Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 40: Proyek Menjanjikan


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu sejak aku di Akui sebagai anggota Keluarga Li, Pemilik Fùyǒu Group. Banyak hal yang terjadi selama satu bulan belakangan ini terutama aku yang mulai mempelajari bisnis kontruksi dengan serius.


Di saat ini juga, aku mulai memikirkannya untuk mengelola asetku lebih cepat. Dalam satu bulan, ku berhasil menjual semua sisa Emas milikku, aku tidak perlu lagi takut soal dicurigai karena saat ini aku merupakan anggota Keluarga Li yang Kaya Raya, tidak masalah jika orang sepertiku tiba-tiba menjual beberapa batang emas.


Aku menjual semua simpanan ku itu jelas agar bisa digunakan sebagai model untuk melakukan bisnis konstruksi yang akan aku lakukan. Saat ini tahap yang sedang berlangsung adalah perencanaan project.


Aku tentu saja sudah menyewa beberapa orang ahli yang akan membantu ku untuk menganalisis dan merencanakan project ini nantinya.


Yaitu pembangunan Hotel Mewah, mengantikan gedung yang sebelumnya Aku beli itu. Berdasarkan masa depan yang Aku lihat di mana daerah sana akan menjadi pusat perbelanjaan yang bagus di masa depan, juga akan menjadi salah satu objek wisata yang didatangi oleh orang-orang dari luar kota, jelas itu adalah kesempatan bagus untuk membuat sebuah Hotel. Karena saat ini di wilayah itu tidak ada hotel yang tersedia.


Ini jelas adalah hal-hal yang besar bukan?


Keuntungan yang didapatkan pasti akan sangat banyak nantinya, dan jika di lelang atau bahkan jika aku mengeluh lainnya sendiri di di masa depan itu jelas bernilai hal-hal yang tinggi.


Hotel Mewah menjadi pilihan ku, target pasarnya adalah orang-orang kaya setelah semua, hanya orang kaya yang ingin menganggur hancurkan uangnya untuk menginap di hotel dan berbelanja.


"Baik, untuk rapat hari ini aku rasa sampai di sini saja, ikan arti kalian ada pertanyaan atau usul kalian bisa memberikannya kepada Sekertaris An,"


Beberapa pegawai yang bertugas membantu ku untuk merancang project itu segera mengangguk. Ya, saat ini aku tengah merencanakan sebuah Proyek besar pembangunan Hotel ini. Tentu saja, ini tidak lepas dari bantuan Li Yihan yang selama satu bulan ini benar-benar membantuku dalam seluk beluk dunia Kontruksi.


Apakah orang itu benar-benar tidak ada niat jahat?


Aku masih sedikit curiga namun setelah semua selama satu bulan ini dia tidak melakukan hal-hal apapun yang mencurigakan. Jadi, sementara ini aku memutuskan untuk percaya lagi pula bisnis hotel ini, aku benar-benar yakin ini akan sukses besar nantinya.


Setelah rapat selesai, Aku segera kembali menuju ke ruangan ku. Sampai disana, Sekertaris An, datang ke ruangan ku dan mulai mendiskusikan hal-hal soal project itu.


"Ngomong-ngomong, Pak Presdir apakah anda sudah memiliki rencana akan bekerjasama dengan perusahaan mana untuk pembangunan set kontruksi ini?"


"Ah, maksudmu soal pemilihan bahan dan penyediaan bahan?"


"Benar, itu benar-benar penting,"


"Tentu saja aku sudah merencanakan nya, aku sudah mendapatkan rekomendasi tentang perusahaan mana aku akan bekerjasama,"


Ya, ada beberapa Perusahaan yang sudah di rekomendasikan oleh Li Yihan, namun tentu saja aku tidak langsung percaya dengan rekomendasi miliknya, aku juga sempat berkonsultasi pada Fan Yuan. Dan memang rekomendasi dari Li Yihan tidak ada yang salah sama sekali.


"Baiklah kalau begitu namun kita memiliki masalah lain yaitu soal pendanaan,"


"Tidak masalah untuk itu aku sudah mentransfer dananya yang ada,"


"Namun Pak, tanah itu sepertinya masih cukup orang karena pembangunan hotel yang kita rencanakan cukup besar,"


Aku yang mendengar itu segera menjadi terdiam.


Jadi aku masih kekurangan uang, bahkan setelah semua simpanan Aku jual?


"Kamu tenang saja aku pasti akan mengurus nya,"


Di saat-saat seperti ini, lakukan pinjaman mungkin menjadi pilihan.

__ADS_1


Yah, bukan berarti aku suka berhutang namun sebuah perusahaan besar jelas sekali tidak mungkin untuk tidak memiliki hutang bukan?


Pertama, aku harus menggunakan kemampuan sistem untuk memeriksa kesuksesan projec ini.


[Anda menggunakan satu poin untuk mengaktifkan kemampuan melihat masa depan]


Pemandangan yang aku lihat saat ini adalah sesuatu yang ada dalam harapanku. Tempat dimana pusat perbelanjaan itu dibangun ada sebuah hotel mewah di mana banyak orang keluar masuk.


Itu hanya pemandangan sekilas dan tidak banyak.


Aku cukup puas dengan hasilnya.


Harusnya tidak apa-apa jika bisnis itu sukses nantinya aku akan bisa membayar pinjaman.


Yang jadi masalah kepada siapa aku harus meminjam?


