SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )

SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )
Pernikahan Adi


__ADS_3

Bintang bertaburan menari2 dengan cahaya yang berkilauan, Bulan sabit yang menampakkan keindahan menyinari bumi menandakan malam yang begitu cerah.


Tapi tidak secerah hati Hendra malam ini, di sepanjang perjalanan pulang dia tidak bergeming hanya diam memilih istirahat di mobil walaupun tidak tidur.


Pukul 8.30 Mobil yang di tumpangi sampai di Halaman depan Rumah mewah keluarga Herman Sebastian. Mereka turun dan bergegas kekamar mereka masing2 begitu pun Adi pamit pulang ke pak Herman dan Bu Lidya setelah mengucapkan terima kasih karna sudah mengatasi masalahnya.


******


Dua minggu telah berlalu setelah kejadian itu, kehidupan kembali normal dengan kesibukan mereka masing2. Hari ini adalah hari pernikahan Adi yang di gelar di salah satu gedung mewah di kota tsb.


Acara aqad nikah di laksanakan tadi pagi malam ini tinggal resepsinya . kedua mempelai Adi dan Ratna istrinya sibuk menyalami para tamu undangan , Adi mengundang mulai dari teman sekolah, kuliah dan semua karyawan di HS Company.


Herman juga mengundang beberapa kolega bisnisnya yang kenal Adi . Herman terlihat sibuk menemani dan ngobrol dengan Kolega bisnisnya.


" Gimana Hen... Apa kamu tidak mau mencari pendamping hidupmu lagi " Kata Teo rekan bisnisnya dari luar kota.


" Kamu seperti tidak tau Hendra saja, dia kan udah anti wanita sekarang " Ledek Romi temannya juga sambil menyenggol lengan Teo.


" Ya betul juga kamu " jawab teo sambil tertawa ngeledek di ikuti Romi.


" Ah bisa aja kalian " Jawab Hendra sambil terkekeh.


Di sela2 perbincangan mereka datang lah, wanita cantik sexi, anggun memakai dres tosca panjang yang terbelah di depannya sampai atas lutut menghampiri mereka.


" Hai Hen... Apa kabar ? " Katanya dengan suara centilnya sambil tersenyum, Teo dan Romi terpesona dengan kecantikan wanita itu. tapi tidak halnya dengan Hendra dia tidak menjawab pertanyaan wanita itu dia cma melirik dengan tatapan dingin.

__ADS_1


" Saya Teo rekan bisnisnya Hendra... " Teo yang langsung Mengenalkan diri dengan mengulur kan tangannya. Wanita itu beralih menatap teo dan membalas uluran tanganya.


" Emm.. saya siska temen kuliahnya Hendra " dengan senyum canggung setengah malu pada mereka karna tak ada respon dari Hendra.


" Saya Romi rekan bisnisnya juga " tak mau kalah Ikut2an kenalan dengan wanita cantik dan sexi karna mereka masih jomblo.


Hendra yang menyaksikan tingkah mereka itu geleng2 dan menatapnya dengan malas, Hendra bersikap cuek dan dingin pada siska, dia yang mengejar2 Hendra mulai dari pertama kali kuliah sampek saat ini. Dia tau kalo Hendra sudah menikah dan menjadi duda dia tetap tidak menyerah walau Hendra tidak menggubrisnya.


" Oh iya... aku permisi dulu , lanjutkan perkenalannya brother " Kata Hendra menepuk bahu rekan2nya itu dengan tersenyum miring pada Siska dan berlalu pergi meninggalkan mereka.


" Hen tunggu.. " Kata siska mengejar.


Teo dan Romi cma terkekeh melihat Hendra acuh tak acuh pada wanita itu. mereka juga mengerti sifat Hendra seperti itu pada wanita seperti yang beredar rumor di kalangan bisnisnya.


*****


Dia ikut bergabung dengan mereka untuk menghindari siska. Siska yang melihat Hendra berjalan ke arah teman2 nya itu mengurungkan niatnya untuk mengejar dia lagi. tingkah laku Hendra yang selalu menolak dan menghindarinya membuat Siska geram dan ingin merencanakan sesuatu.


" Awas kau Hendra... Aku pastikan kau akan bertekuk lutut di depanku " Gumam Siska dengan senyuman liciknya. Ahirnya Dia kembali bergabung dengan Sahabat2nya Sambil sesekali melihat ke arah hendra yang tak jauh dari jangkauannya.


*****


Salma duduk di kursi di kamar dekat jendela dia membuka jendela kamarnya melamun sambil memandangi bulan purnama yang begitu indah dengan tatapan kosong, Dia sangat merindukan sang suami yang telah meninggal kannya 2 minggu yang lalu.


Bu Romlah memperhatikan anaknya yang rasanya tidak ada semangat untuk hidup.

__ADS_1


" Nduk... " Bu Romlah menghampiri Salma dan berdiri di sampingnya.


" Ayo tidur nak udah malam " Ajaknya.


" Ibu duluan saja... aku masih belum mengantuk bu " dia menolak masih dengan tatapan kosongnya.


" Nduk... sampai kapan kamu harus seperti ini nak, ingat lah anakmu , ibu dan bapakmu, kami sangat menyayangimu . kita juga ikut sedih kalo kamu terus2an seperti ini, kamu tidak sayang kami nak.. ?"


Tanya ibunya sambil menatap salma dengan tatapan sendu, anaknya yang sekarang sudah berbeda dengan yang dulu tidak lagi ada senyuman di wajahnya, dia cenderung diam dan jarang brbicara kalo tidak di ajak bicara.


" Bangkitlah nak, bangun dari keterpurukanmu, jangan larut dalam kesedihanmu lama2.


lihat lah Nadia dia masih sangat membutuhkanmu, dia saja sangat kuat dan tidak lagi bersedih, dia semangat belajarnya agar kamu bangga padanya atas prestasi yang di milikinya. kalau kamu seperti ini terus , kasihan dia nak,, dia juga ingin mewujudkan apa yang menjadi keinginan ayahnya untuk menjadi guru agama sesuai harapan ayahnya makanya dia memilih tetap ada di pesantren dari pada sekolah di luar, apa kamu tidak kasihan dia nak ? " tutur ibunya panjang lebar.


Salma menatap ibunya dan langsung memeluknya dengan erat " Baik lah bu aku akan bangkit dari keterpurukan ini, aku rela dan ihlas bu atas kematian mas angga, aku janji tidak akan sedih lagi demi Nadia , ibu dan bapak aku sangat menyayangi kalian " .


Ahirnya salma beranjak pergi ke ranjangnya untuk tidur. sementara ibunya menutup jendela kamarnya yang Terbuka tadi, sebelum pergi dari kamar anaknya bu romlah menghampiri salma sebentar mengecup keningnya lalu berlalu pergi juga untuk tidur.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2