SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )

SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )
Tante ku


__ADS_3

Sore yang indah Salma keluar rumah melihat taman di sepanjang halaman rumah mewah milik keluarga barunya itu . ia takjub melihat bunga-bunga berjejer indah di sepanjang taman itu , bunga mawar bermacam warnanya ada bunga lily , bunga tulip , bunga matahari dan bunga-bunga yang lainnya . Beberapa hari tinggal di rumah keluarga suaminya baru kali ini ia keluar menghirup udara dan aroma bunga di sore hari .


" indah banget ya... " Salma mengambil bunga mawar merah .


" Harum sekali " mencium mawar itu lekat-lekat sambil sekali-sekali memejamkan matanya menikmati ciri khas bau mawar yang menempel di hidungnya .


Di saat Salma asyik menikmati harumnya bunga-bunga di sekitar taman tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna merah yang terlihat asing melintasinya membuat Salma mengernyit heran .


" Mobil siapa ya... ?" Gumamnya yang melihat mobil asing yang tidak biasa di pakai keluarganya berhenti di depan rumahnya. Tak lama berfikir yang naik mobil itu keluar nampaklah pak Herman , Bu Lidya di susul seorang laki-laki dan seorang perempuan turun kalo di lihat dari umurnya di bawah bu Lidya .


" Abi... Umi ... " Salma menghambur ke arah mereka dan menyalaminya .


" Ngapain di taman sore-sore gini sayang ? " Tanya Bu Lidya .


" Pingin menikmati udara sore hari aja umi " Sambil tersenyum ramah .


" Ooohhh gitu... nak , kenal ini Tante Rahma adiknya Umi dan Om Arya suaminya " Bu Lidya memperkenalkan adiknya . Salma menyalami mereka .


" apakah ini istrinya Hendra mbak ? Cantik banget sholehah lagi , beruntung punya menantu seperti dia mbak ?" celoteh Rahma sambil memeluk dan cipika cipiki dengan salma .


" iya dooong " Bu Lidya bangga sambil tertawa renyah .


Walaupun Salma berumur 34 tahun ia masih tetap cantik karna tubuh mungilnya ia kelihatan jauh lebih muda dari umurnya .


" ya sudah ayo ngobrol di dalam aja " ajak pak Herman .


mereka masuk kedalam dan duduk di ruang tamu . mereka ngobrol dan di selingi canda tawa mereka .

__ADS_1


" Hendra belum pulang mas.. ? tanya Arya pada pak Hendra karna tidak melihat Hendra sama sekali .


" Bentar lagi masih dalam perjalanan... tadi aku udah ngasih tau kalo aku sudah nyampek rumah " Arya mengangguk .


Bi Ani datang membawa minuman dan Camilan buat mereka .


" Rahma Kamu nginep di sini kan... ? " tanya Bu Lidya .


" Tidak mbak... tadi kan sudah bilang kita kesini kan cuma nganter mbak dan mas Herman ,, aku juga pingin tau istrinya ponakanku Hendra yang cantik ini " Rahma menggoda Salma yang dari tadi cuma ikut senyum aja mendengar obrolan mereka .


" Nadia kemana nak... ko dari tadi umi belum kelihatan ."


" Nadia kerja kelompok di rumah temennya umi .. Mungkin sebentar lagi juga pulang " jawabnya . Bu Lidya manggut-manggut .


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum salam " mereka serempak menjawab salam .


mereka yang melihat tersenyum bahagia apalagi bu Lidya yang mengharapkan lebih dalam pernikahan mereka .


" Om... Tante " kemudian Hendra menyalami satu persatu Dan duduk di samping Arya .


" kamu tidak lembur Hen.. ? " ledek Rahma . biasanya Rahma tiap kali berkunjung jarang ketemu Hendra karna sibuk kerja .


" Kan aku pulang khusus mau menemui tante " jawabnya datar .


" Menemui Tante apa kangen sama istrimu " Goda Rahma membuat Pak Herman , Bu Lidya dan Arya tertawa . Salma hanya tersenyum kecut sambil melihat suaminya yang menatapnya tajam .

__ADS_1


" Sudah-Sudah... ayo Rahma ajak Arya ke kamar mbak dulu, istirahat sebentar.. kalian lelah bukan... ? setelah itu kita sholat maghrib berjama'ah " perintah bu Lidya ketika melihat Hendra menatap istrinya tidak bersahabat .


" iya mbak " Rahma merasa aneh perkataan bu lidya barusan.


" ko ke kamar mbak sih... biasanya kan ke kamar tamu mbak ? " Rahma berjalan hendak ke kamar tamu . Bu Lidya terkesiap sambil memandang suami , anak dan menantunya bergantian seolah berkata " bagaimana ini ?" pak Herman yang di tatap hanya mengangkat bahunya dan berduduk santai .


Bu Lidya tidak cerita kalau Hendra dan Salma tidak tidur sekamar . ia tidak mau kalo Hendra belum bisa menerima istrinya di ketahui yang lainnya meskipun itu saudaranya sendiri .


" Tunggu tante.. " ucapan Salma menghentikan langkah Rahma dan suaminya .


" Hemm... " Rahma bingung mau menjelaskan .


" Sudahlah... ayo ke kamar mbak , kamar tamu masih kotor belum di bersihin " Bu Lidya menyeret tangan Rahma dengan paksa . ia terpaksa menuruti mbaknya walau pun merasa aneh .


" Tidak biasanya kamar tamu kotor , biasanya kalo ada tamu yang habis menginap langsung di bersihin " Gumamnya dalam hati sambil melangkah mengikuti kakaknya beserta suaminya .


" kunci kamar tamu aku tidak ingin tante melihat kita pisah kamar... setelah itu ikut aku ke atas " Ucapan Hendra yang tiba-tiba mengagetkan Salma yang masih bengong menatap ibu Mertua dan tantenya masuk ke dalam kamar .


" i-iya mas.. "


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan komennya ya guys 😍


__ADS_2