
Hendra masih duduk termenung di ruang keluarga sambil menunggu bi ani menggantikan baju Salma yang basah . Dia termenung memikirkan keadaan istrinya yang pucat dan setengah sadar dia menyesali perbuatannya yang begitu tega meninggalkan dan melupakan istrinya kehujanan di taman .
" Mas Sudah Selesai " Ucapan bi Ani membuyarkan lamunannya .
" Bibi mau ngambil kompresan dan kotak obat dulu mas , mbak Salma demam "
" Benarkah ?" Bi Ani menggangguk . Hendra terkejut dan langsung bergegas ke kamar Salma .
Hendra duduk di samping Salma yang berbaring di atas tempat tidur , dia meletakkan telapak tangannya di atas dahi istrinya .
" Panas sekali " Ucapnya .
Tak lama bi Ani datang membawa kompresan dan kotak obat .
" Sini bik ,, biar aku saja yang ngompres , bibi istirahat saja "
" iya mas " Bi Ani memberikan Baskom berisi air dan handuk kecil itu ke Hendra . kemudian bi Ani keluar dari kamar Salma untuk istirahat .
Hendra mengompres Dahi Salma dengan penuh perhatian . Dia menatap wajah Salma yang pucat dengan rasa iba .
" Mas... mas Angga " Salma mengigau . Dia memanggil suaminya yang telah meninggal membuat Hendra terkesiap .
" Salma " Hendra memanggil nya .
" Bawa aku bersamamu mas , aku sudah tidak sanggup dengan takdirku seperti ini mas... mas Angga bawa aku pergi " Salma masih mengigau . air matanya mengalir di sudut matanya .
Ucapan Salma membuat hati Hendra sesak dia sangat menyesal . Dia merasa sudah merenggut kebahagiaannya dengan tidak sengaja mobil yang di tumpanginya menabrak suaminya hingga menyebabkan suaminya meninggal dan sekarang apa yang dia lakukan , menyia2kan dan menyakiti istrinya yang seharusnya dia menebus kesalahannya dengan menggantikan kesedihan istrinya menjadi kebahagiaannya .
Hendra mengusap air mata Salma kemudian mengambil tangannya dan menggenggamnya dengan erat .
" Maafkan aku Salma... seharusnya aku bisa menebus kesalahanku dengan kebahagiaanmu , bukan malah menyakitimu dan menyia-nyiakanmu " Ucap Hendra sambil memandangi wajah cantik istrinya itu dengan lekat .
" Aku akan berusaha menerimamu walau pun aku belum bisa mencintaimu " Ucapnya lagi .
" Uhuk... uhuk "
" Salma " panggil Hendra melihat Salma batuk kecil .
" Minum obat mu dulu " Salma membuka matanya dengan pelan , kepalanya sangat berat . Hendra membantu Salma yang setengah sadar itu dengan mengangkat kepalanya sedikit untuk meminum obatnya .
" Tidurlah... " Perintah Hendra setelah membenarkan tidur Salma agar merasa nyaman dan menarik selimutnya sampai ke dadanya .
__ADS_1
Salma memejamkan matanya karna sedang sakit tak lama dia pun tertidur tanpa dia menyadari siapa yang memberi obat tadi . Hendra yang melihat Salma dirasa sudah tidur dengan nyaman dia merebahkan tubuhnya juga di sofa yang ada di kamar Salma . tak butuh waktu lama Hendra pun ikut tidur juga .
*****
Pagi hari matahari terbit dan masuk ke kamar dari sela-sela kamarnya . Salma mengerjap-ngerjapkan matanya dan masih mengumpulkan kesadarannya . Setelah kesadarannya terkumpul dia kaget melihat jam dinding menunjukkan pukul 09.00 .
" Ya Allah aku kesiangan tidak sholat subuh dan tidak menyiapkan sarapan " Dia hendak bangun dan merasa ada sesuatu di atas kepalanya dan mengambilnya .
" Handuk ?" mengernyit bingung . kemudian dia duduk dan melihat baskom berisi air dan kotak obat di meja kecil samping tempat tidurnya .
" Apakah aku sakit ?" Salma masih mengingat apa yang terjadi, kejadian semalam yang kehujanan mengingatkannya .
