SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )

SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )
Taman kota


__ADS_3

Hari demi hari telah terlewati Salma tiap hari melakukan kewajibannya sebagai istri yang baik . Memberikan pelayanan untuk semua keperluan suaminya sesuai izinnya kecuali kewajiban di atas ranjang tidak berlaku baginya karna Hendra masih betah pada pendiriannya .


Sekarang usia pernikahan mereka sudah hampir 2 bulan lamanya tapi pernikahan mereka masih jalan di tempat tidak ada kemajuan seperti yang di harapkan Salma dan kedua orang tua Hendra . kedua mertuanya memang sudah tau kalo pernikahan mereka hanya 3 bulan sesuai kesepakatan Hendra . Salma yang menceritakan kepada mertuanya pasca kedatangan tante Rahma dulu . sebenarnya mendengar perjanjian konyol anak dan menantunya itu pak Herman dan bu Lidya sangat geram tapi setelah Salma meyakinkan bahwa dia bisa membuat suaminya kelak bisa menerimanya dengan tulus ahirnya kedua mertuanya menyetujui ide Salma dan akan membantu menyatukan mereka .


Pagi itu semua keluarga sibuk menyiapkan diri hendak melakukan rutinitas masing-masing seperti biasanya . Begitu pula Salma setelah menyiapkan sarapan dia juga bersiap diri untuk mengganti bajunya karna dia sekarang juga sibuk membantu ibu mertuanya kadang ke restoran dan ykadang ke butik milik mertuanya itu .


" Sayang.. nanti kamu ikut umi ke Restoran ya... bantu mengecek keuangan bulan ini " ajak bu lidya setelah mereka sudah berkumpul di ruang makan .


" Iya umi... " jawab Salma sambil duduk setelah mengambilkan sarapan buat Hendra .


Mereka semua sedang sarapan . Hendra melihat kedua orang tuanya bergantian yang sedang sibuk mengunyah makanan .


" Abi.. Umi... Nanti malam aku tidak bisa ikut ke pernikahan anak teman abi " Pak Herman yang sibuk sarapan langsung melihat anaknya .


" Kenapa ? Bukankah mereka jauh-jauh menyempatkan datang kesini supaya kita semua bisa hadir ke acara pernikahan anaknya... ". ucap pak Herman penuh penekanan .


Hendra diam sejenak .


" Iya Abi... tapi nanti malam ada Reuni SMA ku yang di adakan 3 tahun sekali , kalo aku tidak datang tidak enak sama mereka , aku kan salah satu panitia penyelenggara nya " Ucap Hendra sambil menyeka ujung bibirnya dengan tisu dia sudah selesai sarapan .


" Kamu harus ikut... Abi tidak enak juga sama mereka " Herman memutar bolanya malas .


" Tapi abi... umi ayolah bujuk abi " Hendra beralih menatap Uminya dan membujuknya agar di izinkan .


" kamu boleh tidak ikut ke acara pernikahan anak temen abimu ... tapi kamu harus ngajak istrimu ke acara Reuni itu " Salma terkesiap mendengar Ucapan Bu Lidya .


" Tapi umi... " Ucap Salma tidak enak sama Hendra yang melihat air mukanya yang tidak bersahabat .


" Acaranya di mana ?" Tanya pak Herman.


" Di hotel Xx Abi... yang deket taman kota " jawab Hendra .


" Betul kata umimu... kalo kamu tidak ikut kita ajak istrimu ke acaramu " imbuh pak Herman .


" Baiklah aku akan mengajaknya... " hanya melirik Salma dengan senyum sinis di bibirnya . Salma yang duduk di sampingnya melihat Hendra yang tersenyum sinis dan menatapnya lekat .


" Gitu dong pa... " Ucap Nadia sambil nyengir kuda . Hendra hanya tersenyum paksa melihat Nadia dan menghampirinya . Melihat Hendra berdiri Salma juga ikut berdiri setelah sarapannya selesai juga .

__ADS_1


" iya sayang... papa berangkat dulu ya " Hendra Mencium pucuk rambut Nadia . di susul Nadia juga mencium tangan papanya .


" Aku berangkat dulu umi abi.. " hendra menyalami pak Herman dan Bu Lidya . Lalu dia melangkah keluar di ikuti oleh Salma di belakangnya .


Setelah di halaman Rumah mobilnya sudah siap . Sebelum Hendra masuk mobil Salma menyalami tangan suaminya . kemudian Hendra masuk mobil tanpa berkata apa-apa .


Hendra sudah menghidupi mobilnya dia melihat Salma sejenak yang masih setia berdiri di samping pintu mobilnya .


" Bersiap lah Nanti jam 7 Malam setelah aku pulang dari kantor kita berangkat " Setelah mengucapkan itu Hendra langsung tancap gas tanpa mendengar jawaban Salma .


