SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )

SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )
Kecemasan Hendra


__ADS_3

Hotel Xx


Hendra bersama beberapa temannya yang belum pulang masih asyik ngobrol , berbincang masalah bisnis dan usaha mereka . Ketika mereka asyik ngobrol Hendra melihat Rudi teman baik dan sahabat waktu kuliahnya itu berdiri di depan jendela .


" Hey Rud... ngapain di situ ?.. kemarilah " ajak Hendra menepuk kursi yang ada di sebelahnya .


Rudi berjalan menghampiri Hendra dan duduk di sebelahnya .


" Aku cuma melihat di luar hujan sangat lebat sekali " ucap Rudi .


" iya... kedengarannya petir bersaut-sautan " berbicara tanpa merasa ada sesuatu yang tertinggal dia melupakan Salma yang ada di taman dengan kehujanan .


" Oh iya... Gimana kabar bisnis kamu , aku dengar dari teman-teman perusahaanmu sekarang maju pesat ?" Tanya Hendra penasaran .


" Alhamdulillah betul Hen... dulu bisnisku udah mau hancur dan gulung tikar , untung ada teman papa yang mau investasi ke perusaanku , ahirnya Alhamdulillah usahaku lancar dan maju pesat sampai saat ini " cerita Rudi sambil mengingat 5 tahun lalu ketika perusahaannya mau bangkrut .


" Oh ya ? " Rudi mengangguk mengiyakan .


" Syukur alhamdulillah kalo gitu , aku ikut senang mendengarnya kalo sekarang sudah membaik " Ucap Hendra sambil menepuk pundak Rudi .


Hendra tidak pernah tau kabar Rudi lagi setelah Rudi melanjutkan S2 nya ke luar negri . Beberapa Reuni pun baru kali ini Rudi ikut .


" Hen " panggil Rudi . Hendra Menoleh ke arahnya .


" Apa kamu mau aku kenalkan ke om Alex ? " Rudi menawari Hendra .


" Apakah om alex itu pemilik perusahaan Alexander Grup dari singapura yang terkenal itu ?" Tanya Hendra .


" Ya betul sekali , Beliau investor terkenal di Asia , Beliau juga menanamkan saham ke beberapa perusahaan besar di kota ini " Jawab Anton .


" Kalau kamu mau aku bisa merekomendasikan perusahaanmu pada om Alex agar beliau mau menginvestasikan ke perusahaanmu " Rudi tau kalo perusahaan Hendra tidak sebesar miliknya saat ini yang bisa bergabung dengan perusahaan besar di beberapa luar negri seperti om Alex . Karna Hendra Sahabatnya waktu kuliah dia ingin membantunya .


" Gimana ya.. ? " Hendra nampak berfikir sambil mengelus-elus dagunya .


" Udah jangan banyak berfikir , soalnya banyak perusahaan mulai dari yang kecil sampai yang besar mengharapkan investor dari om Alex , mungkin ini kesempatanmu untuk mengembangkan perusahaanmu menjadi lebih pesat " Hendra mengangguk-nganggukan kepalanya .


" Betul katamu aku ingin mengembangkan perusahaanku agar lebih pesat ". Ucapnya dengan penuh harap .


" Jadi.. ?"


" Ok... Aku mau "


" Baiklah aku akan menghubungimu kalo om Alex datang ke indonesia , kebetulan beliau besok mau kesini dan menginap satu minggu untuk mengurus perusahaan yang ada di sini juga , kalau Beliau ada waktu aku akan menemanimu bertemu dengannya " Mata Hendra berbinar dan membulat sempurna .


" Ok... Aku Setuju " Senyum Hendra merekah .


Mereka saling bertukar nomer ponsel mereka yang baru .


" BTW.. kata Fajar kemaren kamu tidak bisa ikut ke Reuni lagi saat ini ?" Tanya Hendra Sambil menyesap minumannya .


" Iya tadinya gitu... ketika fajar mengundangku aku masih ada bisnis di luar negri , untungnya aku selesai lebih awal . jadi aku bisa ikut ke acara ini walaupun terlambat " Jawabnya dengan senyum-senyum teringat sesuatu . Hendra yang melihat itu mengernyit Heran.


" Kenapa kamu senyum- Senyum tidak jelas seperti itu ?" Tanya Hendra penasaran .


" masak sih aku senyum-senyum " Ucap Rudi malu .

__ADS_1


" Cihh... Gayamu itu aku masih hafal , pasti kamu teringat seseorang ? benarkan ? " Rudi terkesiap kalo Hendra bisa menebak pikirannya .


" Ah tidak.. " Elak Rudi Sambil memalingkan wajahnya yang malu itu . Dia memang teringat teman sekolahnya tadi sekaligus cintanya yang ketemu di taman tadi . ya dia Anton Rudi Wijaya teman sekolah SMP Salma .


Mereka berbincang cukup lama tak terasa waktu sudah larut .


" Hen.. Kayaknya hujan sudah berhenti... ayok kita pulang " ajak Rudi .


Hendra melihat jam di pergelangan tangannya menunjuk pukul 12.30 .


" Baiklah... ayok " Hendra dan Rudi pamit pulang pada teman-temannya yang masih berada di situ dan menginap di hotel itu termasuk Fajar dan istrinya .


