
Pesta Adi masih belum berahir, Kedua orang tuan Herman pulang lebih dulu karna Nadia anaknya Hendra ada di rumah tidak ikut di acara resepsi pernikahan Adi karna mengerjakan tugas, Hendra masih setia menemani dan mendampingi Adi Sahabatnya yang telah melepas masa lajangnya.
Siska yang masih mengawasi Hendra akan memulai aksinya. kebetulan ada pelayan laki2 lewat membawakan minum di depan Siska dan sahabat2 nya.
" Pelayan tunggu " ucapnya. Dia membisikkan sesuatu dan memberikan beberapa lembar uang pada pelayan tersebut. dengan mengerti pelayan itu menghampiri Hendra yang lagi bercengkrama dengan teman2nya membawakan minuman yang tentunya sudah di kasih sesuatu kedalam minumannya.
Hendra yang tidak menyadari menerima saja minuman yang telah di berikan pelayan itu.
Siska yang masih memperhatikannya tersenyum lebar penuh kemenangan. Di saat Hendra hendak meminum minuman itu tiba2 Adi menyaut minumannya dan langsung di minum sampai habis.
" Maaf Hen.. aku haus dari tadi belum sempat minum sama sekali , sibuk menyalami tamu2 undangan ". Sambil cengengesan.
" Kau ini.. lihatlah istrimu sudah terlalu lama kau dia tinggal kan sendiri, temanilah kasihan dia ". menunjuk Ratna dengan Dagunya.
" Ah sial... " Umpat siska dengan penuh kekesalan. karna melihat minuman yang seharusnya di minum Hendra malah di minum Adi. Dia yang melihat aksinya tidak berjalan lancar bergegas pergi dan di ikuti oleh sahabat2nya dari hotel tempat Resepsi pernikahan Adi.
Tamu undangan sudah banyak yang pulang. Adi dan Ratna masih menemani beberapa temen2nya walaupun udah tidak tahan dengan reaksi obat tersebut.
" Kenapa Jadi seperti ini, aku tidak kuat lagi " Gumam Adi sambil melirik Ratna istrinya.
" Sayang... kita ke kamar istirahat dulu yuk ". Ajaknya berbisik karna takut teman2nya dengar.
" Tapi mas, Kan acaranya belum selesai " jawab Ratna sambil senyum2 yang mengerti dengan ajakan Adi dengan wajah yang merah merona.
" Hai Teman2 aku pamit dulu ya udah capek nich... " Pamit Adi.
" Ciyeee... pengantin baru, udah gak tahan niye ". Kata salah satu temennya. Adi hanya cengengesan.
" Baik lah di, nikmatilah malam pertamamu kami juga mau pamit pulang , jangan lupa minum jamu dulu " kata Hendra. yang langsung di barengi gelak tawa oleh teman2nya.
__ADS_1
" Ok.. Aku istirahat dulu " menyalami teman2 satu persatu. kemudian berlalu pergi sambil menarik tangan istrinya tidak sabar, Dia sudah tidak tahan karna pengaruh obat itu
Acara pun selesai para tamu undangan sudah pulang semua termasuk Hendra .
*****
Hari dan bulanpun telah berlalu masa 'iddah salma pun selesai 4 bulan 10 hari. sesuai kesepakatan kedua keluarga tersebut. bahwa satu minggu setelah masa iddah salma selesai akan membicarakan pernikahan Hendra dan salma. kedua keluarga itu memang sengaja tidak membahas selama masa iddahnya baik ke Salma maupun Hendra.
Di ruang keluarga Pak Herman mengajak Hendra ikut berkumpul setelah makan malamnya untuk membicarakan sesuatu. di sana sudah ada Bu Lidya istrinya juga Nadia dan adiknya santi. Nadia dan Santi sudah tau mengenai kecelakaan itu, mengenai keluarganya semua juga udah tau . bu lidya menceritakan juga rencana pernikahan Hendra karna harus bertanggung jawab . mereka sangat setuju dengan rencana itu.
" Duduklah dulu Hen.. " mengajak Hendra untuk duduk di sampingnya.
" Ada apa abi? Tidak biasanya kita berkumpul setelah makan malam" . Tanya Hendra dengan Heran.
" Besok kita ke rumah salma untuk membicarakan pernikahan kalian " Kata pak herman tanpa basa basi.
