
Setelah dari restoran Hendra dan Salma langsung pulang dan menuju kamar mereka masing-masing. Salma mengganti bajunya dengan baju tidur lengan panjang dan jilbab blus yang biasa pakai untuk tidur setelah selesai ganti baju dia berniat ke dapur untuk mengambil air minum karna persediaan air minum di kamarnya telah habis.
Hendra turun dari kamarnya setelah dia juga mengganti pakaiannya dengan kaos santai dan celana pendek . walau pun dia sudah berumur 30 lebih dan punya anak ABG Dia berpenampilan masih sama seperti laki-laki keren sebelum menikah dengan rambut cepaknya.
"Apakah mas butuh sesuatu? " Tanya Salma ketika dia berpapasan dengan suaminya yang sama-sama hendak menuju dapur.
" iya.. apakah bi Ani sudah tidur? Aku ingin bi Ani membuatkan kopi untukku " Sambil berjalan ke arah dapur.
" Kenapa menyuruh bi Ani kan biasanya aku yang buatin kamu kopi " Tanya Salma heran.
" Aku takut kamu kecapekan saja setelah kita keluar tadi " Hendra masih mengingat Salma menahan capek lama berdiri karna menunggu orang tuanya tidak kunjung datang ke restoran .
" Tidak apa-apa mas, ini kan sudah kewajiban aku untuk melayani semua keperluanmu, lagian bi Ani pasti udah istirahat setelah menunggu kita tadi " jawabnya dengan lembut dan sopan.
" Baiklah... aku menunggu di ruang tengah " Ucap Hendra Sambil berlalu dari dapur.
Salma membuat kopi untuk suaminya di sela kegiatannya itu dia teringat sesuatu.
" Seperti Rumah ini sepi apa Abi dan umi belum pulang ya? " pikirnya sambil mengaduk-aduk kopi buatannya. Setelah selesai Salma memberikan kopi untuk suaminya yang ada di ruang tengah.
" ini kopi nya mas " Salma meletakkan kopinya di meja.
" iya terimakasih " Ucap Hendra tanpa mengalihkan pandangannya ke layar televisi.
" Oh iya mas... apakah Abi dan Umi sudah pulang? kayaknya rumah ini masih sepi " tanya Salma setelah mendaratkan bokongnya ke sofa di seberang suaminya.
" Entahlah... coba kamu lihat di kamarnya dan kamar Nadia "
Salma melihat ke kamar kedua mertuanya dia lihat tidak ada di Kamar anaknya Nadia juga kosong dia mencari ke setiap ruangan juga tidak ada.
" mereka belum pulang pantesan masih sepi " gumamnya. Dia kembali ke ruang tengah menuju arah suaminya berada.
" mereka ternyata belum pulang mas aku mencarinya ke setiap ruangan tidak ada " ucap Salma.
" Mungkin sebentar lagi, Kamu pergilah ke kamarmu dan istirahat ini sudah malam biar aku menunggu mereka di sini " perintahnya Sambil menyesap kopi . Salma terperangah atas ucapan suaminya tidak biasanya suaminya peduli seperti itu
" iya mas " jawabnya sambil tersenyum.
Sebelum ke kamarnya Salma menuju dapur mengambil air yang di ambilnya tadi. Dia berjalan sambil senyum-senyum sendiri. Dia merasa suaminya ahir-ahir ini sedikit berubah tidak sedingin yang biasa ia tunjukkan. Sekarang ada rasa peduli dan perhatian bicara kepadanya juga cukup banyak tidak seperti biasanya yang bicara hanya seperlunya saja.
" Semoga ini awal yang baik ya Allah " Ucap Salma. Senyuman itu masih mengembang di bibirnya.
Salma berjalan ke kamarnya dan melewati suaminya yang menonton televisi di ruang tengah dia melihat suaminya sebelum membuka handle pintunya.
__ADS_1
"Selamat tidur mas " Ucapnya dalam hati sambil tersenyum. setelah itu dia membuka pintu kamarnya dan meletakkan air minumnya di atas nakas. dia membaringkan tubuhnya yang terasa capek. ya memang capek walaupun keluar hanya makan malam tapi kakinya terasa pegal karna berdiri terlalu lama. Tidak butuh waktu lama wanita itu untuk terlelap tidur.
*****
Dua minggu kemudian
Setelah rencana Bu Lidya dan Nadia membuat Hendra dan Salma makan malam berdua waktu itu semakin hari hubungan Hendra dan Salma udah semakin membaik sebagai manusia normal sikap Hendra sudah tidak sedingin dan cuek seperti sebelumnya. Tapi belum baik kalo di katakan sebagai suami istri karna mereka masih tidur terpisah walaupun masih begitu dan belum ada rasa cinta tapi Hendra berusaha agar bisa menerima Salma sebagai istrinya.
Pagi hari Setelah selesai sarapan mereka sudah bersiap-siap untuk pergi ke aktifitas mereka masing-masing .
