihak Lou pasti mulai menyadari tentang apa yang terjadi namun tentu saja hal-hal itu sudah terlambat ketika mereka menyadarinya.
Aku sejujurnya benar-benar sangat menantikan hari senin tiba.
"Baik, Pak Presdir. Saya akan menyelesaikan laporan lebih awal juga hari ini,"
Aku bisa mendegar kata-kata profesional dari Sekertaris An, memang benar selain dia cukup pintar dia juga benar-benar rajin menjalankan tugasnya benar-benar seseorang yang cocok sesuai rekomendasi Fan Yuan.
Bekerja dengannya selama 2 minggu membuatku benar-benar merasa puas dengan kinerja yang dia miliki.
Ini benar-benar sangat bagus memiliki orang seperti dia sebagai bawahanku.
Aku jelas harus memberikan lebih banyak keramahan kepada bawahanku ini agar dia lebih setia padaku.
"Mari, aku akan mentraktirmu makan malam nanti,"
"Terimakasih, Pak Presdir. Tapi maaf sepertinya saya tidak bisa malam ini ada hal-hal yang harus saya lakukan setelah pulang kerja,"
__ADS_1
Aku segera menunjukkan ekspresi pahit ketika mendengarnya.
Apakah dia ada acara kencan dengan kekasihnya?
Ya, wanita secantik itu, jelas tidak mungkin untuk masih lajang.
Lagi pula aku juga tidak cukup dekat dengannya untuk menanyakan soal statusnya namun yang jelas dia belum menikah.
Bukan berarti aku memiliki perasaan tertentu padanya, setelah semua aku hanya mengajaknya makan malam sebagai atasan yang merawat bawahannya dengan baik.
Aku tidak ingin menjadi atasan yang kejam dan buruk seperti Atasanku dulu.
Meneraktir makan?
Atasanku dulu, hanya paling bisa memberiku tugas tambahan sampai aku bekerja lembur bahkan dia tidak mengucapkan terima kasih lebih dari itu dia hanya selalu menyalahkanku jika ada kesalahan.
Alasan kenapa dia bersikap seperti itu padaku?
Itu mungkin karena sikap perfeksionis yang Aku miliki dalam pekerjaan, aku yang selalu bisa diandalkan dan serba bisa.
Tapi di dunia kerja, jika kamu terlalu diandalkan dan serba bisa, kamu akan di manfaatkan habis-habisan, bahkan tanpa uang lembur, yah itulah Aku.
Hanya memikirkan kehidupan masa laluku saja sudah membuat aku merasa sangat menyedihkan.
Itulah kenapa, aku selalu ingin menjadi atasan yang baik dan pasti akan memperlakukan bawahanku dengan layak sesuai dengan kinerja yang mereka berikan.
Seperti Sekertaris An yang memang memiliki kinerja yang sangat baik ini patut untuk diberikan beberapa apresiasi yang layak.
"Tentu saja, lain kali jika kamu punya waktu Mari pergi makan malam bersama,"
"Tentu saja, Pak Presdir. Aku juga akan menantikannya,"
Sejujurnya dia cantik, dan sebagai seorang Pria normal, bukankan cukup wajar ada beberapa getaran ketika menatap seorang wanita cantik?
Lagipula, Aku Lajang.
Tapi tentu saja, dalam dunia Profesional tidak boleh melibatkan hal-hal seperti perasaan, tentu Aku harus menjaga jarak yang pas antara atasan dan bawahan.
Aku tidak ingin juga terlihat seperti seorang atasan yang melecehkan bawahannya nanti.
Setelah percakapan itu berlangsung ruangan itu segera memasuki keheningan masing-masing dari kita, sibuk memantau bursa.
Sampai tiba-tiba seseorang mulai mengetuk pintu ruangan.
Aku segera mempersilahkan orang itu masuk.
Dia adalah salah satu pegawai yang baru-baru ini aku rekrut, dia masih sarjana muda, namun dia memiliki beberapa pengalaman soal jual beli tanah dan properti, ya itu bagus untuk memiliki bawahan lain yang cukup profesional.
