
Sore yang indah Salma keluar rumah melihat taman di sepanjang halaman rumah mewah milik keluarga barunya itu . ia takjub melihat bunga-bunga berjejer indah di sepanjang taman itu , bunga mawar bermacam warnanya ada bunga lily , bunga tulip , bunga matahari dan bunga-bunga yang lainnya . Beberapa hari tinggal di rumah keluarga suaminya baru kali ini ia keluar menghirup udara dan aroma bunga di sore hari .
" indah banget ya... " Salma mengambil bunga mawar merah .
" Harum sekali " mencium mawar itu lekat-lekat sambil sekali-sekali memejamkan matanya menikmati ciri khas bau mawar yang menempel di hidungnya .
Di saat Salma asyik menikmati harumnya bunga-bunga di sekitar taman tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna merah yang terlihat asing melintasinya membuat Salma mengernyit heran .
" Mobil siapa ya... ?" Gumamnya yang melihat mobil asing yang tidak biasa di pakai keluarganya berhenti di depan rumahnya. Tak lama berfikir yang naik mobil itu keluar nampaklah pak Herman , Bu Lidya di susul seorang laki-laki dan seorang perempuan turun kalo di lihat dari umurnya di bawah bu Lidya .
" Abi... Umi ... " Salma menghambur ke arah mereka dan menyalaminya .
" Ngapain di taman sore-sore gini sayang ? " Tanya Bu Lidya .
" Pingin menikmati udara sore hari aja umi " Sambil tersenyum ramah .
" Ooohhh gitu... nak , kenal ini Tante Rahma adiknya Umi dan Om Arya suaminya " Bu Lidya memperkenalkan adiknya . Salma menyalami mereka .
" apakah ini istrinya Hendra mbak ? Cantik banget sholehah lagi , beruntung punya menantu seperti dia mbak ?" celoteh Rahma sambil memeluk dan cipika cipiki dengan salma .
" iya dooong " Bu Lidya bangga sambil tertawa renyah .
Walaupun Salma berumur 34 tahun ia masih tetap cantik karna tubuh mungilnya ia kelihatan jauh lebih muda dari umurnya .
" ya sudah ayo ngobrol di dalam aja " ajak pak Herman .
mereka masuk kedalam dan duduk di ruang tamu . mereka ngobrol dan di selingi canda tawa mereka .
__ADS_1
" Hendra belum pulang mas.. ? tanya Arya pada pak Hendra karna tidak melihat Hendra sama sekali .
" Bentar lagi masih dalam perjalanan... tadi aku udah ngasih tau kalo aku sudah nyampek rumah " Arya mengangguk .
Bi Ani datang membawa minuman dan Camilan buat mereka .
" Rahma Kamu nginep di sini kan... ? " tanya Bu Lidya .
" Tidak mbak... tadi kan sudah bilang kita kesini kan cuma nganter mbak dan mas Herman ,, aku juga pingin tau istrinya ponakanku Hendra yang cantik ini " Rahma menggoda Salma yang dari tadi cuma ikut senyum aja mendengar obrolan mereka .
" Nadia kemana nak... ko dari tadi umi belum kelihatan ."
" Nadia kerja kelompok di rumah temennya umi .. Mungkin sebentar lagi juga pulang " jawabnya . Bu Lidya manggut-manggut .
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam " mereka serempak menjawab salam .
mereka yang melihat tersenyum bahagia apalagi bu Lidya yang mengharapkan lebih dalam pernikahan mereka .
" Om... Tante " kemudian Hendra menyalami satu persatu Dan duduk di samping Arya .
" kamu tidak lembur Hen.. ? " ledek Rahma . biasanya Rahma tiap kali berkunjung jarang ketemu Hendra karna sibuk kerja .
" Kan aku pulang khusus mau menemui tante " jawabnya datar .
" Menemui Tante apa kangen sama istrimu " Goda Rahma membuat Pak Herman , Bu Lidya dan Arya tertawa . Salma hanya tersenyum kecut sambil melihat suaminya yang menatapnya tajam .
__ADS_1
" Sudah-Sudah... ayo Rahma ajak Arya ke kamar mbak dulu, istirahat sebentar.. kalian lelah bukan... ? setelah itu kita sholat maghrib berjama'ah " perintah bu Lidya ketika melihat Hendra menatap istrinya tidak bersahabat .
" iya mbak " Rahma merasa aneh perkataan bu lidya barusan.
" ko ke kamar mbak sih... biasanya kan ke kamar tamu mbak ? " Rahma berjalan hendak ke kamar tamu . Bu Lidya terkesiap sambil memandang suami , anak dan menantunya bergantian seolah berkata " bagaimana ini ?" pak Herman yang di tatap hanya mengangkat bahunya dan berduduk santai .
Bu Lidya tidak cerita kalau Hendra dan Salma tidak tidur sekamar . ia tidak mau kalo Hendra belum bisa menerima istrinya di ketahui yang lainnya meskipun itu saudaranya sendiri .
" Tunggu tante.. " ucapan Salma menghentikan langkah Rahma dan suaminya .
" Hemm... " Rahma bingung mau menjelaskan .
" Sudahlah... ayo ke kamar mbak , kamar tamu masih kotor belum di bersihin " Bu Lidya menyeret tangan Rahma dengan paksa . ia terpaksa menuruti mbaknya walau pun merasa aneh .
" Tidak biasanya kamar tamu kotor , biasanya kalo ada tamu yang habis menginap langsung di bersihin " Gumamnya dalam hati sambil melangkah mengikuti kakaknya beserta suaminya .
" kunci kamar tamu aku tidak ingin tante melihat kita pisah kamar... setelah itu ikut aku ke atas " Ucapan Hendra yang tiba-tiba mengagetkan Salma yang masih bengong menatap ibu Mertua dan tantenya masuk ke dalam kamar .
" i-iya mas.. "
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan komennya ya guys 😍