Super Sistem Kekayaan Versi Trial

Super Sistem Kekayaan Versi Trial
Episode 44: Bagaimana Bisa?


__ADS_3

Aku menjadi cukup terkejut dengan hal-hal yang aku dengar, yah ini bukan masalah separah itu namun tetap saja ini sebuah masalah. Ketua Proyek baru saja melaporkan bahwa salah satu suplier bahan bangunan, menuntut untuk pembayaran uangnya dalam waktu dekat. Ya seperti yang Ketua Proyek katakan sebelumnya, dana anggaran yang dikeluarkan lebih besar daripada hal-hal yang disiapkan.


Karena hal ini pula ada beberapa tunggakan dan hutang. Ini tentu menjadi masalah yang serius, karena bisa menghambat pekerjaan lapangan nanti jika supplier ini mogok.


"Tentu, kamu tenang saja, Aku akan segera mengirimkan uangnya ke sana, kamu pokoknya secepatnya saja mengirimkan rincian anggaran yang sebenarnya dan aku akan segera mengurusnya setelahnya,"


Tentu saja masalah anggaran yang membengkak ini benar-benar menguras uang-uangku, keuntungan dari Bisnis Saham yang Aku lakukan, ini hanya untuk menutupi dan membayar hutang tiap bulannya. Dan mendanai Proyek ini.


Beberapa masih menunggu cukup lama sampai benar-benar menghasilkan keuntungan.


Setelah mendengar jawaban jika Ketua Proyek akan segera mengirimkan rincian anggarannya aku segera menutup telepon. Sepertinya setelah ini aku akan menjadi sibuk memikirkan masalah uang.


Padahal aku pikir aku akan memiliki hari libur sekarang. Namun bukan berarti aku harus pusing-pusing mengurusnya, yah mau bagaimanapun rinciannya akan keluar besok apa yang bisa aku lakukan di saat menunggu seperti ini?


Dan sekarang, setelah Aku mematikan telepon, aku kembali kearah Meilin yang mulai mengeluh, Xie Lin tadi langsung mengucapkan selamat tinggal karena tidak ingin membuat keributan dengan Meilin. Ya, Xie Lin benar-benar sosok gadis yang cukup pengertian, tidak berubah sejak jaman SMA.


Itulah kenapa dia cinta pertamaku, sisi itu yang selalu aku Kagumi dan aku sukai dari dia...


dalam beberapa bulan ini kami cukup dekat Namun hubungan kami jelas tidak ada peningkatan, hanya sebatas teman, itu jelas karena keberadaan Meilin.


Xie Lin, bukan tipe seorang wanita yang suka merusak hubungan orang jadi dia hanya memperlakukanku secara sopan, dan tidak lebih, jarak antara kami berdua tidak begitu jauh namun juga tidak begitu dekat sampai di curigai.


Hanya saja, Meilin ini saja yang terlalu banyak berpikir. Walaupun Aku mengakui, terkadang ada sedikit rasa ketika aku menatap Xie Lin, namun nyatanya, tidak ada hubungan nyata antara kami berdua.


"Yuwen! Kenapa kamu makin ke sini seperti ini? Kenapa kamu jadi keganjenan dengan Gadis itu? Apa-apaan kalian bahkan pergi ke Mall bersama?"


Mendengar keluhan itu, Aku hanya segera berkata,


"Apa-apaan sih kamu itu? Kamu jangan sembarangan menuduh, Aku tidak seperti kamu yang suka merayu berbagai Pria di luar sana,"


"Yuwen! Jaga mulut mu!"


"Aku hanya mengatakan kenyataannya,"


"Yuwen, Kenapa kamu sekarang seperti ini? Dulu jelas kamu tidak seperti ini padaku!"


Semakin aku mendengarkan ucapannya aku menjadi semakin muak.


"Bukankah ini karena kamu sendiri yang membuat masalah? Coba pikirkan lagi kelakuanmu yang mana yang membuatku seperti ini?"


