
Hendra Naik ke atas di ikuti Salma di belakangnya . Sampai di kamar Salma masih bingung mau ngapain . Dia melihat Hendra hendak ke kamar mandi .
" Mas " panggilan Salma membuat langkah Hendra terhenti dan menoleh ke arahnya.
" iya " .
" Apa mas mau mandi ? " Tanya Salma .
" Kenapa ? " mengernyit heran . " mau ikut.. ?" Tersenyum menyeringai .
" Ti-tidak... " ucap salma gugup.
" Lalu ?"
" Hemm... aku akan menyiapkan bajumu, kamu ingat kan kalau mulai hari ini aku akan menyiapkan kebutuhan dan semua keperluanmu.. " Sambil melihat ke arah pintu yang di duga tempat pakaian Hendra .
" Terserah " kata Hendra . ia melanjutkan langkahnya ke kamar mandi .
Salma berjalan ke arah pintu yang di lihatnya tadi .
ceklek
" Woooww.. ini tempat pakaian apa butik sih" ucapan yang lolos dari hatinya .
Semua barang-barang Hendra tertata rapi mulai dari baju yang menggantung berjejer di sana, setelan jas, kemeja , baju santai dan baju tidur . Salma mengambil baju Santai nya kaos oblong putih dan celana pendek selutut .
Setelah selesai mengambil baju santai . Salma masih melihat-lihat barang Hendra yang mahal , jam tangan , sepatu dan yang lainnya . Tak lama Hendra masuk ke ruang ganti .
" Ngapain masih di situ ?" Salma telonjak kaget dan menoleh ke asal suara . matanya membulat seketika . Dia tercengang melihat suaminya hanya memakai handuk di depannya .
Hendra yang di tatap seperti itu tersenyum licik. dia melangkah mendekati Salma .
" Apa yang kamu lakukan mas ?" Tanya Salma ketika wajah Hendra sangat dekat dari wajahnya hanya berjarak beberapa senti saja . jantung Salma bedetak sangat kencang , bercampur aduk antara takut , resah dan rasa entah apa itu dia sendiri tidak mengerti.
" Aku hanya mengambil bajuku , emangnya apa yang kamu harapkan... ! " Seru Hendra sambil menyaut baju yang ada di tangan Salma yang di ambil tadi .
Salma langsung menunduk dan menetralkan jantungnya .
" Kenapa masih berdiri di sini , cepat keluar aku mau ganti baju " Usir Hendra yang melihat Salma Diam berdiri sambil menunduk .
" Iya mas "
Salma keluar dari ruang ganti dan duduk di sofa kamar Hendra .
__ADS_1
" Apa kamu mau minum sesuatu ? " Tanya Salma ketika melihat Hendra keluar dari ruang ganti .
" Buatkan kopi dan antarkan ke ruang kerjaku " jawabnya sinis .
" Baiklah " Salma turun ke dapur.
Hendra mengambil Laptop dan beberapa berkas yang belum di tandatangani tadi karna di suruh cepat pulang dan berlalu ke ruang kerja .
*****
Salma membuat kopi untuk suaminya setelah selesai dia hendak mengantarkan kopi ke ruang kerjanya . Bu Lidya yang baru mau duduk di sofa samping suaminya dia melihat Salma lalu menghampirinya .
" Sayang... kopi buat Hendra ?" Tanya bu Lidya yang melihat Salma membawa secangkir kopi hendak ke atas .
" iya umi... suruh di anter ke ruang kerjanya " .
" Oohh " umi mengangguk .
" apa umi mau , ? akan aku buatkan sebentar lagi " tanya Salma .
" Tidak usah sayang nanti umi buat sendiri , antarkan kopinya ke Hendra keburu dingin loh " ucap Bu Lidya tersenyum sambil mengelus pundak Salma .
" Dan nanti bantu umi utk menyiapkan makan malam buat tante ya " imbuhnya
Salma naik ke atas meninggalkan Bu Lidya yang terus mengembangkan bibirnya sambil memperhatikan langkah menantunya itu .
" Semoga ini awal yang baik " Gumamnya . Bu Lidya Kembali duduk menemani suaminya .
" Apa Rahma dan Surya sudah istirahat " Tanya pak Herman yang membaca koran.
" iya bi... aku suruh mereka rebahan sebentar , sambil menunggu sholat maghrib " pak Hendra mengangguk .
" Abi... "
" Hemm"
" Salma membuatkan kopi untuk Hendra dan mengantarkannya di ruang kerjanya , semoga ini awal yang baik bagi mereka ya bi " ucap bu Lidya penuh harap.
pak Hendra meletakkan korannya melihat bu Lidya yang menatap dirinya lalu menggenggam tangannya .
" iya umi ,, kita do'akan saja yang terbaik untuk pernikahan mereka" . Ucap pak Hendra .
*****
__ADS_1
Waktu berlalu sangat cepat makan malam pun tiba . Di Ruang makan di sana keluarga Herman Sebastian sudah berkumpul bersiap untuk makan malam bersama, tak lupa tante Rahma beserta suaminya dan Nadia yang baru pulang kerja kelompok .
" Apa tante tidak menginap saja hari ini ?" Tanya Hendra sambil mengunyah makanannya .
" Tidak Hen... lain kali saja kalo berkunjung lagi insya Allah akan menginap , dan tentunya harus ada kabar baik atas kehamilan istrimu " ucap tante Rahma sambil nyengir kuda dan menatap Hendra dan Salma bergantian .
" Uhuk... uhuk " Hendra langsung tersedak mendengar ucapan Tante Rahma. Dengan sigap Salma langsung menyodorkan minum an untuk Hendra .
" Minum mas... hati-hati kalo makan " ucap Salma dengan tutur katanya yang lembut .
" Hemmm " Jawabnya sambil meliriknya saja .
Tante Rahma yang melihat Salma perhatian pada Hendra sangat haru .
" Istrimu sangat baik sekali... Cantik sholehah lagi kamu sangat beruntung loh Hen dapat istri seistimewa Salma... iya kan mbak ? " ucap Tante Rahma Memuji Salma .
" iya dooong... menantuku gitu loh " Canda bu lidya membuat mereka ketawa .
Rahma sejak mendatangi rumah bu lidya dia yang melihat Salma pertama kali di buat begitu kagum dan tidak henti-hentinya memuji Salma . Hendra yang mendengar istrinya selalu di puji semua keluarganya hanya memasang wajah datarnya dan sesekali melirik Salma yang hanya tersenyum atas pujian yang di lontarkan oleh mereka .
" Apa yang istimewa darinya... ? dia biasa saja tidak ada yang istimewa melebihi istriku " Ucapnya dalam hati .
Mereka makan malam sambil bercanda dan sesekali menggoda pasangan pengantin baru itu membuat mereka tertawa bersama lain halnya dengan Hendra terlihat kesal dari tadi tapi dia menyembunyikan kekesalannya dengan senyum terpaksa kala tante menggodanya .
Makan malam yang penuh canda tawa telah usai . Rahma dan Surya ahirnya berpamitan pulang .
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komennya ya guys 😍
__ADS_1