" Bunda , Nadia berangkat dulu ya.. " Pamit Nadia ke Salma sambil mencium tangannya setelah berpamitan pada kakek dan Neneknya .
" Hati-hati sayang " ucap Salma lembut dan mencium kening anak dari suaminya itu.
" Ayo pa berangkat Nadia tunggu di depan " Ajak Nadia sambil berlalu pergi.
" iya sayang " Hendra menyeka mulutnya dengan tisu setelah selesai sarapan , Dia Hendak berdiri tapi pertanyaan pak Herman menghentikan Niatnya.
" Hen.. Apa kamu jadi bertemu dengan pak Alex yang dari singapura itu sekarang? " Tanya pak Herman Sambil menyesap kopinya.
" Ya Bi, karna yang ke indonesia waktu itu tidak ada waktu jadi hari ini beliau ada waktu jam makan siang nanti. semoga hari ini tidak ada halangan lagi karna Rudi bilang beliau mau memberikan Saham ke perusahaan kita yang ada di Bali , Aku sangat mengharapkan investasi ini agar proyek di sana cepat selesai " ucapnya penuh semangat dan harapan.
" Syukurlah nak.. semoga berhasil dan suxes dan semoga perusahaanmu berkembang dengan pesat " Pak Herman menyemangati anaknya Bu Lidya dan Salma ikut senang mendengarnya.
" Aamiiin... makasih bi, kalo begitu aku berangkat dulu bi, umi, " Hendra menyalami kedua orang tuanya dan berjalan ke halaman rumah di iringi Salma di belakangnya.
" Aku berangkat dulu ya " Pamit Hendra ke istrinya.
" iya mas " seperti biasa Salma mencium punggung tangan suaminya walaupun tanpa ngasih ciuman di keningnya.
*****
Salma sekarang ada di Restoran milik Bu Lidya dia di suruh Bu Lidya mengecek uang bulanan yang ada di sana. pagi ini Restorannya cukup rame jadi Salma ikut membantu para pegawai di sana memberikan makanan yang udah di pesan pelanggannya.
Salma memang terkenal ramah, baik dan selalu membantu membuat para pegawai menyukainya setelah selesai membantu Salma meneruskan apa tujuannya saat ini mengecek keuangan bulan ini .
" Alhamdulillah Omsetnya bulan ini naik dua kali lipat " ucapnya setelah memberesi pembukuan pada tempatnya.
Tok tok tok
" Masuk " ketika Salma melihat sari yang berdiri di ambang pintu ruangan yang terbuka .
" Mbak bahan makanannya banyak yang habis " Sari menghampiri Salma yang duduk di sebuah ruangan . Sari adalah bagian pegawai yang biasa di tunjuk berbelanja untuk keperluan di Restorannya. dia memberikan kertas catatan bahan apa saja yang habis ke Salma.
__ADS_1
" Iya.. ini uangnya " Salma memberikan uang setelah melihat total harga apa saja yang akan di beli .
" Tapi mbak, teman yang biasa menemani saya belanja sekarang tidak masuk " ucap Sari.
" Kenapa dia? " tanyanya dengan ramah.
" Lagi Sakit mbak.. terus teman yang lain lagi sibuk semuanya karna sekarang rame " jawabnya.
" kalau begitu gimana kalau aku yang nemenin kamu hari ini " Salma menawarkan diri dengan tersenyum ramah.
" Tapi mbak.. " Sari merasa tidak enak.
" kenapa? " Tanya Salma Heran sambil mengerutkan keningnya.
" Emangnya mbak tidak apa-apa ikut belanja ?" Sari hawatir dan tidak yakin.
Para pegawai Restoran dan butik memang sudah di beritahukan oleh bu Lidya kalau Salma adalah menantunya jadi mereka juga menghormatinya.
" Emangnya kenapa? aku ingin membantu kamu biar kamu tidak keberatan " Ucapnya Sambil berdiri dan mengambil tas miliknya.
" Tapi ini belanjanya di pasar loh mbak " Sari masih tidak enak.
" Sudahlah tidak apa-apa , ayo kita berangkat " Salma menarik tangan Sari yang masih bengong .
Salma dan Sari sudah ada di dalam taksi yang mengantarkan mereka ke pasar tradisional pusat kota.
" Kenapa kalo belanja di pasar Sari? " Tanya Salma Sambil melihat ke arah Sari.
" Bu Lidya orangnya walaupun beliau orang yang kaya beliau bersifat sederhana, peduli sesama, dermawan dan mau bergaul dengan orang seperti kami, beliau bilang kalo Belanja di pasar itu sayurnya lebih segar mbak, dan juga bisa membantu pedagang pasar dengan membeli dagangannya gitu " Salma manggut-manggut mendengar penuturan dari Sari.
" Sama seperti mbak Salma walaupun mbak menantu dari orang kaya selain cantik mbak tidak sombong dan baik hati " pujinya.
" Ah kamu bisa saja " jawab Salma.
Selama perjalanan mereka saling ngobrol dan bercerita tak terasa perjalanan sudah sampai.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan komennya ya guys 😍