" Itu belum cukup dengan apa yang kalian lakukan dengan menghilangkan nyawa seseorang, membuat anak itu kehilangan sosok seorang ayah yang melindunginya . Membuat wanita itu kehilangan pendamping hidupnya , sebagai sandaran yang menjadi tumpuan hidupnya , kamu telah menghilangkan kebahagiaan mereka " ucap pak Herman mulai emosi membuat ketiga wanita yang ada di ruangan itu hanya bisa diam.
" Tapi Abi aku tidak mencintai dan mengenal wanita itu " langsung berdiri berlalu ke kamar meninggalkan mereka.
" Hendra kembali abi belum selesai bicara ". Masih dengan emosi. Bu Lidya memegang tangan suaminya dan menenangkannya.
" Abi tenanglah.. biarkan hendra berpikir dulu kasih dia kesempatan untuk merenungi kata2 abi, kita bicara lagi besok mungkin dia bisa berubah pikiran, abi kan tau Hendra anak yang baik kok " kata Bu Lidya sambil tersenyum. Pak Hendra hanya mengangguk.
Di dalam kamar Hendra duduk di lantai bersandar di ranjang tempat tidurnya dengan mengacak acak rambutnya frustrasi.
tok tok tok
Beberapa kali mengetuk pintu tak ada sautan ahirnya Nadia memberanikan diri membuka pintu kamar papanya yang sedikit terbuka. Dia menghampiri papanya dan ikut duduk di sampingnya.
__ADS_1
" Pa... Sekarang Nadia sudah besar bisa mengerti apa itu hal yang baik dan buruk, Nadia mengerti perasaan papa saat ini, Nadia juga sangat mengerti perasaan keluarga mereka pa, apalagi anak nya tidak jauh berbeda umur nya dengan Nadia, Nadia mengerti perasaan anak itu kasihan mereka pa,,, Nadia mohon papa mau bertanggung jawab dengan menikahi ibunya anak itu, apalagi saat ini Nadia juga menginginkan sosok ibu di samping Nadia , mungkin takdir jalannya harus seperti ini, takdirnya Nadia mendapatkan seorang ibu kembali kata nenek ibu itu wanita muslimah yang sangat baik dan sholehah pa.. mau ya pa " . Ucap Nadia panjang lebar sambil memeluk lengan Hendra dan bersandar di bahunya.
Herman tidak bergeming dia hanya mendengar kan ucapan Nadia saja.
" Nadia mohon ya pa.. kita akan menjadi keluarga lengkap yang sangat bahagia , Aku juga punya teman untuk bermain di rumah sama anak ibu itu , Nadia janji gak akan Nakal dan Manja lagi kok pa.. " . pinta anaknya sambil merengek seperti minta di belikan permen. Nadia walaupun anak orang kaya yang manja dia adakalanya bisa bersifat dewasa seperti saat ini.
" Papa... " Tidak ada jawaban dari papanya , Nadia mendongak menatap papanya lekat dengan tatapan mata yang berkaca2 penuh permohonan, melihat Nadia yang seperti itu Hendra tidak tega. Dia mengangguk pelan mengusap rambutnya dan mencium keningnya.
" Makasih papa... Nadia sangat menyayangi papa " memeluk papanya kegirangan.
*****
Di Rumah Salma ibu dan ayahnya juga memberitahukan Rencana pernikahan mereka, menceritakan semua kesepakatan dengan keluarga pak Herman waktu itu . Lain halnya dengan salma dia hanya bisa pasrah dan tidak menolak rencana itu . Dia tidak punya kekuatan menolak karna tidak ingin keluarganya bersedih lagi karna dirinya dia sudah ihlas menjalani takdirnya saat ini.
" Besok mereka akan kesini nduk... maafkan ibu ya nak, karna tidak minta persetujuan kamu dan tidak memikirkan perasaan kamu " kata ibunya.
" Tidak apa – apa bu, aku rela dan ihlas menjalani takdirku.. " tersenyum di paksakan Sambil menahan tangisnya dia tidak mau di lihat kedua orang tuanya kalo dia masih sangat sedih .
" Makasih Nak " . Kata pak sabar. yang di angguki Salma . Ayah dan ibunya tersenyum bahagia dan penuh haru. Bukannya mereka senang mau menikahkan anaknya dengan orang kaya, tapi mereka senang karna ada yang bisa menjaga Salma dan anaknya lagi , yang bisa melindunginya dan sebagai sandaran bagi nya di saat orang tuanya telah tiada nanti agar bisa tenang meninggalkan keduanya.
.
.
.
.
.
__ADS_1