Salma hanya menggeleng kepala dia tidak heran dengan sikap suaminya itu . karna tiap hari sudah terbiasa atas sikap angkuh dan dingin suaminya .


*****


Malam hari .


Pak Herman , Bu Lidya dan Nadia sudah berangkat menghadiri acara pernikahan . Walaupun acaranya masih malam hari sejak sore tadi sudah berangkat karna mengingat lokasinya sangat jauh .


Salma bersiap diri di kamar memakai gamis yang indah berwana peace dan jilbab yang senada tidak lupa merias wajahnya dengan make up yang tipis membuat dia sangat cantik dan anggun .


Mendengar teriakan Hendra langsung menyambar tas jinjing miliknya yang ada di atas nakas dan langsung menghampiri suaminya .


Hendra yang wajahnya tadi terlihat kesal setelah melihat penampilan Salma yang cantik dan anggun sejenak berubah melongo terkagum memandang istri yang tak di anggapnya begitu mempesona .


" Ayo berangkat mas " Ucapan Salma menyadarkan kekagumannya .


" I-iya ayo berangkat " jawab Hendra gugup .


Mereka berangkat dalam perjalanan yang ada hanya keheningan . Mobil melaju dengan kecepatan sedang . Dalam mobil Hendra terlihat sangat cemas .


" Apa yang harus aku lakukan ? Tidak mungkin aku membawa dia ke acara Reunian. Teman-temanku kan tidak ada yang tahu kalau aku menikah lagi , kalau tadi aku tidak mengajaknya umi akan tahu dari bi Ani dan marah padaku " . Ucapnya dalam hati .


Kecemasan Hendra terlihat oleh Salma dari tadi dia melihat gerak gerik suaminya yang terlihat gelisah .


" Kenapa mas ?" Tanya Salma .


" Hemm... Tidak apa-apa " Hendra menyetir mobilnya pelan sambil berpikir apa yang harus di lakukan . Ketika Hampir sampai di Hotel Xx Tanpa sengaja dia melihat taman kota begitu Ramai dengan senyum menyeringai dia mempunyai ide .

__ADS_1


Mobil berhenti di tepi jalan yang ada di taman kota . Salma mengernyit heran kok suaminya tiba-tiba berhenti di sini . Dia melihat kesana kemari bingung lalu menatap suaminya . Di taman kota yang luas itu sangat ramai ternyata ada Bazar besar-besaran .


" Mas apa reuninya di sini ?" Hendra tidak menjawab dia malah mengambil amplop coklat yang ada di tas kerjanya yang ada di jok belakang yang isinya uang cash .


" Turun dan ini ada uang cash buat belanja apa pun yang kamu mau " Hendra yang menyodorkan amplop berisi uang 5 jt itu kepada Salma .


" Maksutnya apa ini mas ?" Salma masih bingung tidak mengerti .


Pertanyaan Salma membuat Hendra bikin kesal .


" Kamu turun dan belanja apa saja di sana , kamu tidak boleh ikut aku reunian karna aku tidak mau teman-temanku tau kalo aku sudah menikah.. karna kalo aku membawa seorang wanita pasti mereka mengira aku sudah menikah... " Ucapnya sambil penuh kekesalan. karna teman-teman SMA nya sebagian juga teman kuliahnya yang sudah sangat mengenal sifat Hendra yang punya prinsip tidak akan mudah jatuh cinta dan tidak akan menggandeng wanita kecuali sudah halal baginya apalagi mengingat kedua orang tuanya yang religius .


" Tapi mas... "


" Sudahlah ayo turun... dan bawa uang itu bersamamu di seberang taman juga ada mall dan restoran kamu boleh belanja dan makan di situ,, " intonasi Hendra membuat Salma tak bergeming . dia menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca Hendra tidak melihatnya hanya menatap lurus ke depan .


Ahirnya Salma mengalah dan turun dia tidak mau membuat suaminya bertambah kesal dan membenci nya .


" Kamu jangan kemana-mana setelah ke mall dan Restoran kembali lagi ke sini , karna nanti aku akan menjemputmu di sini . hotel tempat acara ku tidak jauh dari sini , jam 10.30 acaranya sudah selesai , aku akan menjemputmu jam 11 tunggu aku di sini , kamu mengerti ucapanku ... !! " ucap Hendra setelah di rasa Salma sudah turun dari mobilnya .


" Iya mas... " Salma mengangguk dan menunduk menyembunyikan air matanya yang akan jatuh dari suaminya .


Kemudian Hendra pergi meninggalkan Salma di taman kota tersebut .


" Kenapa udah hampir 2 bulan ini kamu masih belum bisa menganggap aku sebagai istrimu mas.. " ucapnya lirih menatap mobil suaminya yang berlalu pergi .


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komennya ya guys 😍

__ADS_1


__ADS_2