
Hotel Xx
Hendra bersama beberapa temannya yang belum pulang masih asyik ngobrol , berbincang masalah bisnis dan usaha mereka . Ketika mereka asyik ngobrol Hendra melihat Rudi teman baik dan sahabat waktu kuliahnya itu berdiri di depan jendela .
" Hey Rud... ngapain di situ ?.. kemarilah " ajak Hendra menepuk kursi yang ada di sebelahnya .
Rudi berjalan menghampiri Hendra dan duduk di sebelahnya .
" Aku cuma melihat di luar hujan sangat lebat sekali " ucap Rudi .
" iya... kedengarannya petir bersaut-sautan " berbicara tanpa merasa ada sesuatu yang tertinggal dia melupakan Salma yang ada di taman dengan kehujanan .
" Oh iya... Gimana kabar bisnis kamu , aku dengar dari teman-teman perusahaanmu sekarang maju pesat ?" Tanya Hendra penasaran .
" Alhamdulillah betul Hen... dulu bisnisku udah mau hancur dan gulung tikar , untung ada teman papa yang mau investasi ke perusaanku , ahirnya Alhamdulillah usahaku lancar dan maju pesat sampai saat ini " cerita Rudi sambil mengingat 5 tahun lalu ketika perusahaannya mau bangkrut .
" Oh ya ? " Rudi mengangguk mengiyakan .
" Syukur alhamdulillah kalo gitu , aku ikut senang mendengarnya kalo sekarang sudah membaik " Ucap Hendra sambil menepuk pundak Rudi .
Hendra tidak pernah tau kabar Rudi lagi setelah Rudi melanjutkan S2 nya ke luar negri . Beberapa Reuni pun baru kali ini Rudi ikut .
" Hen " panggil Rudi . Hendra Menoleh ke arahnya .
" Apa kamu mau aku kenalkan ke om Alex ? " Rudi menawari Hendra .
" Apakah om alex itu pemilik perusahaan Alexander Grup dari singapura yang terkenal itu ?" Tanya Hendra .
" Ya betul sekali , Beliau investor terkenal di Asia , Beliau juga menanamkan saham ke beberapa perusahaan besar di kota ini " Jawab Anton .
" Kalau kamu mau aku bisa merekomendasikan perusahaanmu pada om Alex agar beliau mau menginvestasikan ke perusahaanmu " Rudi tau kalo perusahaan Hendra tidak sebesar miliknya saat ini yang bisa bergabung dengan perusahaan besar di beberapa luar negri seperti om Alex . Karna Hendra Sahabatnya waktu kuliah dia ingin membantunya .
" Gimana ya.. ? " Hendra nampak berfikir sambil mengelus-elus dagunya .
" Udah jangan banyak berfikir , soalnya banyak perusahaan mulai dari yang kecil sampai yang besar mengharapkan investor dari om Alex , mungkin ini kesempatanmu untuk mengembangkan perusahaanmu menjadi lebih pesat " Hendra mengangguk-nganggukan kepalanya .
" Betul katamu aku ingin mengembangkan perusahaanku agar lebih pesat ". Ucapnya dengan penuh harap .
" Jadi.. ?"
" Ok... Aku mau "
" Baiklah aku akan menghubungimu kalo om Alex datang ke indonesia , kebetulan beliau besok mau kesini dan menginap satu minggu untuk mengurus perusahaan yang ada di sini juga , kalau Beliau ada waktu aku akan menemanimu bertemu dengannya " Mata Hendra berbinar dan membulat sempurna .
" Ok... Aku Setuju " Senyum Hendra merekah .
Mereka saling bertukar nomer ponsel mereka yang baru .
" BTW.. kata Fajar kemaren kamu tidak bisa ikut ke Reuni lagi saat ini ?" Tanya Hendra Sambil menyesap minumannya .
" Iya tadinya gitu... ketika fajar mengundangku aku masih ada bisnis di luar negri , untungnya aku selesai lebih awal . jadi aku bisa ikut ke acara ini walaupun terlambat " Jawabnya dengan senyum-senyum teringat sesuatu . Hendra yang melihat itu mengernyit Heran.
" Kenapa kamu senyum- Senyum tidak jelas seperti itu ?" Tanya Hendra penasaran .
" masak sih aku senyum-senyum " Ucap Rudi malu .
__ADS_1
" Cihh... Gayamu itu aku masih hafal , pasti kamu teringat seseorang ? benarkan ? " Rudi terkesiap kalo Hendra bisa menebak pikirannya .
" Ah tidak.. " Elak Rudi Sambil memalingkan wajahnya yang malu itu . Dia memang teringat teman sekolahnya tadi sekaligus cintanya yang ketemu di taman tadi . ya dia Anton Rudi Wijaya teman sekolah SMP Salma .
Mereka berbincang cukup lama tak terasa waktu sudah larut .
" Hen.. Kayaknya hujan sudah berhenti... ayok kita pulang " ajak Rudi .
Hendra melihat jam di pergelangan tangannya menunjuk pukul 12.30 .
" Baiklah... ayok " Hendra dan Rudi pamit pulang pada teman-temannya yang masih berada di situ dan menginap di hotel itu termasuk Fajar dan istrinya .
Hendra dan Rudi pulang dengan naik mobil mereka masing-masing . Hendra langsung pulang ke rumahnya dan melupakan Salma yang ada di taman .