" Siapa yang membawaku kesini ?" Gumamnya .
" Loh... siapa yang menggantikan bajuku ? " kaget . Dia baru sadar kalo bajunya sudah ganti ketika melihat ke arah tubuhnya . Dia masih bingung dengan pertanyaan-pertanyaannya sendiri . Salma yang masih sibuk dengan pikirannya . pintu pun terbuka .
Ceklek .
" Mbak Salma sudah bangun ?" Suara bi Ani membuyarkan pikiran Salma yang berlarian kemana-mana dia Pun menoleh melihat bi Ani menghampirinya dengan membawa nampan berisi makanan .
" Bi Ani , ngapain repot-repot bi nanti aku bisa sarapan sendiri di bawah " Ucapnya dengan lembut .
" Mas Hendra ?" Tanya Salma Heran .
" iya mbak... semalam yang merawat mbak Salma juga mas Hendra ". Ucapan bi Ani membuat Salma tidak percaya .
" Masak sih bi ?" Meyakinkan .
" Beneran mbak... Semalam mas Hendra sangat hawatir melihat keadaan mbak yang lagi sakit dan semalam menemani mbak tidur di sini " Salma terkesiap matanya membulat sempurna dan menutup mulutnya dengan tangannya lalu melihat ke arah tubuhnya .
" Kalo yang menggantikan bajunya aku mbak sampai kerudungnya " Seoalah bibi tau apa yang ada di pikiran Salma .
" Syukurlah... " menghela nafas lega sambil memegang dadanya . Bi Ani hanya tersenyum melihat tingkah Salma . Walaupun yang menggantikan Bajunya Hendra kan tidak apa-apa toh dia suaminya pikir bi Ani .
" Makasih ya bi " ucap Salma tersenyum simpul . Dia menyingkap selimutnya hendak turun dari ranjang .
" Mbak Salma mau kemana ?" Tanya bi Ani hawatir .
" Mau ke kamar mandi bi " . Kaki Salma turun dari ranjang .
" Tunggu mbak .. bibi bantu " Bi Ani yang melihat itu langsung meletakkan baskom dan kotak obat tadi di sofa dan buru-buru mau membantu Salma .
__ADS_1
" Tidak usah bi... aku bisa sendiri jangan hawatir " tolak Salma dengan halus .
" Baiklah mbak... apa mbak Salma sudah sudah baikkan ?" tanya bi Ani masih hawatir .
" Alhamdulillah sudah baikkan, sudah sembuh malahan bi.. " Salma memegang bahu bi Ani dengan pelan sambil tersenyum meyakinkan bi Ani .
" Syukurlah mbak... kalo gitu bibi keluar dulu ya mbak , Nanti sarapannya di makan " Salma mengangguk lalu berjalan ke kamar mandi .
Flashback
Jam 5 pagi Hendra bangun dan membuka matanya dia terkejut ketika melihat langit-langit kamarnya yang berbeda dari biasanya . Kemudian Dia teringat kalo dia semalam menemani Salma yang lagi sakit . dia melihat ke arah Salma yang masih tidur pulas . Dia bangun dan menghampiri Salma .
" Demamnya sudah turun " Sambil meletakkan telapak tangannya ke dahi Salma . Dia menatap wajah Salma sebentar kemudian keluar dan menuju ke kamarnya sendiri untuk sholat .
Setelah sholat Hendra menyiap kan keperluannya sendiri untuk berangkat ke luar kota . walaupun hari minggu dia bekerja dan berangkat pagi-pagi karna ada meeting di sana untuk proyek barunya .
Hendra sudah siap dia turun dan melangkahkan kakinya ke kamar Salma dan melihat Salma masih tertidur pulas . Setelah melihat istrinya dia ke dapur menemui bi Ani .
" Apa mas Hendra mau sarapan sekarang ? bibi akan siap kan ". Tanya bi Ani yang baru selesai masak .
" Tidak usah bi , aku langsung berangkat saja , nanti sarapan Salma antarkan ke kamarnya ya bi " Ucap Hendra .
" Baik mas "
Kemudian Hendra berangkat pagi-pagi sekali mengemudikan mobilnya menuju luar kota .
Flashback
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komennya ya guys 😍
__ADS_1