Ya, ini masih masalah baru lagi. Namun aku benar-benar cukup percaya diri dengan ini, sistem ini begitu hebat dan tidak akan pernah meleset.


Masa depan kesuksesan benar-benar sudah menungguku!!


"Baik kalau begitu saya permisi dulu nanti, akan saya konsultasikan lagi jika ada masalah soal perencanaan proyek," kata Sekertaris An dengan tenang.


"Terima kasih atas bantuannya,"


Setelah itu sekertaris ku itu segera pergi dan aku sekarang ada di ruangan dan mulai memeriksa tempat yang mungkin akan menjadi sumber keuangan di masa depan.


Itu karena itu adalah sebuah telepon dari Meilin.


Sial, sudah 1 bulan sejak wanita itu mencoba memiliki hubungan denganku.


Karena kondisi kehamilannya saat ini belum stabil jadi belum bisa melakukan Tes DNA. Aku jadi tidak memiliki pilihan untuk berpura-pura baik padanya dulu dan menurut sampai tes DNA itu bisa dilangsungkan.


Ya, aku bahkan sudah merenungkan nya selama satu bulan ini tentang apa yang akan terjadi di masa depan.


Jelas, Aku pasti akan mengambil hak asuh anak itu dari Meilin jika Anak itu lahir, jika anak itu ternyata adalah anak kandungku. Setelah semua memikirkan aku kembali dengan mantan istriku ini merupakan hal hal yang tidak aku sukai.


Rasa cinta di hatiku untuknya benar-benar sudah tidak tersisa sedikit pun, alasannya menjadi semakin jelas apalagi sejak aku mendengar kabar kehamilannya dan Meilin tidak benar-benar tahu soal siapa Ayah anak dalam kandungannya itu...


Berpikir, sebenarnya berapa banyak pria yang sudah dia ajak tidur?


Apa sebelum dengan Lou itu, dia sempat berselingkuh dengan pria lain lagi?


Hanya memikirkan soal fakta itu membuat aku semakin merasa jijik.


Sejak kapan Aku berbagai ranjang dengan Pria lain?


"Ya, ada apa Meilin?"


'Yuwen, kita sudah lama tidak bertemu bagaimana jika kita makan malam nanti?'

__ADS_1


Sudah aku juga itu hanyalah telepon yang tidak penting.


"Maaf, Meilin aku saat ini benar-benar sedang sibuk banyak hal yang aku harus urus,"


Aku mencoba bersikap sopan agar tidak menimbulkan masalah yang lebih banyak. Ya, akan repot jika Meilin dagang pada Keluarga Li dan membuat keributan nantinya.


Aku sudah berkata padanya untuk tetap tenang dan menyembunyikan hal ini dari semua orang dulu. Jika tidak, aku benar-benar tidak akan kembali padanya dan tidak peduli dengan anak di kandungannya, itu adalah sebuah ancaman dan untungnya Meilin tidak membuat keributan soal itu.


'Tapi aku sangat merindukan, tidak anak di kandungan ku ini juga merindukanmu, merindukan Ayahnya,'


Aku tahu itu hanya sebuah alasan untuk bertemu denganku.


Terkadang aku masih memiliki sebuah delima soal hal hal ini.


Ya, seperti tempo hari ketika aku menemani Meilin ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Ketika melihat hasil USG anak itu, hatiku sekolah dikit berdebar memikirkan jika aku benar-benar akan menjadi Ayah.


Sesuatu yang sudah aku dambakan sejak lama.


Semakin ke sini hal-hal membuat ini semakin rumit. Hanya tinggal dua Minggu lagi, harusnya kehamilan Meilin sudah stabil dan aku bisa melakukan tes DNA.


"Maaf, Meilin, namun aku benar-benar tidak bisa bertemu denganmu sekarang,"


Aku jeles harus menghindari untuk bertemu dengannya lebih banyak takut takut hatiku menjadi tidak kuat dan sedikit tergoda oleh kata-kata manisnya. Lagipula aku benar-benar sibuk sekarang.


'Baiklah, bagaimana jika akhir pekan nanti?'


"Aku tidak janji aku akan mengabari mu nanti,"


Telepon itu segera ditutup dan aku kembali menatap layar yang ada di hadapanku. Daftar bank yang ingin aku ajukan pinjaman. Namun tentu saja untuk mengajukan pinjaman harus ada sebuah jaminan.


Apa yang bisa aku jaminkan sekarang?


Ketika aku memikirkannya aku mendapatkan sebuah telepon lagi kali ini dari Li Yihan.


"Ya, ada apa, Kak Yihan?"


'Aku hanya ingin bertanya bagaimana soal project yang akan kamu kerja itu? Soal pembangunan hotel itu,'


"Saat ini aku sudah merencanakan dengan baik hanya saja aku masih memikirkan soal dana yang masih kurang,"


'Jadi begitu project seperti ini memang membutuhkan suntikan dana yang besar, terkadang ketika aku melakukan proses aku juga berhutang,'


"Aku juga sudah memikirkan untuk berhutang, namun aku masih sedikit ragu tentang bagaimana atau tempat aku akan mengajukan pinjaman sejujurnya karena aku tidak yakin apakah pinjaman ku akan di setujui atau tidak,"


'Itu pasti akan disetujui, pula,'


"Namun aku tidak memiliki hal-hal yang bisa aku jadikan sebagai jaminan,"


'Bukankah kamu masih memiliki sebuah perusahaan dan tahan?'

__ADS_1


__ADS_2