"Pak Presdir, ini laporan analisis soal investasi pembelian tanah yang akan kita laksanakan dalam waktu dekat,"
"Letakan di meja, nanti aku akan memeriksanya,"
Setelah dia meletakannya di meja kerja, dan hendak pergi, aku sempat lupa mengatakan sesuatu.
"He Lian, aku lupa memberitahumu sesuatu hari ini kita akan pulang lebih awal setelah jam bursa tutup, sampaikan juga pada Yao Li,"
Ada raut kegembiraan setelah aku mengatakan itu dia segera mengucapkan terima kasih, dan segera pergi.
Saat ini perusahaan baru memiliki tiga karyawan kunci, tidak apa-apa walaupun baru sedikit namun nanti cepat atau lambat jumlahnya akan meningkat sesuai dengan perkembangan perusahaan ini.
Ini adalah sebuah awal yang baru untuk kehidupanku.
__ADS_1
[Ini berkat Aku bukan? Kamu harusnya lebih banyak berterima kasih padaku,]
Aku bisa mendengar bagaimana sistem itu mulai sangat bersemangat untuk memuji dirinya sendiri.
Namun itu memang tidak salah, sistem yang mengambil banyak peran, namun aku juga berterima kasih pada diriku sendiri yang bisa memanfaatkan sistem ini dengan baik.
Jadi mari bersantai-santai dulu sekarang.
####
Itu adalah sebuah hari yang baru, saat Aku memutuskan untuk mengunjungi sebuah Toko Pakaian ternama, ini Toko Pakaian yang di Rekomendasikan oleh Fan Yuan.
Tidak perlu ditanya seberapa mahal baju-baju yang ada di sini.
Sebelumnya, Aku memang sempat membeli baju-baju mahal, waktu itu aku sedang buru-buru dan lagi toko yang aku masuki, juga tidak terlalu hebat, itu mungkin karena aku masih sedikit kurang informasi soal barang-barang Branded.
Mungkin karena saking mahalnya aku tidak pernah berpikir untuk membeli hal itu.
Dan sekarang aku berada di tempat yang bajunya bahkan 10x lipat lebih mahal!!
Aku menatap harga dari salah satu Jas disana.
Aku benar-benar sangat kaget ketika melihat jumlah nol yang ada di sana.
Ini, 400.000 Yuan!
Ini jelas jumlah yang sangat besar sekali, astaga aku tidak pernah mengira jika ada baju sampai semua hal ini.
Apakah hal-hal semacam ini yang di pakai oleh Fan Yuan?
Tidak mengherankan, semua pakaiannya terlihat bagus dan elegan, itu benar-benar sesuai dengan harga yang di milikinya.
Owh, lihatlah juga hara kemeja ini!
Satu potongnya, 250.000 Yuan.
Sebagai orang yang awalnya, tidak memiliki tabungan sampai 50.000 Yuan, tentu saja ini adalah hal yang sangat-sangat mahal untukku.
"Apakah ada yang bisa saya bantu Tuan?" kata salah satu pelayan itu dengan ramah.
Namun setidaknya jumlah-jumlah ini masih mampu aku beli, dengan uangku sekarang.
"Ambil Jas ini, kemeja dan celana itu, owh benar bagaimana dengan set dasi disana? Bolehkah aku melihat yang ada didalam kaca?"
Aku menujuk ke arah Jas yang tadi seharga 500.000 Yuan itu!!
Astaga, untuk membeli baju harga ini harusnya cukup layak untuk menunjang penampilanku bukan?
"Baik, Tuan. Akan segera saya atur, Tuan bisa melihat-lihat di dasi di kaca,"
Aku mulai bekerja dan memilih lagi pakaian yang cocok, dan mencoba mereka.
Mau dilihat bagaimanapun pakaian disinn berkualitas tinggi dan sangat mahal, tentu saja mereka semua bagus, membuat Aku binggung harus memilih yang mana.
"Tuan terlihat sangat tampan memakai Set Pakaian itu," kata pelayan itu dengan ramah.
Aku juga mulai menetap pantulanku sendiri yang ada dicermin.
Dengan wajah Tampan ini, dan ketika aku memakai baju-baju kelas atas seperti ini bukan aku sudah terlihat seperti Tuan Muda Kaya Generasi Ketiga?
Wow, ini benar-benar sangat menyenangkan untuk memiliki uang.
__ADS_1