
Hendra sebastian, umur 37 tahun, duda beranak satu, tampan, mapan, putih, kaya paket komplit pokoknya, walaupun duda punya anak yg berusia 13 th, tapi orangnya masih terlihat muda berwibawa dan gagah, di tambah lagi sopan dan ramah, tapi sikapnya dingin terhadap wanita karna masih mencintai almarhumah istri trcintanya
Pagi itu Hendra dan Adi asisten sekaligus sahabatnya pulang dari perjalanan bisnisnya dari Bali, dia membuka cabang Resto dan Hotelnya di sana.
Pukul 12.30 , di kota A Hendra meminta berhenti istirahat dulu mencari masjid untuk sholat dan setelah itu makan siang di resto mewah ternama di kota itu, sebab perjalanan dari bali dan rumahnya sangatlah jauh,, Hendra sengaja tidak naik pesawat dalam perjalanan dari kota ke Bali, ia lebih memilih naik mobil mewah sport miliknya, agar lebih santai dan leluasa menikmati perjalanannya.
Di tengah makan siangnya pak Herman Abinya telpon, Hendra berdiri pergi agak menjauh dari adi untuk menjawab telponnya.
" Assalamualaikum bi.. "
" Wa'alaikum Salam, Cepat pulang nak anak kamu nadia masuk rumah sakit " jawab abi.
"APA.. !" kaget.
" ya nak, nadia masuk rumah sakit " ujar abinya lagi.
"Nadia kenapa bi? " tanya Hendra.
" Makanya cepatlah pulang biar kamu tau.. "
" Baiklah bi,, Assalamualaikum " dengan hawatir.
" Wa'alaikum salam" panggilan berahir.
Adi yang menikmati makan siangnya bingung melihat Hendra menghampirinya dengan tergesa2 setelah menjawab telepon. dengan wajah yang sangat hawatir ia bertanya.
"Ada apa Hen.. ?
"Nadia masuk Rumah sakit, ayo cepet kita cabut" Sambil mengambil beberapa lembar uang menaruh di meja tempat makannya tadi.
dengan langkah cepat mereka meninggalkan restoran menuju parkiran dan langsung tancap gas.
*****
Angga yang baru pulang dari mengajar mengendari motornya dengan santai, perjalanan melewati jalanan yang sepi karna hampir sampai di lokasi pedesaan tempat tinggalnya, di tengan jalan ia baru ingat setelah pulang ngajar berniat ingin membelikan martabak kesukaan istri tercintanya di sebarang jalan yang tak jauh dari tempat nya saat ini, hingga ia memutuskan putar balik arah untuk membelikan martabak istrinya.
Sementara Di dalam mobil Hendra sangat cemas mendengar kabar dari ayahnya , karna Hendra sangat menyayangi anak semata wayangnya, dia paling sangat hawatir klo melihat nadia sakit karna nadia sangat manja terlebih setelah kehilangan mamanya , semua kasih sayang tercurahkan untuknya, Hendra tidak ingin melihat anak kesayangannya sakit walaupun sakitnya cma demam biasa, apalagi ini kabarnya sampai masuk rumah sakit.
" Adi cepat nyupirnya, aku sangat menghawatirkan Nadia.. " ucapnya dengan begitu cemas padahal perjalanan masih setengah perjalanan lagi.
" Baik bos.. "
__ADS_1
" Kenapa berhenti.. ?" Karna tiba2 adi ngerem mendadak dan berhenti dengan sempurna.
" Macet bos.. klo menunggu pasti akan lama " Herman mengepalkan tangan di udara dan mengumpat dalam hati.
" Apa tidak ada jalan lain.. ?" tanyanya dengan tidak sabar .
"Ada ,, tapi melewati jalanan yang sepi, soalnya jalan itu terhubung ke pedesaan dan jalan itu juga tembus ke jalan raya yang kita lewati setelah jalanan macet itu " jawabnya.
" Baiklah kita coba lewat sana, dan cepat ya nyetirnya " ucap rangga , dan di angguki oleh adi.
Adi yang melihat jalanan itu sepi langsung menambah kecepatannya sangat kencang dan tidak sadar kalo ada belokan , tiba2 pengendara motor yang melintas dari arah belokan muncul, adi kaget dan langsung menabrak pengendara motor tadi, kecelakaan tak terelakkan .
BRUAAKk..