"Aku sudah bilang aku minta maaf,"


"Apakah kamu pikir semudah itu untuk melupakan semuanya?"


"Tapi ini demi anak kita,"


"Jangan membuat alasan, sudahlah, Aku lelah denganmu,"


Pada akhirnya, aku memutuskan untuk segera pergi dari sana, membatalkan semua rencanaku, dan pergi kembali ke kantor. Tidak lupa Aku menelepon Xie Lin, meminta maaf padanya.


'Sayang sekali, Aku padahal ingin ke Panti itu, akan senang jika kita pergi bersama,'


Mendengar kata-kata penyesalan itu aku mulai memikirkannya sebenarnya tidak banyak hal yang begitu gawat di kantor. Jadi sepertinya tidak masalah jika pergi?


Namun nanti, Meilin akan mengomel lagi, jika tahu Aku pergi dengan Xie Lin. Hah, ini tidak seperti aku berselingkuh atau apa.


Pada dasarnya, Aku dan Meilin belum rujuk, kita tidak memiliki hubungan apa-apa. Jadi tidak salah, jika aku pergi dengan orang lain.

__ADS_1


"Tidak, Mungkin lain kali saja kita bisa ke sana bersama,"


'Ah, baiklah sampai jumpa lagi kalau begitu,'


Aku cukup menyesal dan sedih tentang keputusan yang aku ambil, namun mau bagaimana lagi, urusan dengan Meilin perlu diselesaikan dulu, harus bersabar sedikit lagi.


####


Sore itu, ternyata laporan soal penyesuaian dana project itu sudah tiba di ruanganku. Aku cukup kagum dengan Ketua project yang benar-benar sangat bertanggung jawab.


"Baik, Terimakasih atas kerja kerasmu, aku akan memeriksanya dan memikirkan hal-hal ini Tunggu saja besok,"


"Ini bukan apa-apa, ini adalah tanggung jawab saya untuk menyelesaikan hal-hal ini,"


Segera setelah itu, dia pergi dari Ruanganku. Aku segera mulai menatap rencana anggaran pembangunan itu. Namun aku tiba-tiba menjadi cukup kaget dengan jumlah dana yang sangat besar ini.


Astaga, ini hampir dua kali lipat dari anggaran. Namun apakah ini tidak apa-apa?


Namun Proyek ini sudah setelah jalan, aku juga tidak bisa menurunkan kualitas-kualitas bahan yang diberikan pada proyek ini. Hal-hal yang juga sudah di rencanakan oleh Ketua Proyek.


Namun biayanya....


Aku segera memanggil sekretarisku untuk memberikan pendapatnya soal ini.


"Pak Yuwen, Bukankah sebaiknya kita lebih baik untuk mencoba menghemat anggaran? Dana kita semakin menipis sampai saat ini,"


"Tapi, Kita akan membangun Hotel Mewah, bahan-bahan yang digunakan Tentu saja tidak bisa tanggung-tanggung,"


"Tapi, Pak Presdir saat ini perusahaan kita belum mampu, Kenapa tidak menundanya dulu dan membuat Hotel biasa saja dulu? jika ini sudah membuat keuntungan maka berikutnya kita bisa...."


"Cukup, Aku tahu ini jelas akan memberikan keuntungan,"


Aku mendengar Sekertaris An mulai mengajukan beberapa protes soal pembangunan ini. Ukhh, namun Aku sudah melihat dari Kemampuan Sistem, di masa depan dimana Proyek itu akan sukses besar.


Bahwa tempat itu menjadi sebuah hotel bintang 5 yang mahal dan berkelas. Yang memiliki banyak pengunjung dan tamu VVIP Kaya Raya.


Jadi, setelah berdebat sebentar, Sekertaris An, akhirnya memutuskan untuk mengalah dan sedikit mendiskusikan untuk menurunkan beberapa anggaran.


