
Setelah selesai makan malam Semua keluarga kumpul di ruang keluarga Salma yang selesai membantu bik ina berniat ke kamarnya untuk menaruh pakaiannya di lemari.
" Salma sini sayang... duduk dulu umi mau bicara " Melihat Salma yang Hendak ke kamar tamu dan mengernyit heran.
Salma balik dan menghampiri bu Lidya yang memanggilnya. di situ sudah ada pak Herman, Hendra dan Nadia.
" Ngapain mau ke kamar tamu ?" Tanyanya Heran.
" Aku harus bilang apa sama umi " ucapnya dalam hati dengan kehawatiran.
" Salma tidak mau tidur sekamar sama aku dulu umi,, katanya kalau sudah menerima pernikahan ini dan sudah mengenal satu sama lain kita baru sekamar, bukankah katamu seperti itu salma ?" jawaban Hendra berbohong dengan menatap Salma tajam.
Salma yang di tatap seperti itu menciut.
" Benar umi,, kita biar saling kenal dulu dan biar sama-sama nyaman " ucap Salma dengan tersenyum kecut.
" Tapi nak.. kalian kan suami istri tidak seharusnya kalian pisah kamar, kalo sekamar kan biar lebih dekat dan lebih cepat mengenalnya " Pak Herman menimpali.
__ADS_1
Hendra mendengar ucapan pak Herman memutar bola matanya dengan malas.
" Atau jangan-jangan kamu Hen yang nyuruh Salma tidur di ruang tamu ?" Tanya bu Lidya menatap anaknya dengan penuh selidik.
Hendra terkesiap pertanyaan uminya tepat sasaran " Apaan.. kenapa umi bertanya seperti, bukankah umi sudah mendengar pernyataan Salma tadi " Ucapnya.
" Ya benar yang di katakan mas Hendra umi.. kalau begitu bolehkah aku pamit dulu umi, mau naruh pakaian ku ke lemari "
" Baiklah nak kalo itu mau kamu... " kata bu Lidya sambil melirik Herman yang tersenyum penuh kemenangan.
Salma bergegas ke kamarnya melanjutkan niatnya .
***
" Hen umi tau pasti ini rencana kamu kan? " Tanya Bu Lidya setelah Salma masuk ke kamarnya . Hendra hanya diam tidak menjawab.
" Ini malam pertama kalian... Kenapa kamu jadi seperti ini sekarang nak , dulu kamu anak yang baik dan penurut, Dia istri mu tak sepatutnya kamu melakukan itu padanya, apa kamu tidak kasihan dan merasa bersalah setelah merenggut kebahagiaan nya dan sekarang kamu menyakitinya. Seharusnya kamu bisa menggantikan kebahagiaannya yang telah hilang , mana hati nuranimu " Tutur pak Herman.
__ADS_1
" Tapi aku tidak mencintai nya abi, aku tidak rela dia menggantikan istriku " jawab Hendra dengan suara yang berat.
" Cinta itu akan datang dengan sendirinya, cinta itu akan datang karna terbiasa, cobalah untuk terbiasa untuk selalu di dekatnya, dia itu istri yang sholehah istri yang sangat baik, kalo tidak baik dia tidak mungkin menuruti kemauanmu , Terimalah dia naik" ucap bu Lidya memohon sambil menangis .
" Beri aku waktu umi agar aku bisa menerima nya " jawab Hendra Sambil berlalu ke kamarnya.
Nadia yang mendengar percakapan itu hanya diam tidak mau mengganggu orang tua berbicara.
*****
Di kamar tamu.
Salma menaruh semua pakaiannya di dalam lemari dengan penuh kesedihan.
" Aku harus kuat, tidak boleh sedih ini sudah keputusan ku , aku harus menerima takdirku , aku akan tetap menjadi istri yang baik walau tidak di harapkan " Salma menghapus air matanya dan menyemangati dirinya sendiri.
Setelah merapikan pakaiannya dia naik ke ranjang dan membaringkan tubuhnya yang sangat lelah. matanya belum bisa terpejam menatap langit-langit kamarnya dia mengingat almarhum suaminya tak terasa bulir-bulir air matanya keluar lagi dari sudut matanya.
__ADS_1
Bukan dia melupakan semua kenangan, semua cinta dan kasih sayang almarhum suaminya bukan juga mengharapkan malam pertama yang indah tapi dia cuma ingin jadi istri yang di anggap dan tidak di abaikan. Air matanya terus mengalir hingga dia tertidur.