Hendra dan Rudi pulang dengan naik mobil mereka masing-masing . Hendra langsung pulang ke rumahnya dan melupakan Salma yang ada di taman .


*****


Di Taman


Langit mulai terang hujan pun sudah reda .


seseorang yang masih setia menunggu suaminya duduk sambil memeluk kakinya yang dingin . Semilir angin menerpa seluruh tubuhnya yang basah kuyup yang tadinya sudah dingin menjadi tambah dingin .


Salma masih duduk di bangku taman dekat tepi jalan yang di turunkan Hendra tadi . Dia sengaja menunggu Hendra di situ agar Suaminya dengan mudah bisa menemukannya kalau ingin menjemputnya . Dia tidak berniat pindah walau hujan sangat lebat sekalipun . Dia tidak mau membuat suaminya kesal terhadapnya lagi .


Salma kedinginan tubuhnya menggigil , dia mengeratkan pelukan tangan di kakinya sesekali mengusap-usap kedua lengannya yang dingin " Kenapa kamu tega meninggalkan aku sendirian mas " Air matanya keluar di wajahnya yang pucat . Dia masih tetap setia bertahan menunggu sang suami datang atas perintahnya tadi yang menyuruh untuk menunggunya .


*****


Sementara Hendra di rumah masih tidak ingat kalau tadi mengajak Salma dan meninggalkannya di taman . karna setiap harinya dia terbiasa pergi sendirian jadi dia merasa tidak ada sesuatu yang hilang darinya .


ketika hendak merebahkan tubuhnya ke atas ranjang ponselnya berdering .


" Umi ? " Gumamnya setelah mengambil ponselnya di atas nakas .


" Assalamu' alaikum Hen "


" Wa'alaikum salam... Ada apa umi ? "


" Apakah kamu sudah tidur ?" Tanya umi di seberang sana .


" Belum... kenapa umi ? "


" Begini.. Tadi Abi , umi dan Nadia udah mau pulang tapi di perjalanan hujan sangat lebat. sambil menunggu hujan Abi memutuskan untuk berhenti dan menginap di hotel besok baru pulang " Kata umi .


" iya umi... tidak apa-apa " jawab Hendra .


" apakah Salma sudah tidur ? Umi tadi menghubungi dia tapi nomernya tidak aktif " .


Deg .


" Salma ?" gumam Hendra .


Pertanyaan bu Lidya membuat Hendra kaget bukan kepalang .


" I-iya umi ,, Di-dia sudah tidur , " ucapnya terbata .

__ADS_1


" Owh syukurlah... Kalo gitu umi tidur dulu ya nak , Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum salam " Hendra terduduk lesuh . merutuki dirinya sendiri betapa bodohnya dia meninggalkan dan melupakan seorang wanita yang di ajaknya tadi .


Hendra langsung berlari menuruni tangga pergi ke kamar Salma berharap istrinya sudah pulang .


Ceklek


Pintu kamar Salma terbuka ternyata kosong tidak ada orang , kemudian dia berlari ke dapur mendengar ada suara di sana siapa tau Salma bangun mengambil minuman , ternyata di dapur ada bi Ani yang sedang minum .


" Apa ada sesuatu yang terjadi mas ?" Tanya bi Ani yang melihat Kecemasan di wajah Hendra .


" Hemm... Apa bi Ani melihat Salma pulang ?" Tanya Hendra harap-harap cemas .


" Loh.. bukannya mbak Salma pergi bersama mas Hendra tadi ?" Pertanyaan Hendra di balas pertanyaan lagi oleh bi Ani . Hendra mengusap wajahnya kasar dan berkacak pinggang .


" Terimakasih ya bik " Bi Ani bingung yang melihat Hendra cemas dan bergegas pergi .


Hendra kembali ke atas menyambar kunci mobilnya dan buru-buru keluar rumah sambil berlari . dia langsung tancap gas dan mengemudikan mobilnya dengan cepat , dia membelah jalanan yang sepi menuju taman kota .


*****


Sampainya di taman Hendra melihat sekelilingnya sudah tidak ada orang berlalu lalang di sana, tinggal beberapa orang tugas kebersihan yang membersihkan taman yang belum di bersihkan tadi karna keburu hujan .


Hendra melihat Salma yang masih duduk dengan memeluk kakinya sambil menyandarkan kapalanya di bangku taman. Dia langsung menghambur menghampiri Istrinya .


" Salma " ucapan Hendra membuat Salma terkejut .


" Ahirnya kamu datang juga mas " Ucap Salma lirih hampir tidak terdengar . Hendra melihat wajah istrinya pucat .


" Maafkan aku Salma " Hendra tidak tega melihat kondisi istrinya , Dia langsung menggendong Salma membawanya ke mobil dan langsung pulang .


Sampai di rumah Hendra meletakkan tubuh Salma yang kedinginan ke kamar Salma sendiri . lalu dia keluar kamar memanggil bi Ani .


" Bi tolong gantikan baju Salma " pinta Hendra.


" iya mas " bi Ani langsung mengganti bajunya Salma yang basah tadi tanpa bertanya pada Hendra apa yang sedang terjadi .


Hendra Menunggu bi Ani mengganti baju salma sambil duduk di ruang keluarga .


.


.


.


.


.


.


~**Selamat Hari raya idul fitri 1441 H , minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.


jangan lupa like dan komennya ya guys 😍**

__ADS_1


__ADS_2