*****
Di Taman
Langit mulai terang hujan pun sudah reda .
seseorang yang masih setia menunggu suaminya duduk sambil memeluk kakinya yang dingin . Semilir angin menerpa seluruh tubuhnya yang basah kuyup yang tadinya sudah dingin menjadi tambah dingin .
Salma masih duduk di bangku taman dekat tepi jalan yang di turunkan Hendra tadi . Dia sengaja menunggu Hendra di situ agar Suaminya dengan mudah bisa menemukannya kalau ingin menjemputnya . Dia tidak berniat pindah walau hujan sangat lebat sekalipun . Dia tidak mau membuat suaminya kesal terhadapnya lagi .
Salma kedinginan tubuhnya menggigil , dia mengeratkan pelukan tangan di kakinya sesekali mengusap-usap kedua lengannya yang dingin " Kenapa kamu tega meninggalkan aku sendirian mas " Air matanya keluar di wajahnya yang pucat . Dia masih tetap setia bertahan menunggu sang suami datang atas perintahnya tadi yang menyuruh untuk menunggunya .
*****
Sementara Hendra di rumah masih tidak ingat kalau tadi mengajak Salma dan meninggalkannya di taman . karna setiap harinya dia terbiasa pergi sendirian jadi dia merasa tidak ada sesuatu yang hilang darinya .
ketika hendak merebahkan tubuhnya ke atas ranjang ponselnya berdering .
" Umi ? " Gumamnya setelah mengambil ponselnya di atas nakas .
" Assalamu' alaikum Hen "
" Wa'alaikum salam... Ada apa umi ? "
" Apakah kamu sudah tidur ?" Tanya umi di seberang sana .
" Belum... kenapa umi ? "
" Begini.. Tadi Abi , umi dan Nadia udah mau pulang tapi di perjalanan hujan sangat lebat. sambil menunggu hujan Abi memutuskan untuk berhenti dan menginap di hotel besok baru pulang " Kata umi .
" iya umi... tidak apa-apa " jawab Hendra .
" apakah Salma sudah tidur ? Umi tadi menghubungi dia tapi nomernya tidak aktif " .
Deg .
" Salma ?" gumam Hendra .
Pertanyaan bu Lidya membuat Hendra kaget bukan kepalang .
" I-iya umi ,, Di-dia sudah tidur , " ucapnya terbata .
__ADS_1
" Owh syukurlah... Kalo gitu umi tidur dulu ya nak , Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam " Hendra terduduk lesuh . merutuki dirinya sendiri betapa bodohnya dia meninggalkan dan melupakan seorang wanita yang di ajaknya tadi .
Hendra langsung berlari menuruni tangga pergi ke kamar Salma berharap istrinya sudah pulang .
Ceklek
Pintu kamar Salma terbuka ternyata kosong tidak ada orang , kemudian dia berlari ke dapur mendengar ada suara di sana siapa tau Salma bangun mengambil minuman , ternyata di dapur ada bi Ani yang sedang minum .
" Apa ada sesuatu yang terjadi mas ?" Tanya bi Ani yang melihat Kecemasan di wajah Hendra .
" Hemm... Apa bi Ani melihat Salma pulang ?" Tanya Hendra harap-harap cemas .
" Loh.. bukannya mbak Salma pergi bersama mas Hendra tadi ?" Pertanyaan Hendra di balas pertanyaan lagi oleh bi Ani . Hendra mengusap wajahnya kasar dan berkacak pinggang .
" Terimakasih ya bik " Bi Ani bingung yang melihat Hendra cemas dan bergegas pergi .
Hendra kembali ke atas menyambar kunci mobilnya dan buru-buru keluar rumah sambil berlari . dia langsung tancap gas dan mengemudikan mobilnya dengan cepat , dia membelah jalanan yang sepi menuju taman kota .
*****
Sampainya di taman Hendra melihat sekelilingnya sudah tidak ada orang berlalu lalang di sana, tinggal beberapa orang tugas kebersihan yang membersihkan taman yang belum di bersihkan tadi karna keburu hujan .
Hendra melihat Salma yang masih duduk dengan memeluk kakinya sambil menyandarkan kapalanya di bangku taman. Dia langsung menghambur menghampiri Istrinya .
" Salma " ucapan Hendra membuat Salma terkejut .
" Ahirnya kamu datang juga mas " Ucap Salma lirih hampir tidak terdengar . Hendra melihat wajah istrinya pucat .
" Maafkan aku Salma " Hendra tidak tega melihat kondisi istrinya , Dia langsung menggendong Salma membawanya ke mobil dan langsung pulang .
Sampai di rumah Hendra meletakkan tubuh Salma yang kedinginan ke kamar Salma sendiri . lalu dia keluar kamar memanggil bi Ani .
" Bi tolong gantikan baju Salma " pinta Hendra.
" iya mas " bi Ani langsung mengganti bajunya Salma yang basah tadi tanpa bertanya pada Hendra apa yang sedang terjadi .
Hendra Menunggu bi Ani mengganti baju salma sambil duduk di ruang keluarga .
.
.
.
.
.
.
~**Selamat Hari raya idul fitri 1441 H , minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.
jangan lupa like dan komennya ya guys 😍**
__ADS_1