Seketika adi ngerem mendadak berhenti sejenak melihat keseliling sebentar kelihatan sepi dan langsung tancap gas kabur tanpa melihat orang yang di tabrak tadi entah hidup atau mati.
Orang yang di tabrak terpental jauh dari tempatnya kepalanya kena batu yang ada di jalan, kejadian yang begitu cepat tak bisa di hindari, Darah segar mengalir di kapala korban tak lain adalah Angga,.
Sementara mobil yang kabur sudah melintas kejalan raya lagi dan udah jauh dari lokasi kejadian, Hendra melihat adi dengan tatapan tajam tak percaya seolah2 berkata bagaimana bisa Adi berbuat seperti itu kepada seseorang, ketika menabrak seseorang dan langsung kabur .
Hendra meminta adi berhenti dari mobilnya dan balik ke lokasi untuk melihat orang yang di tabrak dan bertanggung jawab.
"Gimana ini Hen,, klo ketauan aku tidak mau di penjara.. " Gemetar dengan ketakutan.
" Tenanglah.. biar aku yang ngatasi dan cari solusinya " Hendra Menenangkan Adi, karna di pikir itu juga salahnya menyuruh Adi mengendarai mobilnya dengan kencang.
Dengan penuh penyesalan Hendra dan Adi melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit di kota tempat tinggalnya.
*****
Sementara itu di lokasi kejadian ada warga yang melintas dan melihat angga sedang tergeletak tak berdaya dengan berlumuran darah, ia langsung pergi berlari meminta bantuan untuk membawa angga kerumah sakit dan melapor ke polisi.
€
Salma kala itu habis sholat dhuhur menyiapkan makanan buat suami tercintanya ketika pulang nanti dan menunggunya di ruang tamu.
satu jam berlalu tidak ada tanda2 suaminya pulang dari jam biasanya, dia sangat hawatir karna dari tadi perasannya tidak enak.
" Semoga tidak terjadi apa2 ya allah.. " ucapnya dalam hati sambil mondar mandir.
Capek mondar mandir Salma menunggu sambil duduk di kursi ruang tamunya tak lama kemudian salma melihat ada dua polisi datang ke rumahnya yang kebetulan pintunya tidak di tutup karna menunggu suaminya.
__ADS_1
Salma langsung berdiri menghampiri kedua polisi tersebut.
" Benarkah ini rumahnya bapak Angga syah putra yang mengajar di SMA Xxx.. ? tanya polisi dengan baik dan sopan.
" i_ iyya pak.. ada apa ya pak dengan suami saya.. " jawabnya dengan gugup, perasaannya mulai tidak karuan.
" Suami ibu sekarang masuk rumah sakit, dia mengalami kecelakaan tabrak lari dan meninggal dunia"
Degg
jantungnya mulai tak karuan, salma memegang dadanya yang mulai terasa sesak kakinya mulai terkulai lemas, pandangannya tiba2 mulai gelap dan jatuh ke lantai.
*****
Jam 3.45 Hendra dan Adi sampai di rumah sakit tempat nadia di rawat mereka keluar dari mobil, sebelum berjalan dan masuk ke dalam tiba2 Adi menarik tangan hendra dan berkata sesuatu. Adi memohon pada hendra agar kejadian ini jangan sampai ada yang tau dia takut masuk penjara karna 2 minggu lagi ia akan menikah dengan wanita yang sangat ia cintai.
"Hen.. aku mohon sekali bantu aku agar kejadian ini tidak ada yg tau jangan cerita ke siapapun " ucapnya dengan menyesal dan sedih. Dia tidak berniat untuk kabur tapi dia tidak ingin calon istri dan semua keluarganya kecewa terhadapnya.
" Tenanglah.., kamu jangan hawatir aku yang akan mengurusnya nanti, aku tetap akan tanggung jawab dan tidak akan melibatkanmu semoga masalahnya cepat teratasi " menenangkan sahabatnya itu.
Hendra memang anak yang baik dan suka menolong, karna Adi udah di anggap sebagai saudaranya sendiri dia akan melakukan apapun untuknya, apalagi kejadian ini memang berawal dari kesalahannya dia mau bertanggung jawab atas masalah ini walau apapun yang akan terjadi.
Sebelum Hendra menceritakan kejadian yang sebenarnya pada keluarganya dia berniat untuk melihat nadia sebentar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1