Aku juga tidak terlalu protes lagi, dan walaupun ini sudah diturunkan, tetap saja, 1,5x lebih banyak dari awalnya.


"Namun Dananya dari mana?"


"Jual beberapa Portofolio kita,"


"Namun Pak Presdir, saham-saham ini memiliki potensi besar dan potensi pendapatan tetap di masa depan kita tidak bisa langsung menjualnya begitu saja,"


"Aku mengerti apa maksudmu namun saat ini kita membutuhkan dana jadi apalagi yang bisa kita pilih?"


"Baik, Saya mengerti,"


"Ya, jual Investasi Kita yang sudah untung,"


Hal-hal sudah beres, dan malam itu setelah mengurus soal mengedit berkas, Aku mulai segera pulang ke rumah. Satu masalah akhirnya terselesaikan dan semuanya pasti berjalan dengan lancar.


Ya, itu adalah harapanku pada awalnya sampai setelah satu minggu berlalu aku mendapatkan sebuah kabar buruk.


"Apa? Ketua Proyek membawa Kabur Uang Anggaran untuk Produk itu? Bagaimana ini bisa terjadi?"

__ADS_1


Aku menjadi marah, ketika tiba-tiba ditelepon oleh salah satu orang yang bekerja di project.


'Kami tidak tahu, Pak, Pak Ketua tiba-tiba saja menghilang dan ketika kami melihat ke rumahnya beliau sudah tidak ada, soal supplier Perusahaan, juga segera meminta untuk dananya segera kita kirimkan, mereka saat ini ada di lokasi project untuk menuntut kami,'


"Sial, Kamu urus dulu di sana Aku akan segera menuju ke sana untuk melihat langsung dan berdiskusi mereka,"


Aku tidak mengira bahwa hal-hal buruk bisa terjadi orang yang aku percayai itu benar-benar membawa kabur uang-uangku!!


Aku memang tidak mentransfer semuanya, namun tetap saja dana yang di Transfer cukup banyak, awalnya itu untuk mengurus soal pembayaran pada Supplier, namun malah di bawa kabur!


Bagaimana ini bisa terjadi?


Aku buru-buru menuju ke lokasi project, namun hal yang lebih buruk segera terjadi. Aku mendengar suara keras ketika tiba di lokasi Proyek.


DUARRRR


Bangunan, yang setegah jadi itu tiba-tiba saja meledak!


Dan runtuh...


Aku turun dari mobilku dengan buru-buru menatap ke arah bangunan yang memakan begitu banyak uang itu..


"TIDAK!! BAGAIMANA INI BISA RUNTUH!"


Aku jelas menjadi panik, ketika menatap puing-puing bangunan mulai berjatuhan tepat di depan mataku.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Kenapa ini semua bisa terjadi?


Bukankah harusnya ini menjadi Proyek Sukses?


"Hey! Sistem! Apakah masa depan yang kamu tunjukkan adalah kebohongan?"


[Sistem tidak pernah berbohong masa depan yang kamu lihat itu nyata]


"Namun kenapa ini Runtuh?"


[Proyek Sukses yang kamu lihat itu, ada Di Masa Depan,]


Aku menjadi kaget ketika mendengar kata-kata sistem itu ada beberapa hal yang sempat aku lupakan.


Masa depan yang diperlihatkan oleh sistem adalah sesuatu yang Random. Itu mungkin cukup jauh di masa depan, jauh sekali, Aku juga tidak tahu itu kapan.


Aku kira, gitu tepat setelah aku menyelesaikan semua proyek itu...


Namun...


Ternyata hal-hal tidak pernah sesuai yang aku pikirkan.


Uang yang di bawa kabur..


Lalu, ledakan di Proyek..


Tunggu, kenapa Gedung yang seharusnya begitu kokoh ini bisa runtuh dalam sekejap?


Aku merasa ada yang janggal.

__ADS_1


Seolah-olah semua ini sudah disiapkan demi hari ini.


__ADS_2