
Malam hari begitu dingin, hujan lebat telah membasahi bumi, kilatan petir menyambar kesana kemari membuat seseorang yang meringkuk di atas kasur dengan kehangatan selimut yang membalut di tubuhnya terbangun. Dia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 11 malam, rumah terasa sepi, karna semua penghuni rumah pada tidur. Rasa haus yang mengharuskan dia turun dari ranjang dan melangkah ke dapur.
" Apa mas Hendra sudah pulang? , kenapa aku bisa ketiduran.. " Setelah meletakkan gelas di meja dapur dia melihat ke atas , penasaran Salma membawa langkah kakinya menaiki anak tangga menuju ke kamar Hendra . Dia melihat kamar Hendra terbuka dan memberanikan diri untuk masuk ke dalam.
" Di dalam kamar tidak ada, apa mas Hendra belum pulang? " pikirnya setelah dia mencari Hendra di sudut ruangan kamar tidak ada. Dia melangkah ke ruang kerja Hendra melihat pintunya tertutup .
Ceklek.
Hendra mengalihkan pandangannya ke arah pintu ketika dia mendengar suara pintu di buka yang tadinya dia hanya fokus ke layar laptopnya.
" Ada apa? " Hendra masih menatap nya di ambang pintu.
" Emm.. Maaf... aku cuma memastikan saja apa kau sudah pulang apa belum '' Salma merasa gugup Ketika mendapat tatapan dari Hendra seolah telah mengganggunya.
" iya aku sudah pulang satu jam yang lalu " Hendra kembali menatap ke layar laptopnya.
" Apa kau sudah makan ? " Salma melihat Hendra yang masih mengenakan kemeja kerjanya yang di tekuk sampai siku, terlihat wajah lelahnya belum mandi .
"Sudah " Salma mengangguk.
" Hemm.. buatkan aku kopi saja " Ucapnya yang masih fokus ke layar laptopnya. Salma turun ke dapur untuk membuatkan kopi.
Hendra memang sengaja lembur untuk mengerjakan proyek barunya yang ada di luar kota tadi agar cepat selesai. Tak lama Salma datang membawa secangkir kopi dan meletakkan di meja kerja Hendra.
" Apa perlu sesuatu lagi ?" Hendra menatap wajah ayu Salma.
__ADS_1
" Tidak lagi... kau kembalilah tidur " Perintah Hendra .
"Baiklah.. " Ucap Salma lalu dia bergegas keluar .
Hendra masih menatap punggung Salma yang melangkah keluar dari ruangannya. kemudia dia fokus ke laptopnya kembali.
*****
Keesokan paginya di meja makan di sana semua keluarga sudah berkumpul untuk melakukan aktifitas sarapan pagi.
" Apa meetingmu kemaren lancar nak ?" tanya pak Herman di sela-sela sarapannya.
" Alhamdulillah lancar bi.. aku sudah mengerjakan tugas untuk proyek baruku yang ada di luar kota " jawabnya.
" Alhamdulillah nak... semoga perusahaanmu tambah lancar " ucapnya menyemangati anaknya.
Salma dan bu lidya juga sangat senang mendengarnya.
" Pa boleh tidak nanti malam kita makan malam bersama-sama di luar, sudah lama kita tidak makan bareng di luar, apalagi setelah papa menikah.. " Ucapan Nadia membuat semuanya mengarahkan pandangan ke arahnya.
" ide yang sangat bagus itu " jawab bu lidya.
Hendra diam sejenak sebelum dia berbicara .
" Tapi papa masih sibuk sayang " Nadia cemberut kecewa karna papanya masih mementingkan pekerjaannya.
__ADS_1
" Ayo lah Hen... kamu belum pernah mengajak Istri dan anakmu makan bersama di luar setelah kamu menikah " Ucap Bu Lidya.
Hendra melihat Salma menikmati sarapan sambil termenung yang seolah tidak ada harapan untuknya pergi bersamanya.
" Baiklah... nanti kita makan malam di luar " Seketika Salma menoleh ke arah suaminya yang juga memandangnya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Yeaahh" Nadia kegirangan membuat mereka tersenyum bahagia.
" Makasih papa... aku sangat menyayangimu " Nadia menghambur memeluk Hendra dan mencium pipi Hendra dari belakang . kemudian beralih memandang Salma yang duduk di samping papanya mencium pipinya juga .
" Nadia juga sangat menyayangi bunda " ucapnya dengan penuh kasih.
Salma mengulurkan tangannya mengusap pipi Nadia dengan gemas.
"Sama-sama sayang.. " Hendra melihat adegan itu langsung menunduk mengangkat sudut bibirnya keatas membentuk sebuah senyuman dia menyembunyikan kebahagiannya yang melihat anaknya bahagia bersama istri barunya itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya ya guys 😍